MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Memilih Baju Pengantin


__ADS_3

"Kita mau kemana Mas,, ?"tanyaku.


"Kita mau ke butik kusus baju pengantin,, "


"Loh kok malah ke butik. Mas nanti siang akan ada rapat loh,, "kataku yang sedikit kaget dan bingung, karena ini orang seenaknya saja.


"Rapat sudah Saya suruh Rizki yang pimpin, dan kita sekarang ke butik untuk memilih baju pengantin untuk kita, kamu tenang aja ngga usah pusing mikirin pekerjaan, dan soal gajih kamu ngga bakalan Saya potong,,"


"Bukan masalah gajih Mas,, tapi lebih ke tanggung jawab dalam pekerjaan, dan Rizki sudah tau belum kalau Dea pergi sama Mas,, ?"


"Belum,, ya udah nanti Saya kasih tau, sekarang lebih baik jangan bicarakan masalah kerjaan tapi sekarang mending bicarakan masalah kita,, "


"Konsep yang kamu pengin untuk acara kita nikah mau konsep seperti apa,,? "tanya Mas Hendra.


"Dea maunya sederhana, cukup akad ajah, kita sudah tua dan sudah sama sama dua kali ini menikah,jadi ngga usah mewah mewah dan buang buang uang,, "


"Masalah uang Saya ada banyak,dan ngga mungkin kekurangan,jadi untuk merayakan pernikahan kita harus yang meriah dan megah,, "


"Kalau Mas maksa pengin pernikahan yang megah dan mewah ya silakan, tapi maaf Dea ngga mau dan ngga akan datang,, "kataku mengancam.


"Loh kok ngga datang,, kenapa,,? "


"ya karena Dea maunya pernikahan yang sederhana aja, ngga mau mewah,, "kataku.


"Kasih Saya alasan kenapa kamu ngga mau acara yang mewah dan megah,, ?"sedikit suaranya meninggi.


"Karena dulu pernikahan Dea di bikin secara mewah dan sangat megah, sampai uang tabungan Dea habis dan kak Doni juga ngasih uang untuk acara pernikahan Dea cukup banyak, karena Dea dulu ingin menikah sekali seumur hidup dan dengan konsep yang sangat indah, tapi rupanya kemewahan dan kemegahan dalam acara pernikahan tak menjamin kebahagiaan dalam rumah tangga, makanya Dea ingin pernikahan kita cukup yang sederhana saja, dengan di saksikan semua keluarga itu bagi Dea sudah cukup, karena yang terpenting dalam acara pernikahan itu bukan konsep pernikahanya tapi gimana kita niat menjalani pernikahan dan dalam rumah tangga kita nantinya, "kataku sambil menghadap lurus ke depan dengan pandangan kosong. Aku jadi mengingatkan tentang gimana dulunya Aku mengumpulkan uang untuk acara pernikahanku yang Aku idam idamkan dengan sangat mewah.


"Baik lah kalau begitu keinginan kamu Saya akan turuti, kita akan menikah cukup yang sederhana saja,, "Sambil menggenggam tanganku, Aku pun tersenyum sekilas.


Ahirnya kita sampai di butik yang menjual kusus baju pengantin.


Lalu kita masuk ke dalam butik dan langsung memilih baju,Mas Henda di sini yang terlihat sangat antusias, Mas Hendra memilih 3 baju yang akan di coba oleh ku, sedang Aku hanya diam berdiri sambil melihat ke arah Mas Hendra.


Aku mencoba satu persatu baju yang Mas Hendra pilih,dan yang memilih cocok dan pantasnya yang mana pun, Mas Hedra lah yang menentukan.Aku hanya menuruti saja, Aku tidak berkomentar ataupun menolak karena Aku sangat senang melihat Mas Hendra yang bersemangat menyiapkan semuanya untuk pernikahan kita,dan juga Mas Hendra yang menginginkan penampilanku agar sempurna.

__ADS_1


Setelah memutuskan pemilihan baju, Aku mengajak Mas Hendra untuk kembali ke kantor, tapi Mas Hendra mengajaku untuk makan siang dulu, Aku pun menyetujuinya karena rasanya lelah juga walau tadi hanya mencoba baju pengantin.


"Kita mau makan di mana Mas,,? "tanyaku saat mobil sudah berjalan.


"Di tempat kita dulu makan bersama teman teman Saya,, "


"Tapi sekarang makanya ngga sama teman teman Mas kan,, ?"


"Bareng sama mereka juga, karena Mas yang mengundang mereka untuk makan siang bareng,, "ya Tuhan dalam hatiku berteriak...


"Masss,, Dea tuh ngga suka sama mereka,, becandanya mereka tuh suka kelewatan,,"


"Kalau ngga suka ngga usah di dengarkan, diamkan saja.mereka memang suka kaya gitu dari kita dulu sekolah,, "Aku pun hanya diam tak lagi berkomentar,ya mau bagai mana lagi Mas Hendra sudah mengundang mereka.


Sekarang kita sudah sampai di restoran dan kita masuk ke ruangan yang sudah Mas Hendra pesan.


"Baru kalian berdua yang datang,,? "tanya Mas Hendra pada ke dua temanya karena yang dua belum datang.


"Iya,, Caca sama Robin sedang di jalan katanya,, "jawab teman Mas Hendra yang gemuk. lalu Aku dan Mas Hendra pun duduk.


"Dia itu calon istriku, jadi kemana pun Aku pergi dia harus ikut,, iya ngga Yang,, "sambil menarik pundaku agar mendekat dan Aku pun tersenyum sekilas, tapi berapa detik kemudian ..


Cup... Mas Hendra mencium pipiku di depan teman temanya, gila malu banget rasanya. Aku langsung membulatkan mataku pada Mas Hendra tanda Aku tak suka.


"Gilaaa,, teman kita kelamaan ngeduda jadi bucin gitu,, cihhh,, "kata yang gendut.


"Silakan kalian ngatain Aku apa,, yang penting sekarang Aku sedang bahagia,, "dengan masih merangkul pundaku dan sambil menatapku Mas Hendra berkata.


"Ya Tuhan,,kita hanya jadi obat nyamuk mereka bro,,, "kata yang berkumis sambil geleng geleng kepala.


"Udah deh Dra mending sekarang pesen makanan, dari pada ngelihatin kamu yang bucin gitu,Aku jadi pengin muntah ngelihatnya,,"sambil memberikan buku menu pada Mas Hendra.


Lalu kita pun memilih makanan yang kita mau.


"Yang,,, kamu mau pesan apa,, ?"sambil Aku yang di panggil sayang sama Mas Hendra rasanya sungguh aneh.

__ADS_1


Lalu Aku menujuk ke bebek bakar dan jus mangga, sedang Mas Hendra dia pesan sate kambing sama jus apel.


Saat kita sedang menunggu pesanan datang, teman Mas Hendra yang orangnya tinggi dan yang perempuan dandananya kaya badut pun datang, tapi mereka tidak berdua, mereka bersama wanita yang cukup cantik walau pun tidak berdandan.


"Siang semuanya,,, "kata mereka bertiga. dan kita pun menjawabnya juga. tatapan perempuan yang satunya langsung menuju Mas Hendra. sedang Mas Hendra juga menatapnya.


"Loh Serin ikut,, bukanya masih di luar negri,,? "Kata si gendut.


"Aku baru pulang tadi pagi,, "jawabnya dengan lembut. sambil berjalan mendekati Mas Hendra.


"Hai Dra,, gimana kabar kamu,,? "sambil duduk di sebelah kanan Mas Hendra sedang Aku di sebelah kirinya.


"Baik, kamu sendiri gimana kabarnya,,"


"Aku juga baik,, kenapa kamu jadi jarang telfon Aku sih,,? "


"Maaf sibuk,, "jawab Mas Hendra.


"Hendra tuh lagi sibuk dengan kebucinanya,,"kata yang gemuk.


"Maksudnya bucin,? "


"Hendra tuh lagi sibuk jadi bucinya sekertarisnya itu,, "sambil menujuku dengan mulutnya si gendut berkata.


Lalu Serin menatapku seperti tatapan ngga percaya gitu.


"Bener Hen ya di katakan Bimo, kamu sama sekertarismu ada hubungan,,? "


"Hemmm,, iya dia calon istriku dan bentar lagi kita akan menikah,, "jawab Mas Hendra, sedang Aku hanya diam sambil mendengarkan mereka bicara.


"Kamu kok jahat sih Hen sama Aku,,,,!!! "Suaranya Serin seperti menahan tangis, lalu Serin pun langsung bangun dari duduknya dan lari keluar.


"Kejar Hen,, jelaskan sama Serin,,! "kata si kumis.Mas Hendra menatapuku lalu Aku pun menganggukan kepalanya tanda mengizinkan Mas Hendra pergi.


Jangan lupa like komen dan votenya makasih,

__ADS_1


__ADS_2