MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Nasi Goreng Asin


__ADS_3

Ayah Doni


"Maaf kek,, Saya mau tanya apa Zara bukan anaknya Dian,,tapi Zara adalah anak adik kembaranya Dian? "tanyaku.


"Iya,, Zara adalah anak adinya Dian,, Dian sangat menyayangi Zara seperti anaknya sendiri, dan sampai setiap ada laki laki yang mendekatinya Dian selalu mengatakan kalau dia punya anak.banyak laki laki yang suka dengan Dian tapi saat tau Dian punya anak mereka pada mundur. dan sampai sekarang Dian pun belum menikah, dia mau menikah dengan laki laki yang menerima Zara dengan tangan terbuka dan tentunya menyayangi Zara juga,"Aku pun menganggukan kepalaku.


"Nak Doni saya menceritakan ini karena kakek percaya Nak Doni orang baik,kakek sudah tua tidak bisa menjaga anak dan cucu Kakek, dan kakek punya permintaan maukah Nak Doni menikah dengan Dina,, "Aku langsung kaget mendengar perkataan Kakek.


"Sepertinya Saya tidak pantas untuk Dian Kek, Dian masih muda dia masih bisa cari pria yang lebih muda, karena Saya sudah tua tidak pantas bersanding dengan Dian,, "kataku, karena Aku sungguh tidak enak karena belum tentu Dian mau denganku, Aku pun tidak akan berharap.


"Kakek sangat suka dengan Nak Doni ,semoga Dinda mau dengan Nak Doni, karena Kakek sebenarnya juga takut tidak bisa menjaga Dian karena Papahnya Zara selalu mengancam Dinda, Papah Zara menginginkan Dian untuk jadi istrinya dan Dinda tidak mau,karena orangnya sangat kasar dan suka bermain wanita. sekarang Kakek sudah sakit sakitan, jadi tidak bisa lagi untuk menjaga Dian dan Zara, "Aku pun sedikit kaget, jangan jangan pria yang dulu pernah berbuat kasar sama Dian yang mengaku sebagai calon suami Dian.


"Papah Zara selalu mengancam Dian ,kalau tidak mau menikah denganya, Zara akan di ambil olehnya,, Dian selalu tertekan kalau Papahnya Zara mendatanginya, untungnya Papah Zara tinggal di kota B, jadi tidak selalu menekan Dian,"Aku pun melihat ke arah Dian yang sedang tidur, rupanya dia gadis yang malang.


"Trimakasih Nak Doni mau mendengarkan cerita Kakek, kakek hanya bisa berdoa pada Tuhan semoga Nak Doni dan anak Saya Dian berjodoh,, "Aku hanya bisa diam, Aku tidak berani bilang amin, takutnya Aku makin berharap.


"Kakek mau tidur dulu ya Nak,, selamat malam,, "Aku pun mengangguk, dan membenarkan slimut kakek, dan lampu Aku matikan, karena Kakek suka gelap.


Karena Aku belum mengantuk, ahirnya hanya bisa duduk di sofa sambil menyandarkan kepalaku di sandaran sofa. dan karena sepi dan lampu yang gelap lama kelamaan mataku pun terpejam.


Aku merasakan ada yang menyelimutiku, karena merasa kaget Aku tidak sengaja menarik tanganya dan orang yang ku tarik jatuh ke pangkuanku.


Wajahku dengan orang yang jatuh di pangkuanku sangat dekat, sampai nafas kita pun sama sama merasakan, entah setan apa yang merasukiku, tiba tiba ada dorongan dalam jiwaku, Aku mendekatkan bibirku ke bibir orang yang ada di pangkuanku ini, Dan Aku mencium bibirnya tadinya hanya menempel tapi karena sepertinya dia tidak menolaknya Aku pun mulai melu*at bibirnya dan menggigit kecil supaya bibirnya terbuka, Aku menyedotnya dengan sangat berna*u mungkin karena sudah lama Aku tidak pernah merasakan ciuman, Aku merasakan dia yang hanya diam seperti kaku, sepertinya dia tak bisa berciuman.

__ADS_1


"Di,,, Papah haus...., "tiba tiba suara kakek terdengar.


.


.


.


Dinda


"Mas,,,, Dinda laper,, "Aku terbangun karena merasa perutku lapar. dan tidak tau jam berapa. Aku bangun dan bersandar pada sandaran kasur.


"Hemmm,, ya Dek,, kenapa,? "sambil mengucek matanya dan duduk di kasur.


"Adek mau makan apa,, mau buah biar Mas ambilkan di kulkas,, "sambil Suamiku akan bangun.


"Dinda mau nasi goreng pake sosis sama baso,, "jawabku.


"Ya udah Mas bangunin Mba dulu yah ,biar buat nasi goreng yang Adek pengin,"


"Dinda ngga mau Mba yang bikinnn, tapi Dinda maunya Mas yang bikinnn,, "kataku.


"Tapi Mas ngga bisa Dek, takut rasanya ngga enak,, "

__ADS_1


"Pokoknya Dinda mau Mas yang buat,, kalau ngga mau Dinda ngga usah makan, biarin dede kembar kelaparan di dalam,, "sambil Aku cemberut.


"Ya udah Mas bikinin,, tapi Adek temani Mas yah,, "Aku pun mengangguk.


Kita keluar dari kamar menuju dapur, dan Suamiku rupanya bawa hp, katanya akan membuka di aplikasi yang mencontohkan cara bikin nasi goreng yang Aku mau.


Aku duduk di kursi meja makan, dan sambil meminum teh manis hangat, yang di buatkan Suamiku tadi sebelum menyiapkan bahan nasi goreng.


Suamiku sangat fokus memasaknya, sampai tidak menghiroukan Aku yang ada di belakangnya, sampai ahirnya penantianku selama 20 menit tidak sia sia, sepiring nasi goreng ada di depanku.


Aku pun langsung memakanya dan ternyata rasanya sedikit ke asinan, tapi karena Aku sangat lapar dan sepertinya dede bayi menyukainya jadi Aku memakanya pun tidak merasa mual, dan sampai habis tak tersisa.


"Gimana Dek,, enak ngga,,? "Aku mengangguk.


"Enak,, cobain nih Mas,"kataku sambil menyodorkan sendok yang mulut Suamiku.


"Udah buat adek aja, takut Adek ngga kenyang,, "


"Dinda udah kenyang kok, ini tinggal satu sendok buat Mas aja, aaa,,,, "kataku.


Suamiku lalu membuka mulutnya, dan saat mengunyah Suamiku bangun dari duduknya dan menuju westafel, lalu melepehnya.


"Adek,, nasi gorengnya asin, kok tetep di makan sih,,, "sambil mengambil minum.

__ADS_1


"Tapi enak kok asin juga,, "jawabku. Suamiku hanya menggelengkan kepalanya.


__ADS_2