MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Zara pulang ke Jakarta, Bumi Datang Ke Singapur


__ADS_3

Zara mengangkat telfon papahnya, sedang Rizki bangun dan duduk di sofa.


"Hallo Pah,,, "


"Hallo Sayang,, sudah tidur yah,,? "


"Belum Pah,, baru mau, ada apa Pah,, tumben telfonya malam gini,, "


"Ini sayang,, kakek sakit, dan kakek selalu manggil mangil kamu, sekarang kakek sedang di rawat,, "


"Ya Tuhan Kakek,,Pah kokndisi kakek gimana sekarang,, Zara mau pulang ya Pah,, Zara pengin ketemu Kakek,, "


"Coba besok Zara izin ke kampus untuk pulang ke Indonesia ,kalau boleh Zara pulang, nanti Papah antar ke Kakek,, "


"Iya Pah,, "sambil Zara menangis, memang Zara sudah lama ngga ketemu kakek.


Telfon pun mati, dan Zara masih menangis, Rizki yang melihat langsung mendekatinya.


"Sayang,, kamu kenapa,,? kok nangis, "sambil mengusap air mata Zara.


"Kakek sakit Bang, sekarang sedang di rawat di rumah sakit, Zara besok mau izin ke kampus, Zara mau pulang dan lihat kakek Bang,, "


"Yang sabar, dan banyak berdoa pada Tuhan agar Kakek tidak kenapa kenapa, udah jangan menangis, ini sudah malam, kita tidur yuk,, "Zara pun mengangguk dan langsung tiduran.


Rizki memeluk Zara dengan sayang, lalu. mencium keningnya juga sebelum tidur.


Pagi pun datang, Zara langsung bangun dan mandi, Zara bersiap untuk pergi ke kampus.


"Pagi amat mau ke kampusnya,,? "tanya Rizki saat Zara sedang bersiap. sedang Rizki baru bangun tidur.


"Zara cuman mau izin cuti Bang,, setelah Itu Zara langsung mau pulang ke Jakarta, "


"Mau Abang temani ngga,, "


"Ngga usah, nanti Abang temani Zara ke Bandara aja yah,, "


"Ya udah kalau begitu,, hati hati yah,, "Zara mengangguk dan mencium tangan Rizki.


Rizki lalu bangun dan Mandi, Rizki hanya sarapan roti, setelah itu Rizki menuju apartemen yang mau di tempati Mamahnya.


Saat akan masuk lif, Rizki mendengar Fatah yang sedang bicara dengan temanya, Fatah rupanya sedang membicarakan Zara.


"Iya Zara memang cantik, dan bodinya juga ok, tapi dia susah di dekatinya,, Aku denger sih Zara sudah punya kekasih,"kata Fatah pada temanya, Rizki yang sedang menunggu pintu lif terbuka masih mendengarkan obrolan dua laki laki, yang satunya adalah Fatah.


"Terus kejar,, jangan menyerah,, pasti lama lama juga luluh,,"

__ADS_1


Pintu lif lalu terbuka, Rizki lalu masuk ke dalam, Rizki rupanya sedikit kesal dan tangan Rizki pun mengepal.


"Brengsek,, benar dugaanku, laki laki itu memang suka pada Zara,, "Rizki berkata sendiri di dalam lif.


Setelah sampai Rizki lanjut bersih bersih, karena kemungkinan nanti malam Mamah dan adiknya akan sampai.


Rizki mengirim pesan pada Zara, dan mengatakan kalau dirinya sedang bersih bersih di apartemen yang akan di tempati Mamahnya.


Dua jam kemudian, Zara menyusul Rizki, dan menekan bel pintu, Rizki lalu membukanya.


"Ayo masuk,, "setelah Rizki membuka pintu. Zara pun lalu masuk.


"Gimana,, di izinin ngga,,? "Zara mengangguk.


"Mau berapa hari,, ?"


"Cuman di kasih 5 hari aja,, "


"Ya udah ngga papa,, "


"Zara mau pulang sekarang, Abang mau kan antar keBandara,, "


"Ya Abang antarin, Abang pesan dulu yah tiketnya,, "Zara mengangguk.


"Ayo kita ke apartemen kamu, kamu harus siap siap kan,, "Zara mengangguk.


Lalu Zara dan Rizki kembali ke apartemen Zara, dan saat sampai hp Zara berbunyi, ternyata telfon dari Mamah Dian.


"Iya Mah,, Zara akan pulang siang ini,, "


"Hati hati ya sayang,, kakek menunggu Zara di sini,, "


"Iya Mah,, "


Telfon pun mati, dan Zara langsung menangis sambil memeluk Rizki. Rizki lalu mengusap pundak Zara ,mereka saat ini sedang duduk di sofa.


"Sudah jangan menangis, nanti matanya bengkak,, kan mau pulang nanti kalau kebanyakan nangis pusing lagi, udah yah,, "sambil mengusap air mata Zara.


"Sudah yah, sekarang bersiap gih,cuci muka sanah,ngga usah mandi biar cepat,, "Zara hanya mengangguk, dan melepaskan pelukanya di badan Rizki.


Zara lalu bersiap, setengah jam kemudian Zara dan Rizki keluar dari apartemen menuju Bandara.


Sampai di Bandara Rizki dan Zara berpelukan.


"Hati hati,, kalau nanti sudah sampai kabari Abang yah,, "

__ADS_1


"Iya,, Abang di sini juga hati hati, salam buat Mamah dan Adek Abang nanti yah,, "


"Iya nanti kalau mereka sampai Abang akan sampaikan,, "


Lalu pelukan mereka pun terlepas, Zara masuk ke dalam, dan Rizki masih berdiri menunggu sampai Zara tak terlihat.


Setelah Zara tak terlihat, Rizki baru balik menuju apartemen Zara dengan naik taxsi.


Sekitar dua jam kemudian Zara mengirim pesan dan bilang sudah sampai. Rizki sudah merasa lega. sekitar jam 10 malam Rizki kembali menuju Bandara singapur untuk menjemput Mamah dan Adiknya.


"Abang,,,, "teriak Bumi memanggil Rizki.


"Adekk,, "jawab Rizki dan mereka saling peluk.


"Mah,,, "setelah memeluk Bumi, Rizki lalu memeluk Mamahnya.


"Kita langsung ke apartemen yuk, biar bisa istirahat dengan enak,"kata Rizki.


Lalu mereka bertiga menuju apartemen, sampai di apartemen Mamah menyukai apartemenya.


"Zara mana Bang, kok ngga ikut jemput,,? "tanya Mamah saat mereka bertiga sedang duduk di sofa.


"Zara lagi pulang ke jakarta Mah tadi sore, kakeknya sakit,, dan sedang di rawat di rumah sakit,, "


Bumi yang mendengar nama Zara langsung bertanya.


"Emang siapa Zara Bang, Mah,,? "tanya Bumi.


"Zara itu pacar Abang, dan dia juga kuliah di sini,, "


"Oh pacar Abang ,apa udah lama pacaranya Bang,,? "


"Sudah,, Abang denganya sudah jalan 3 tahun"


"Lama banget Bang,, berarti dari dia SMA dong,, "Rizki mengangguk.


"Adek juga punya teman namanya Zara saat dulu SMA,, "


"Oh,, tapi semoga bukan Zara pacar Abang, karena Pacar Abang sangat cantik,, ngga mungkin teman kamu Dek,, "Bumi hanya tersenyum.


Sedang Zara dengan Hendra saat ini sedang menuju ke rumah Dian. dan akan ke rumah sakit untuk menjenguk Kakek.


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...


**Mampir juga di ceritaku yang baru yah, dan jangan lupa tinggalkan jejak.

__ADS_1


__ADS_2