
Aku membuka tas yang di bawakan oleh Mamah, karena Aku akan mengganti bajuku.
"Lagi ngapain De,, ?"saat melihat Aku mengaduk aduk isi tas.
"Ini Mas,, Dea mau ganti baju, tapi baju yang di bawakan Mamah Dea rasa ngga enak di pakainya deh,, "jawabku.
"Emang Mamah bawain baju apa,,? "
"Mas ngga usah lihat,, karena bajunya kekurangan bahan semua,, "jawabku.
"Mamah tuh ngapain sih,, anak lagi sakit gini malah nyuruh kamu pakai baju gituan, pengin lihat anaknya kejang jejang kali yah,, "Aku hanya tersenyum dan mengangkat bahuku.
"Biar Saya telfon Rizki biar dia belikan baju tidur yang nyaman buat kamu,, "
"Ngga usah lah Mas,, kasihan Rizki udah malam masa di suruh suruh,, "
"Ya trus kamu gimana tidurnya,, masa pakai baju itu,, "
Iya juga yah,, masa Aku tidur pakai baju kebaya gini,, fikirku.
"Iya udah deh Mas suruh Rizki belikan,, Dea udah gerah nih,, "kataku.
Lalu Mas Hendra menelfon Rizki dan menyuruhnya beli baju tidur untukku.Sambil menunggu Rizki datang Aku membersihkan wajahku dulu karena tadi habis mekup.
Setelah wajahku bersih Aku mendekati Mas Hendra dan duduk di sebelahnya, lalu Aku genggam tangan Mas Hendra dan kita pun saling tersenyum.
"Mas,, Dea ingin memfosting foto tangan kita di media sosial Dea, apa boleh,, "
"Buat apa,, "
"Ingin aja,, itu kalau boleh, kalau Mas merasa keberatan juga ngga papa,, "
"Kenapa cuman tanganya, apa malu lihatin wajah Saya yang jelek ini,, "
"Ngga malu kok,, malah Dea sengaja ngga lihatin wajah Mas, agar teman Dea ngga pada iri lihat suami Dea yang sekarang ganteng dan kaya lagi,, "sambil Aku tersenyum.
"Menghina ini kayanya,, "
"Ngga serius,, "sambil ku acungkan 2 jariku.
Aku ambil hpku dan ku foto tangnku dan Mas Hendra yang sedang berpegangan.
Lalu Setelah foto ku dapat, Aku langsung mengaplodnya ke media sosialku,dengan di beri tulisan.
__ADS_1
"Lihat Mas,, bagus ngga,, "sambil ku. perlihatkan layar hpku pada Mas Hendra, dan Mas Hendra pun tersenyum sambil mengngguk.
"De,, Saya pengin ini,, "Sambil menujuk pipinya.
"Apa sih Mas,, masih sakit juga ih,, "
"Yang sakit kakinya,, yang lain masih normal, ininya Saya juga nih bisa berdiri, "sambil menunjuk ke arah tengah tengah pa*ha,Aku langsung melototkan mataku.
"Mas,, kamu tuh mesum amat sih,, "
"Makanya buruan cium,, nolak permintaan suami dosa loh yah,, "sambil memainkan alisnya naik turun. Aku yang melihatnya langsung tersenyum malu, rasanya tak menyangka kalau sekarang Aku dan Mas Hendra sudah menikah.
Lalu Aku pun berdiri dan mendekat,sambil ku condongkan badanku ke arah Mas Hendra. Baru saja bibirku baru mau menempel, pintu tiba tiba terbuka.
"Maaf,, apa kedatangan Saya tidak tepat waktu,, "Aku langsung memundurkan kepalaku, saat ada suara Rizki. Rasanya sungguh malu Aku ini.
"Kenapa ngga ketuk pintu dulu kalau mau masuk sih,, ganggu aja,, "sedang Rizki hanya tersenyum sambil menggaruk rabutnya yang tidak gatal.
"Mana baju buat Saya Ki,, ?"lalu Rizki mengacungkan kantong padaku,lalu Aku mengambilnya dan langsung masuk kamar mandi.
Aku mengganti bajuku tidak membutuhkan waktu lama, karena bajunya sangat simpel di kancingnya, jadi memudahkanku melepasnya.
"Rizki dah pulang Mas,,? "saat Aku keluar dari kamar mandi Rizki sudah tidak ada.
"Kok di usir sih,, "
"Biar ngga ganggu kita,, itu pintunya kunci aja,, ini sudah malam pasti dokter juga ngga akan memeriksa,, "
"Iya,, "Aku iya kan saja biar cepat, sambil berjalan ke pintu dan menguncinya.
"Sinih,,,"Aku di suruhnya mendekat.
"Apa,, "menujuk pipinya lagi.
Ya Tuhan ini orang benar benar dalam hatiku. Lalu Aku pun mendekatkan bibirku ke pipinya Mas Hendra dan menciumnya, setelah Aku cium pipinya,Mas Hendra menujuk bibirnya ,lalu Aku hanya menciumnya sekilas.
"Udah yah,, gampang nanti kalau sudah sembuh,, "sambil ku usap pipinya dan ku cium keningnya.
.
.
.
__ADS_1
Hari pun berlalu, sudah satu minggu Mas Hendra di rawat di rumah sakit,Dan Hari ini Dokter sudah mengizinkan untuk pulang, Mamah sedang ke bagian administrasi, sedang Aku membereskan barang barang, setelah tadi membantu Mas Hendra ganti baju.
"Sudah selesai De,, beres beresnya,?"saat Mamah masuk dan ternyata sama Rizki juga.
"Sudah nih Mah,, "
"Ya udah yuk kita pulang,, Ki tolong bantu Hendra duduk ke kursi roda yah,, "kata Mamah.
Lalu Aku dan Rizki membantu Mas Hendra untuk duduk, dan setelah duduk Rizki yang mendorongnya, sedang Aku dan Ibu mengikuti di samping kiri dan kananya, sedang barang barang di bawa oleh pak supir Mamah.
Lalu kita semua masuk mobil, dan Mas Hendra pun di bantu lagi untuk masuk mobil. Rizki tidak ikut ke rumah dan berpisah di parkiran.
"Mas,,, perban yang di kaki mau di buka sekarang apa nanti aja,, "tanyaku saat kita sudah sampai rumah, dan sekarang Aku dan Mas Hendra sudah di kamar.
"Nanti saja, kamu istirahat aja dulu gih,, pasti kamu cape, sudah seninggu ini kamu tidur di rumah sakit pasti kurang nyaman,, sinih ,"sambil menepuk kasur sebelahnya.
Badanku memang rasanya pada sakit dan sangat tidak enak,seperti pegel gitu.mungkin karena tidurku yang kurang dan tempatnya juga ngga nyaman. Lalu Aku pun naik ke kasur dan merebahkan badanku di samping Mas Hendra.
"Tidur dan istirahatlah,, "Aku pun mengangguk.
"Nanti jam 4 sore Dea bangunin ya Mas,, soalnya waktunya Mas bersih bersih dan minum obat,, "
"Iya,,, "lalu Aku pun memejamkan mataku, rasanya sangat nyaman tidur di kasur Mas Hendra yang sangat empuk ini sampai Aku langsung terlelap.
.
.
.
Hendra
Aku hanya bisa memandangi wajahnya saja, tidak berani untuk menyentuhnya, bukan karena apa apa, tapi Aku tidak mau mengganggu tidurnya yang kelihatan sangat nyenyak.
Aku tau pasti dia sangat lelah setelah seminggu mengurusku di rumah sakit dengan begitu telaten.
Sungguh Aku sangat mencintainya,hanya orang bodoh yang melepaskan perempuan seperti dia, wanita mandiri dan tidak banyak menuntut yang membuatku makin menyayanginya.
Berlahan Aku mencium keningnya dan berbisik I Love You di telinganya.
**Jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...
Aku mau promosi nih,, Aku buat cerita baru silakan mampir, MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH**.
__ADS_1