MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Kembar Sudah Terlihat Pucat


__ADS_3

"Baik,, akan saya turuti kemauanmu,, kapan dan di mana kita akan bertemu,, katakannn,, "kata Agung.


"Bagus saya suka dengan jawaban bapak,, tapi perlu Bapak tau ,kalau sampai Bapak melibatkan polisi, anak bapak akan ada dalam bahaya,, "


"Bapak silakan datang ke apartemen di jalan cendrawasih, lantai 10 no 2,ingat kalau sampai Bapak membawa polisi, anak anak Bapak yang akan jadi korbanya, "


"Baik,, saya akan datang sendiri,tapi jangan sampai kamu melukai anak anaku, kalau itu terjadi saya pastikan kamu akan mati di tanganku,, "sedang Fitri tertawa puas.


"Datang lah sekarang, Aku akan menunggumu, "telfon pun mati.


Dinda langsung memeluk Agung sambil terus menangis.


"Selamatkan anak anak kita Mas,, jangan biarkan anak anak kita kenapa napa,, "


"Iya sayang,, Mas akan selamatkan anak anak kita, tenanglah,, "sambil melepaskan pelukanya.


"Pak Agung,, saya akan menyuruh anak buah saya untuk menyamar, dan akan mengikuti. Bapak, jadi Bapak sebisa mungkin untuk berekting biasa aja, jangan sampai mereka curiga,, "


"Iya Pak,, "jawab Agung.


"Dan Saya akan memasang alat lacak pada tubuh anada sekarang,, "


"Iya pak silakan,, "Agung lalu di pasang alat, dan setelah selesai Agung langsung berangkat.


"Mas Dinda ikut,, "


"Jangan sayang,, ini sangat berbahaya,, Sayang di rumah saja, dan doakan Mas pulang bersama anak anak dengan selamat,, "


"Tapi Mass,,, "Agung langsung memeluk Dinda.

__ADS_1


"Percaya sama Mas,, hemmm,, "Lalu Agung mencium kening Dinda, dan setelah itu Agung membawa mobilnya untuk keluar dari rumahnya.


Di belakang mobil Agung ada mobil polisi yang sudah menyamar, Sampai di apartemen yang di tuju, Agung turun dari mobil setelah mobil terparkir.


Rupanya Agung sudah ada yang menjemput, satu pria mendekati Agung sambil melihatkan sepujuk senjata yang ada di balik jaket kulitnya.


Agung di suruh jalan di depanya, Agung menurutinya, karena Agung tidak ingin anak anaknya dalam bahaya.


Setelah sampai di dalam apartemen, Agung di geledah, dan hp Agung di ambilnya oleh Fitri. setelah itu Agung di ikat di kursi dengan tali oleh dua laki laki teman Ayu.


"Mana anak saya,, saya sudah penuhi ke inginanmu, jadi bebaskan anak anakku,, "


"Hahaa,, tidak segampang itu,, kamu harus layani Aku dulu baru aku lepaskan mereka,, "


"Ciuhhh,, sungguh perempuan menjijikan,, "


Plakkkk,,,


"Hahaaaa,,, ya memang sih benar yang kamu katakan, Aku adalah perempuan menjijikan, tapi ini semua juga ulah kamu, Aku iri melihat kebahagiaanmu itu, kenapa hidupmu sangat bahagia dan sempurna,, padahal Aku tidak kalah cantik dengan istrimu bukan ,tapi kamu sama sekali tidak meliriku ,bahkan Aku juga lebih muda dari istrimu itu. jadi sekarang Aku ingin melihat keluargamu hancur, hahaa,, "


"Keinginanmu tidak mungkin terkabulkan, Tuhan tau mana yang salah dan yang benar,, "


"Jangan sok suci kamu,, kamu juga sebenarnya pria rendahan , karena kamu Dokter aja jadi orang tidak mencibirmu, mana ada laki laki yang menikahi ibu dan anaknya ,cuihhh,,, "sabil Fitri meludah. sedang Agung menatap Fitri dengan tatapan membunuh.


"Sudah lah simpan energimu buat kita nanti bermain di kasur,, jangan marah marah terus seperti itu,, kamu jadi kelihatan tua, hahaaa,, "


Fitri lalu menyuruh dua pria temanya untuk mengangkat Agung ke kamarnya dan sampai di kamar Agung di tidurkanya di atas kasur.


Agung melihat anak anaknya yang tidur terlelap di atas sofa yang ada di kamar itu, tapi itu karena pengaruh obat bius, dan terlihat dua anaknya sudah sedikit pucat.

__ADS_1


"Lepaskan anak anaku, kamu bebas ingin. melakukan apa saja tapi lepaskan anak anaku, dia masih terlalu kecil untuk kamu siksa,, "kata Agung dengan rasa sedih di dalam hatinya karena melihat anaknya yang sedang kesakitan.


"Akan Aku lepaskan, tapi layani Aku dulu ok,, kita main main dulu yah hemmm,,, "sambil Fitri menciumi pipi Agung, sedang Agung membuang muka kesamping, Agung sangat jijik melihat Fitri.


Sedang di luar apartemen, pak komandan sedang menyusun rencana untuk menggerebeg apartemen Fitri.


Pak komandan memberi arahan pada bawahanya untuk memancing satu laki laki di dalam untuk keluar, dan setelah rencana tersusun dengan rapih, komandan pun menyuruh bawanya untuk bersiap menjalankan rencananya.


Satu polisi menyamar dengan menggunakan baju petugas kebersihan apartemen, dan yang lainya bersembunyi tidak jauh dari apartemen Fitri.


Setelah siap,polisi yang menyamar mengetuk pintu, dan di bukalah oleh satu pria yang sangat seram.


"Mau ngapain kamu hahh,,, ?"sambil mencengkram kerah baju polisi yang menyamar.


"Maaf ganggu pak, ini saya cuman mau ambil sampah,, "


"Ngga perlu,,, "lalu mendorong pak polisi itu, tapi rupanya pak polisi itu memegang tangan pria teman Fitri sehingga si pria teman Fitri itu ikut kebawa keluar dari ruangan apartemen.


Saat itu dari arah belakang ada polisi yang lainya langsung menyegapnya, dengan langsung menyodorkan pistol ke kepala pria teman Fitri.


"Angkatanganmu,, "satu polisi menyuruh angkatangan, dan setelah itu satunya lagi membrorgolnya langsung.


Satu polisi menelfon komandanya untuk melapor, dan komandan menyuruhnya untuk di amankan di bawah gedung apartemen.


Satu orang sudah di amankan, dan sekarang tinggal memancing satu orang lagi untuk keluar,Dinda lalu memberi ide pada pak komandan. Dinda rupanya ikut datang ke apartenen Fitri, tadi Dinda sudah di larang untuk jangan ikut, tapi Dinda memaksa untuk tetap ikut, karena Dinda menghuatirkan anak anaknya.


Pak komandan mendengarkan ide Dinda, tadinya komandan tidak setuju dengan idenya, tapi Dinda memaksa karena ini ide yang cukup bagus, tapi harus melibatkan Dindanya juga.


**Apa yah ide Dinda itu,, lanjut besok..

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan votenya trimakasih**..


__ADS_2