MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Tamat (Bahagia)


__ADS_3

Kita lanjut ke season 2


Cerita Mencintai Papah Tiriku loncat kebeberapa tahun kemudian...


Dinda Dan Agung


Usia pernikahan Agung dan Dinda sudah memasuki usia 20 thn,Agung sekarang usianya sudah kepala 5 lebih banyak,sedang Dinda sudah kepala 4,tapi keharmonisan keluarganya masih sangat terjaga.


Usia Abang Akbar sekarang 19 tahun dan baru masuk kuliah,sedang kedua adik kembarnya sekarang baru SMP kelas dua.


Agung tidak lagi bekerja di rumah sakit,tapi sekarang ikut memajukan klinik milik Dinda,mereka sangat kompak dalam mengelola klinik.


Tapi sifat Agung tetap tidak berubah,selalu pencemburu dan posesif.apa lagi Dinda sekarang walau sudah kepala 4 masih terlihat awet muda.Dinda memutuskan tidak menambah anak karena Agung yang sudah tidak mau,katanya 3 sudah cukup.


Ibu Agung sudah meninggal 10 yang lalu,Yang Agung miliki sekarang adalah anak dan istrinya.


"Pagi Mah,,Pah,,"sapa Akbar kepada Dinda dan Agung,dan mencium pipi Mamah dan Papahnya.


Dinda dan Agung sedang menunggu anak anaknya untuk sarapan,dan baru Akbar yang baru keluar.


"Pagi sayang,mana adek adekmu,,?"tanya Mamah.


"Mereka masih di kamarnya Mah,,Abang tadi memanggilnya,kata mereka Abang suruh turun duluan,,"sambil mengambil roti yang ada di piring Dinda dan langsung memakanya.


"Mah Pah,,Abang berangkat duluan yah,,"


"Su*sunya di minum dulu,,kok buru buru sih berangkatnya,,?"tanya Papah.


"Iya Pah,soalnya Abang sudah janjian sama teman untuk bahas latihan materi yang Dosen kasih kemarin,,"Abang lalu meminum Sus*unya.


Setelah habis,Rizki berpamitan pada Papah dan Mamahnya untuk pergi kuliah ,Rizki sudah membawa mobil sendiri untuk kuliah,Agung memberikan mobil ke Akbar sebagai hadiah ulang tahunya yang ke 17 tahun,dan baru masuk kuliah Akbar memakai mobilnya itu.


Setelah Akbar pergi,si kembar baru datang ke ruang meja makan.

__ADS_1


"Pagi Pah Pagi Mah,,"kata si kembar bersamaan,lalu mencium pipi kedua orang tuanya.


"Pagi sayang,,,"Jawab Dinda dan Agung barengan.


"Abang udah berangkat Mah,,?"tanya Fatiyah.


"Udah barusan ,sudah ayo sarapan dulu,"Lalu Dinda mengambilkan nasi goreng buat kedua putrinya.


"Papah,,Faiza pengin beli hp baru,hp Faizah dah rusak tuh,,kemarin jatuh jadi pecah begini,,"sambil memberikanya ke Agung,Agung langsung melihatnya.


"Ini masih bisa di pake kok sayang,cuman pecah sedikit di ujungnya,,"


"Ngga mau,,Faizah mau yang baru,Faiza malu hpnya kelihatan jelek,,"


Memang anak Agung yang bungsu ini sangatlah manja,padahal kembar dengan Fatiya tapi pemikiranya beda banget.


Dan daya tahan tubuh Faizah juga sangat lemah,membuat keluarganya sangat memanjakanya.


"Adek,,ini kita tukeran aja,kaka mau kok pake yang pecah itu,,"Fatiya yang berkata.


"Mau,,itu kan pecahnya ngga parah,,"sambil.menyuapkan nasi goreng ke dalam mulutnya Fatiya menjawab.


Agung dan Dinda tersenyum melihat kedua putrinya yang saling menyayangi.


Ayah Doni Dan Mamah Dian


"Ayah,,,Aditiya minta beliin motor dong,biar nanti sekolahnya ngga usah di anter Ayah lagi,jadi Ayah antar adek aja ke sekolah,apa Aditiya bisa anterin Adek sekolah,jadi Ayah bisa langsung ke toko dan ngga repot lagi,,"anak yang sudah beranjak dewasa ,dan sekarang kelas 11,sangat tanpan tapi suka gonta ganti cewe,dia adalah Aditiya Anak Doni dan Dinda.


Beda dengan adiknya,dia gadis yang penurut dan sangat kalem,dan dia bernama Raisa,dan sudah kelas 8.


"Ayah kan masih bisa antar kalian,Ayah ke toko juga bisa siang kok,jadi kamu ngga perlu motor,,"


"Mahhh,,,bilang ke Ayah dong,Aditiya pengin motor,,temen temen Aditiya aja banyak kok yang sudah pada bawa motor,,"Aditiya merayu pada Dian untuk bilang ke Doni.

__ADS_1


"Sayang,bukanya Ayah dan Mamah ngga mau belikan buat kalian,tapi karena kita takut nantinya kamu jadi suka pergi pergi,dan bawa motor itu bahanya lebih banyak loh,,"


"Ah Mamah sama aja sih,,"Aditiya langsung ngambek.


"Kak,,udah lah orang ada Ayah yang masih bisa antar jemput kita kok,,"


"Apa sih,,diem kamu,,"kata Aditiya pada Raisa yang ikut bicara.


"Ayah akan belikan kamu motor,tapi kamu harus juara satu dulu di kelasmu,baru Ayah belikan ,"


"Ayah,,itu berat Yah,,jangan lah juara satu,Aditiya juga ngga pernah masuk 10 besar kok,,"


"Baiklah,kamu masuk 5 besar akan Ayah belikan motor yang kamu mau,,"


"Benar Yah,,janji loh Ayah,,"Doni mengangguk.


Hendra dan Dea


Dua jagoan Hendra dan Dea tumbuh jadi akan yang pintar dan penurut,Dea sungguh berhasil mendidik kedua anak kembarnya.


Kedua anak Hendra sekarang kelas 9,dan mereka selalu juara di kelasnya,dan keduanya selalu kompak.


Hendra dan Dea sangat bangga dan bahagia karena memiliki mereka.Hendra pun selalu menuruti setiap keinginan anaknya.


"Kaka,,Adek, ini papah belikan sepatu baru buat kalian,katanya sepatu kalian yang buat main bola sudah ngga muat,,"Hendra pulang kerja langsung memberikan tas tenteng kepada kedua jagoanya.kaka adek itu sedang duduk santai di teras belakang rumah.


"Makasih Ya Pah,,"Kaka adek itu langsung membukanya.


"Apa itu sayang,,?"tanya Dea.


"Papah belikan sepatu buat kita Mah,,lihat Mah,,bagus kan,,"Dea hanya tersenyum .


Lalu Hendra mengajak Dea ke kamarnya,Hendra merangkul pundak Dea.

__ADS_1


Dea sebenarnya ingin punya anak lagi,tapi ternyata Tuhan belum juga memberinya sampai kedua anaknya sudah beranjak dewasa sekarang,Hendra selalu bilang ke Dea untuk tidak terlalu di fikirkan,karena takutnya nanti Dea jadi setres.


Jangan lupa,like ,komen dan votenya,trimakasih...


__ADS_2