MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Melahirkan


__ADS_3

Sampai di rumah sakit, Suamiku sudah menunggu kedatanganku di depan pintu UGD.Aku langsung di gendong Suamiku menuju bankar,setelah mobil berhenti.


"Tahan Sayang,, sebentar lagi kita akan bertemu dengan anak kita, "ucap Suamiku yang melihat ku sedang kesakitan.


"Dokter Hani,,, tolong selamatkan Istri dan anak saya, "kata Suamiku yang mendorongku masuk ruang bersalin.


Dan Dokter Hani langsung memeriksaku, rasanya Aku sudah tidak ada tenaga, sangat lemas.


"Dokret Agung,, keadaan Dinda sangat lemah, dan air ketuban hampir habis, kita harus segera oprasi sesar, "Suamiku langsung melihat ke padaku.


"Lakukan Dok, kalau itu yang terbaik untuk Isti dan anaku, "Air matuku pun mengalir,karena keinginanku lahiran normal tak bisa di lakukan.


"Sayang,, Adek pasti bisa, Adek harus kuat untuk anak kita, "sambil mencium keningku suamiku berkata.


Aku hanya menganggukan kepalaku dan tersenyum, Suamiku menandatangani persetujuan oprasi dan Dokter Hani langsung bersiap mengoprasiku.


Suamiku menemaniku dan berdiri di dekat kepalaku sambil menggenggam tanganku.


"Mass,,, "kataku lirih.


"Iya Sayang,, Adek pasti bisa, "sambil mengusap kepalaku yang berkringat.


Setelah Dokter menyuntiku, Aku sudah tidak merasakan apa apa lagi, Aku hanya bisa berdoa,semoga di beri kelancaran.


Tak berapa lama Aku mendengar tangisan bayi dengan kencangnya, dan suster mendekatkan bayi kecil yang menangis itu ke padaku.


Suamiku langsung berucap sukur dan menangis haru.


"Dok,, Selamat yah, anak Dokter dan Mba Dinda laki laki, sehat dan lengkap semuanya, "kata suster.


Aku sudah merasa lega dengan kelahiran anaku,lalu Suamiku sampai menangis sambil mencium keningku dan bilang terimakasih atas perjuanganku melahirkan anaknya,tapi tiba tiba pandanganku kabur dan tak ingat apa apa lagi.


.


.


.


Agung POV


Saat suster memberi taukan jenis kelamin anaku laki laki, Aku sangat senang dan air mataku pun mengalir dengan sedirinya.Lalu Suster membawa anaku lagi untuk di bersihkan.


Ku cium kening Istriku dan mengucapkan terimakasih atas perjuanganya, tapi tiba tiba Istriku menutup matanya, Aku langsung kaget.


"Adek,,, buka mata,ayo bangun,,, "sambil Aku tepuk pipi Istriku.


"Dok,, Istriku pingsan, tolong lakukan sesuatu, "kataku mendekat ke Dokter Hani.

__ADS_1


"Tenang Dok,sepertinya Dinda hanya kelelelahan, makanya pingsan, "Aku sedikit lega mendengarnya, walau Aku Dokter dan tau tentang kondisi Istriku,tapi karena rasa paniku membuatku merasa takut tentang keadaanya.


Saat Dokter sedang membersihkan badan Istriku, Aku keluar untuk memberi taukan keadaan Istriku ke pada keluarganya.


Saat Aku keluar, rupanya Ayah mertuaku juga sudah ada di depan ruang oprasi ,bersama Ibu dan Mba Siti.


"Gimana Dinda dan Bayinya Ji,? "tanya Ayah. Saat Aku keluar dari ruang oprasi.


"Semuanya selamat dan sehat, karena air ketuban Dinda pecah di rumah ,membuat sampai di sini hampir habis, jadi Dokter melakukan oprasi untuk mengeluarkan bayinya, "jawabku.


"Bayinya cewe apa cowo Gung, ?"tanya Ibu.


"Bayinya cowo dan sangat sehat, beratnya 3,5 kg, "jawabku. tadi suster yang memberi taukan padaku tentang berat juga panjang anaku.


"Sukurr,,, "kata Ayah dan Ibu bersamaan.


"Apa kita bisa melihat cucu kita Ji, "


"Bisa Yah, cucu Ayah ada di ruangan sebelah situ, "sambil Aku menujuk ke arah tempat di mana bayi yang baru lahir di tempatkan.


Setelah selesai dengan oprasinya, Istriku di pindahkan ke ruang perawatan. mungkin karena masih pengaruh obat, membuat Istriku belum sadar dari pingsanya.


Setelah Ayah dan Ibu melihat bayi ku, mertuaku langsung masuk ke ruangan di mana Dinda sedang berbaring dan belum sadar.


"Udah melihatnya Yah, ?"tanyaku.


"Udah,,, cucuku mirip dengan mamahnya, kalau di lihat dari binirnya itu, "kata Ayah sambil duduk di sofa di susul Ibu. sedang Mba Siti tadi aku suruh pulang dulu.


"Ya sih,,, kalau liat mata sama hudung lebih ke kamu, "


Saat kita sedang mengobrol di sofa, Aku melihat Istriku yang menngerakan tanganya, Aku langsung mendekat.


"Adekkk,, "kataku sambil mendekat.


"Hauss,,"kata Istriku.


"Tunggu Adek buang angin dulu yah, baru minum, "sambil mengusap kepala Istriku.


Lalu tak berapa lama Istriku buang angin, dan Istriku langsung memintaku untuk mengambilkan minum.


"Udah,,, "Istriku mengangguk.setelah Aku memberinya air minum dengan menggunakan sedotan.


"Sayang,,, selamat yah, sekarang sudah menjadi seorang Ibu, "kata Ibu sambil mengusap kepala Istriku. dan dia hanya tersenyum.


"Mana Mas,, dede nya,? "tanya nya.


"Iya nanti Mas panggil suster untuk membawanya kesini, "jawabku.

__ADS_1


Lalu Aku keluar untuk memanggil suster untuk membawa anaku ke ruang rawat Istriku.


Setelah menunggu, ahirnya suster membawa anaku masuk, Aku langsung mengatur ranjang agar Istriku bisa nyaman dengan bersandar dan sedikit duduk. karena bekas oprasi yang masih basah jadi belum bisa di bawa duduk tegak.


"Malam Ibu Dinda, ini bayinya, "sambil memberikan anaku pada Istriku.


"Iya Sus, trimakasih, "jawab Istriku setelah menggendong bayinya.


Setelah Suster pergi, Ibu mengajari Istriku untuk menyusui dede bayi.dengan susah payah Istriku menahan sakit, ahirnya bisa walau harus di bantu dengan di ganjal bantal dan menahan sakit.


Aku selalu menemani Istriku, dan melihat proses anaku mulai menyusu dan menyedotnya. Aku melihat Istriku yang seperti kesakitan, rupanya anaku seperti bapanya,kalau masalah menyedot itu jago. hehe..


"Udah siapkan nama belum Ji, buat cacaku, ?"tanya Ayah.


"Sudah ada Yah, cuman Aku dan Dinda belum memutuskan yang mana, soalnya kita bikin nama ada dua, jadi nanti Aku bicarakan lagi sama Dinda, "


Aku melihat ke Istriku yang sedang tersenyum melihatku, karena nama anak laki laki adalah nama yang Istriku cari, karena Istriku memang menginginkan anak laki laki, beda denganku ,kalau Aku sekasihnya yang di atas saja.


"Oh gitu,,, "jawab Ayah.


Karena sudah malam Ayah dan Ibu ahirnya berpamitan untuk pulang, besok katanya datang lagi.


Sekarang Aku sedang menggendong anaku yang sedang tertidur, sedang Istriku duduk di ranjang sambil makan buah.


"Mas,, tidurin aja dede di box.Mas emang ngga cape dari tadi gendongin terus, "kata Istriku saat menyuapi Aku buah saat mendekat padanya.


"Ngga kok Mah,, Papah ngga cape gendong dede, "jawabku sambil Aku menciumi pipi bayiku.


"Mas,, kenapa perut Dinda ngga enak ya Mas, seperi nyeri gitu,? "


"Itu pasti pengaruh jahitanya Dek, Adek ngga boleh banyak gerak dan kecapean, biar cepat kering dan ngga nyeri lagi, "kataku.


"Dek,,, nih sepertinya dede nya pengin ***** deh, "kataku karena dede bayinya gerak terus.


"Sinih Mas biar Dinda nenenin, "lalu Aku memberikan dede bayinya ke Istriku.


Aku duduk di sebelah Istriku, sambil melihat anaku yang sedang *****.


"Aduhhh,, Sayang pelan dong, "ucap istriku.


"Kenapa Dek,,? "


"Ini Mas,, anakmu kenceng banget nyedotnya,sampai sakit, "Aku hanya tersenyum.


Setelah dede bayi kenyang, dia langsung tidur lagi, Istriku menyuruhku untuk menidurkan di box bayi.


Karena anaku terlahir dengan keadaan sehat, jadi Aku meminta persetujuan pada Dokter Hani, untuk anaku agar tetap bersama Ibunya dalam satu ruangan.

__ADS_1


**Anaknya Dinda sama Mas Agung cowo tuh,, tolong dong kak, bantu Aku kasih nama, bingung aku tuh kalau soal nama, semoga kaka kaka semua ada yang mau membantuku, makasih...


Jangan lupa like, komen dan votenya ya kak**...


__ADS_2