MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Zara Merasa Malu


__ADS_3

Zara dan Rizki selesai makan,lalu mereka melanjutkan perjalanan lagi menuju rumah Mamah Dian.


"Kenyang sayang,, ?"tanya Rizki saat sudah di dalam mobil.


"Kenyang,, tadi sambalnya sangat enak,, apa lagi bebek gorengnya ,dagingnya sangat lembut, "Lalu Zara menyandarkan kepalanya di pundak Rizki setelah bicara.


Rizki membawa mobilnya sangat pelan, Rizki tidak ingin buru buru sampai, karena ingin menikmati waktu berdua dengan Zara lebih lama lagi.


Mereka berdua sambil menyalakan musik dan bernyanyi bersama. Zara juga merekam menggunakan hpnya.


**Dalam Sepiku kou lah candaku


Dalam Gelapku kau lah pijarku


Dalam Hatiku engkolah cintaku


Kau lah lentera di dalam jiwa


Kuatkan Raga peluk nan cinta


semoga abadi cinta tuk selamanya**....


Rizki dan Zara bernyanyi dengan bahagia, dan selesai bernyanyi Zara mencium pipi Rizki dan hp masih dalam posisi merekam.


Zara lalu melihat rekamanya sambil tersenyum ,sampai beberapa kali mengulang.


"Bang,, lihat deh kita lucu yah ,,"Rizki pun mengangguk.


"Sayang kirim rekamanya ke hp Abang, dan di hp kamu hapus saja,takutnya hp kamu ada yang melihatnya nanti bahaya,, "


"Tapi Zara suka Bang,, "


"Kan nanti bisa lihat di hp Abang,, udah nurut kirim hp Abang dan hapus di hp kamu, "Walau Zara ngga mau, tapi memang ada benarnya yang di katakan Rizki.


Lalu Zara mengirim ke hp Rizki, dan di hp Zara langsung di hapus.


"Zara pinjem hp Abang yah,, "


"Iya pakelah,, "Zara lalu mengambil hp Rizki di kantong bajunya.


Saat Zara membuka hp Rizki, Zara tidak sengaja melihat ada pesan masuk, dan kelihatanya dari wanita.


Lalu Zara yang penasaran membuka pesan itu, dan Zara membacanya.

__ADS_1


"Mas Rizki kok ngga kerja hari ini, Mas Rizki lagi di mana,, tadi Aku ke kantor tempat Mas kerja loh,, eh kata sekertaris Pak Hendra Mas ngga kerja, "


"Ini siapa,, kenapa dia nyariin Abang,, "sambil menujukan pesanya pada Rizki.


"Oh,, dia sekertarisnya Pah Herman, "


"Siapa pak Herman,, "


"Dia yang ingin menjodohkan kamu dengan anaknya,, "


"Terus kenapa sekertarisnya nyariin Abang,, "


"Mana Abang tau,, "


"Abang ngga macam macam kan,, awas loh yah Bang kalau sampai macam macam, Zara putong ininya Abang, "sambil meremas senjata Rizki yang ada di dalam celana.


"Aduhhh,, sakit Yangg,,, "teriak Rizki yang kesakitan saat Zara meremas miliknya.


"Emang sakit banget yah, Maaf Zara ngga sengaja,, "Zara melihat Rizki yang masih meringis kesakitan menjadi tidak enak.


"Ini tuh sakit dan nek gitu loh Yang,, aduhh, "Tangan Rizki lalu sambil mengusapnya.


"Sinih Zara yang usapin, Abang kan lagi nyetir nanti bahaya,, "


"Yang,, tunggu bentar,, ini celana Mas jadi sesak ,ngga enak banget, Abang lepas dulu kancingnya,, "


Lalu kancingnya di lepas dan sletingnya juga, dan sekarang terlihat cel*ana dala*mnya Rizki yang mengembung.


"Usap lagi Yang,, "sambil menarik tangan Zara untuk mengusap miliknya.


"Ihh,, kok jadi besar gini sih,, ngga ah Zara geli, "menarik tanganya lagi.


"Geli gimana,, ini karena sakit tadi kamu remas, jadi besar gini ,ini masih sakit loh Yang, kamu ngga kasihan sama Abang,, "


"Masa sih,, kayanya Zara cuman remas kok bisa langsung besar gini sih,, "Zara lalu mengusapnya lagi.


"Mau lihat ngga,, ?"


"Lihat Apa,,? "


"Yang di dalam celana,,"


"Ngga,, "

__ADS_1


"Kenapa,,? "


"Takut,, "Rizki pun tertawa dengan kencangnya mendengar perkataan Zara yang bilang takut.


"Gimananya yang bikin takut sih Yang,, ini tuh yang bisa bikin kamu keenakan loh,,kok malah takut,, "


"Iih,, Abang kok ketawa sih,, katanya masih sakit, Abang bohong yah,, "


"Tadi beneran masih sakit Yang, tapi pas denger kamu bilang takut, sakitnya hilang karena perkataanmu itu loh,, "sambil tersenyum dan geleng geleng kepala Rizki berkata.


"Alah bohong tuh,, "sambil tanganya di lipat ke dadanya.


"Ngga,, Abang ngga bohong,, "sambil mengusap rambut Zara.


"Yang,, kamu mau berapa hari di rumah mamahmu,, ?"


"Zara belum tau, Zara sih gimana Papah aja kapan mau jemputnya,, "


"Trus dapat izin dari kampus berapa hari,? "


"Cuman seminggu,, "


"Bentar banget sih kamu Yang di Jakarta, dan kita sepertinya ngga ada waktu untuk berduaan deh,, "


"Ya ini kita lagi berduaan,,"


"Beda lah Yang,,, Yang bentar lagi sampai nih, ininya Abang masih sakit, tolong lus dong bentar aja,, "sambil mengambil tangan Zara.


"Ngga,,Zara ngga mau,, "


"Pliss,, Yang,, Abang hanya pengin di elus aja kok,, "sambil menarik tangan Zara lagi.


"Bang itu depan tinggal belok kanan sudah sampai rumah Mamah loh, jangan macam macam,, "


"Makanya karena bentar lagi sampai, jadi sekarang pegang dulu,,, "Zara membuang nafasnya kasar, lalu mengusap milik Rizki dari luar celana.


"Yang enak banget sih,,, "Zara hanya diam. dan tangan Rizki ikut menggerakan tangan Zara, dan membuat Zara sedikit malu.


Lalu sekitar 5 menit mobil sampai di depan rumah Mamah Dian, Zara langsung menarik tanganya dan langsung turun, Rizki yang melihat tingkah Zara yang sepertinya malu, hanya tersenyum.


"Kamu buat Aku gila tau ngga sih Za,, ngga akan Aku biarkan orang mengambilmu dari sisihku, kamu hanya untuku,, "Rizki bicara dalam hati sambil melihat ke arah Zara yang sedang membuka pintu gerbang.


Setelah Zara masuk, Rizki membenarkan celananya, dan setelah rapi Rizki pun turun dengan membawa tas milik Zara.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih...


__ADS_2