MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Terjebak Di Dalam Lif


__ADS_3

Selesai belanja Zara dan Mamah membeli makanan, tapi mau di makanya di apartemen.setelah pesanan makananya datang Mamah dan Zara pun langsung pulang.


Zara dari tadi sedikit lebih banyak diam, dan Mamah pun merasakanya.


"Za,, kamu kenapa, cape yah dari tadi kayanya diam aja,,? "tanya Mamah.mereka berdua sekarang ada di dalam mobil dan sedang menuju pulang ke apartemen .


"Ngga cape kok Tan, Zara biasa aja,, "


"Tapi kamu kelihatan seperti murung gitu,, "


"Tapi Zara ngga kenapa kenapa kok Tan, "sambil tersenyum.


"Sukurlah, Tante cuman takut kamu kecapean, dan besok ngga mau di ajakin belanja lagi sama Tante,, "


"Zara seneng kok di ajakin belanja sama Tante, Zara jadi bisa jalan jalan ke Mall,"Mamah pun tersenyum.


Sampai di parkiran apartemen, Mamah dan Zara lalu mengambil belanjaan dari bagasi, setelah itu naik ke apartemen Mamah.


Bumi keluar dari kamar saat mendengar pintu terbuka. dan Bumi juga melihat Zara yang ada di belakang Mamah. sesaat mereka saling tatap.


"Adek tolong bawakan belanjaan ini ke dapur dong,Mamah mau ke kamar mandi dulu, kebelet pipis,, "kata Mamah sambil memberikan kantong keresek pada Bumi.


Lalu Bumi berjalan menuju dapur, dan Zara juga mengikutinya dari belakang. mereka berdua sama sama diam, dan saat Bumi akan pergi Zara memanggilnya.


"Kak,, kaka apa kabar, sudah lama Zara tidak melihat Kaka,,? "kata Zara dengan pelan.


"Baik,,, "jawab Bumi sambil terus berjalan ke luar dari dapur.


Zara yang melihat Bumi seperti menjauhinya pun merasa tidak enak. Zara lalu duduk di bangku meja makan, menunggu Mamah datang.


"Za,, kok ngelamun sih,, "kata Mamah yang melihat Zara yang diam.

__ADS_1


"Eh,, engga kok Tan, "jawab Zara yang kaget.


"Zara lagi nungguin Tante kok, mau bantu beresin belanjaan,, "kata Zara lagi sambil bangun.


"Oh,, ya udah yuk kita beresin, biar setelah beres kita bisa makan malam bareng,, "Zara mengangguk.


Zara lalu mengeluarkan belanjaan dari kantong keresek, dan Mamah yang menata di kulkas dan rak lemari atas kompor.


Setelah selesai menata belanjaan, Mamah dan Zara lalu menata makanan di atas meja.


"Za,, tolong panggil Bumi suruh makan gih,, "Zara hanya mengangguk. lalu Zara keluar dan mendekati Bumi.


"Kak,, di suruh Tante makan malam,,"Zara berkata dengan pelan. Bumi yang sedang duduk di sofa lalu bangun tanpa menjawab langsung berjalan menuju dapur dan melewati Zara.


Zara pun lalu mengikuti dari belakang, lalu duduk di bangku meja makan.


"Ayo kita makan, pasti kalian sudah lapar kan,"


Tapi sebenarnya Bumi menahan rasa sakit di dalam hatinya, Bumi sebenarnya juga tidak mau seperti ini dan sangat tersiksa, tapi demi menghilangkan rasa cinta untuk Zara Bumi pun terpaksa acuh dan cuek pada Zara.


Selesai makan Zara membantu membereskan meja dan cuci piring, setelah selesai Zara lalu berpamitan.


"Tan,, Zara pulang dulu yah, "


"Oh iya,, terimakasih buat hari ini ya Za, ini bawa pulang yah, buat Zara nyemil di apartemen,, "sambil memberikan kantong keresek pada Zara.


"Ngga usah repot repot Tan,, Zara seneng kok temani Tante belanja,, "


"Ngga repot kok, udah terima kalau ngga di terima Tante marah nih,, "Ahirnya Zara menerimanya. dan bilang terimakasih.


"Dek,, antar Zara ke apartemenya gih,, "kata Mamah pada Bumi yang baru keluar dari kamar.

__ADS_1


"Ngga usah Tan,, Zara bisa dan berani kok pulang sendiri,, "


"Ngga papa, biar Bumi antar kamu,"


"Mah,, dia aja bilang ngga usah kok, udah dia kan dah besar pasti bisa pulang sendiri,, "


"Adekkk,, sudah antar Zara, kalau kamu ngga mau, uang jajan kamu Mamah potong nih,, "


"Apaan sih Mah,, ngga lucu tau,,iya Adek antar"


Bumi lalu berjalan ke arah pintu, dan Zara pun berjalan di belakangnya. Mereka berdua sama sama diam selama di dalam lif.


Saat masuk ke gedung apartemen Zara, Bumi berjalan dengan malas, tapi mau gimana lagi dari pada uang jajanya di potong Bumi pun ahirnya ikut masuk.


Di dalam lif cuman ada Bumi, Zara dan dua orang laki laki ,saat baru sampai lantai 5 tiba tiba lif tidak bergerak, dan ternyata Lif mengalami kemacetan. semuanya merasa kaget dan takut. dua orang laki laki itu menggedor gedor pintu lif, sedang Rizki menelfon pihak apartemen. sedang Zara dia berjongkok dan ketakutan. karena lampu dalam lifnya juga mati.


"Za,, tenang yah,, bentar lagi pihak teknisi dari apartemen akan datang,, jangan takut,, "Bumi yang kasihan melihat Zara ketakutan ahirnya mendekatinya.


"Za,,zara takut kak, nafas Zara juga sesak,, "sambil sedikit tersengal.


Bumi yang panik lalu melepaskan bajunya, dan bajunya di kipas kipaskan depan Zara.


"Kamu harus kuat, bertahan lah,, "kata Bumi sambil terus mengipasi Zara dengan bajunya.


Dua orang laki laki itu pun menyerah untuk berusaha menggedor pintu, karena mereka sama merasa sesak. Bumi juga sama merasa sesak dan jantungnya mulai terasa sakit, tapi Bumi menahanya.


Zara lalu memegang tangan Bumi, karena Zara benar benar takut, Bumi pun menggenggam tangan Zara.


Sekitar 20 menit terkurung, ahirnya pintu lif bisa di buka oleh para teknisi, dan Bumi langsung memeluk Zara.


Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih...

__ADS_1


__ADS_2