MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Pusing Dengan Pak Direktur


__ADS_3

Huukkk,,, Huukkk,,,,Aku tersedak saat mendengar Pak Direktur mengatakan calon istri.


"Makan yang bener dong De,, ini minum dulu,, "Pak Direktur menyodorkan gelas, lalu Aku pun meminumnya ,karena tenggorokanku rasanya perih.


"Sudah lebih naik,,,? "sambil mengusap punggungku,, Aku yang merasa risih pun menyingkirkan tanganya.


"Udah Pak,, makasih,, "kataku, Dan Pak Direkturpun duduk kembali, sedang Aku masih mengelap mulutku dengan tisu.


Setelah itu kita melanjutkan makan, Aku makan cukup cepat karena Aku ingin cepat keluar dari ruangan ini, karena Pak Direktur beda sekarang, dia lebih banyak ngomong beda sama yang kemaren kemaren waktu awal awal ketemu.


"Pak Saya makanya sudah selesai, jadi Saya mau lanjut kerja lagi,, "sambil Aku membereskan piring dan mangkoku.


"Eva juga belum datang, kamu bisa menunggunya di sini,, "


"Tidak apa apa Pak ,saya sendirian juga ngga papa,, "Aku langsung keluar, rasanya sudah ngga nyaman.


Aku pura pura sibuk depan komputer, pasti Pak Direktur sedang melihat ke arahku ini.


Jam pun berlalu dengan cepat, dan sekarang waktunya pulang, rasanya bukan lelah di badan tapi melelahkan di pikiran.Pertama kerja bukanya pusing sama kerjaan, tapi ini pusing ngadepin sikapnya Pak Direktur. karena ada saja alasan untuku agar masuk ruanganya.


Aku turun ke bawah bersama Mba Ava, sampai di bawah Mba Eva sudah di jemput suaminya ,tadinya Aku di ajak pulang bareng, tapi karena beda arah Aku pun menolaknya.


Saat Aku menunggu angkutan umum di halte, ada mobil berhenti di depanku, saat kaca mobilnya di buka ternyata Pak Direktur ,lalu munyuruhku untuk masuk dengan bahasa matanya. setelah itu kaca mobil di tutup kembali, mungkin karena di halte banyak orang dan ada karyawanya juga. lalu Aku pura pura tak melihatnya.


Karena Aku tetap tidak peduli dan pura pura ngga lihat,pak supir pun datang menghampiriku.


"Maaf Mba,, anda di suruh tuan untuk masuk ke mobilnya,, "kata pak supir.


"Pak bilangin sama tuan Bapa, kalau Saya mau naik angkutan umum saja,,karena rumah Saya cukup jauh dari sini, "kataku menolak Secara halus.


"Tapi Mba, kata Tuan Mba harus ikut,, "


Sebelum Aku menjawab, bunyi klakson mobil terdengar dari mobil pak Direktur dengan cukup kencang dan lama.

__ADS_1


Ahirnya Aku pun bangun dari duduku dan menuju mobil Pak Direktur. karena Aku merasa ngga enak pada orang orang yang ada di halte karena bunyi klakson yang cukup keras.


"Lama amat sih,,,"kata Pak Direktur sedikit kesal.


"Lagian Saya ngga minta ikut kok,, "sambil Aku sedikit sewot. Biarin di katain karyawan ngga sopan juga, lagian sudah bukan jam kerja ini.


"Jalan Pak,, kita ke restoran xx dulu, "katanya pada Pak supir.


Aku hanya diam sambil memejamkan mataku, rasanya Aku ngantuk sekali.


Aku membuka mataku saat Aku merasakan usapan di rambutku.Saat buka mata Aku langsung kaget, ternyata Aku tidur di pundak Pak Direktur.


"Sudah tidurnya,, berat juga yah kepala kamu,, "sambil menggerakan tanganya, sedang Aku merapikan rambutku dan bajuku.


"Di mana ini Pak,, ?"tanyaku,saat melihat ke luar dari kaca pintu kok tempatnya asing bagiku.


"Jangan panggil Saya dengan sebutan Pak Deaa,,,,Ini di luar kantor ngerti,"sambil menatapku tajam, Aku hanya mengangguk.


"Sekarang kita di depan lestoran xx, ayo kita turun,, "katanya lagi.


"Ya mau makan,masa mau belanja,, "sambil membuka pintu, lalu Aku yang belum keluar dari mobil,pintu mobil sebelahku terbuka, rupanya Pak Direktur membukakan pintu untuku.


"Ayo keluar,, apa mau Saya gendong,, "karena Aku hanya diam dan ngga mau keluar.mendengar kata mau di gendong Aku pun langsung keluar dari mobil. Dari pada nanti dia nekat. Pak Direktur tersenyum melihat Aku yang langsung keluar dari mobil.


Setelah Aku keluar dari mobil, kita berdua lalu masuk ke dalam restoran, dengan tanganku tiba tiba di gandengnya. Aku ingin melepasnya tapi justru tangan Pak Direktur makin kencang.


Sampai di meja, ternyata sudah tersedia macam macam makanan, Pak Direktur juga menarik bangku untuku, dan menyuruhku untuk duduk.


"Ayo kita makan,, mungkin sudah agak dingin, karena tadi menunggu permaisuri tidur cukup lama,, "Aku yang merasa di sindir langsung ku tatap dengan tajam.


"Jangan di lihatin saja, di sini daging rendangnya cukup enak loh, goba in deh,, "setelah Aku duduk, sambil menaro daging rendang di piringku.


Aku pun mulai makan, biar cepat selesai dan cepat pulang.

__ADS_1


"Pa,, eh,, Mas pak supir kok tadi ngga kelihatan, kemana dia, ?"tanyaku.


"Sudah Saya suruh pulang,,, "jawabnya.


"Kok di suruh pulang, kenapa ngga di ajak makan dulu, kan kasihan,, "kataku.


"Tadi istrinya telfon katanya anaknya sakit, jadi dia izin pulang, tenang aja Saya udah kasih uang buat beli makanan sama buat berobat anaknya kok,, "Aku pun mengangguk, baik juga nih Pak Direktur, dalam hatiku.


Ahirnya kita makan dengan tenang sampai habis.


"Habis ini kita jalan dulu yah De,, "Aku langsung menggelengkan kepala.


"Ngga,, Dea mau pulang aja,, pengin istirahat,"jawabku.


Aku pun bangun dari duduku setelah selesai makan, dan Mas Hendra pun mengikuti Aku. dan saat Aku jalan tanganku langsung di gandengnya, Mas Hendra menriku menuju meja kasir. Selesai membayar kita menuju mobil.


"Kamu masih tinggal sama Dinda,,? "Tanya Mas Hendra, saat ini kita sudah di dalam mobil.


"Masih,,, kan baru kerja belum punya uang jadi ya masih numpang,, "jawabku.


"Di mana alamat rumah Dinda,,? "


"Di daerah jl, Ahmad Yani,,,"


"Itu jauh banget,,tadi pagi berangkat dari rumah jam berapa,,? "


"Jam 6,,tadi pagi juga Dea telat 5 menit,,"kataku,soanya emang cukup jauh jadi di perjalanan cukup lama.


"Saya ada apartemen nganggur deket kantor ,kamu pake aja gih,, Saya ngga tega liat kamu,nanti cape di jalan lagi,,, "


"Ngga usah terimakasih,, nanti kalau Dea udah dapet gajih, Dea juga mau cari kos kosan yang deket kantor kok,, "


"Ngga ada penolakan, ini perintah,, !!!

__ADS_1


Maaf kalau ada typo,,,


Jangan lupa untuk like komen dan vote makasih...


__ADS_2