MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Dinda Dan Agung Sama Sama Menangis


__ADS_3

"Kamu kembalilah, orang tuamu menunggumu,dan pasti mereka akan sangat sedih Karena kamu tidak pulang,"Abang diam sambil menatap Sila.


"kamu sebentar lagi akan bertemu cinta sejatimu,yang akan menemani kamu sampai tua,jadi kamu harus pulang,Aku ingin kamu bahagia,kejarlah cinta sejatimu,pasti kamu akan bahagia bersamanya,Aku akan ikut bahagia,,Aku pergi yah,,jaga diri kamu,,,,"Sila berjalan menjauh dari Akbar.


"Sila,,tunggu sila,,jangan pergi,,jangan Pergi Aku mohon sula,,tunggu,,"


Tit,,,Tit,,,Tit,,,,


Bunyi mesin detak jantung Akbar terus bunyi,dan bunyinya sangat lemah,,Dinda dan Agung selalu memantaunya.


Dinda samapai tidak mau makan apa apa sampai sore karena sangat kuatir pada kondisi Akbar.


Tiba Tiba bunyi drtak jantung sangat kencang bunyinya,membuat Agung dan Dinda langsung kaget mendengarnya.


Tiiiittttttt.......


"Suster siapkan alat pacu jantung sekarangg,,,"Agung berteriak kencang.dan di situ juga ada dua dokter,tapi Agung ingin yang melakukanya,karena kedua dokter itu sudah kenal Agung dan tau siapa Agung,jadi dua Dokter itu pun membiarkan Agung yang melakukanya.


Dinda yang melihatnya langsung menangis,sambil terus berteriak memanggul Akbar.


"Tidakk,,,Abang,,,kamu harus bangun,,,ini Mamah sayang,,jangan Tinggalakan Mamah, Mamah mohon,,ayo sayang kamu harus kuat,,,"Dinda terus berkata .


"Abang bangun,,,Ayo sayang,,,ini Papah,,,jangan buat Mamah Papah takut,,ayo bangun,,,kamu haris kuat,,,ayo,,,kamu anak hebatnya Papah ayoooooo,,,,,Abang,,"Agung terus saja berbicara sambil memompa jantung Abang dengan Alat.mata Agung sampai mengeluarkan air mata karena anaknya sendiri yang sekarang sedang berjuang antara hidup dan mati di depanya sendiri.


Alat detang jantung lalu berbunyi lagi,Tiittt,,Tiitt,,,,Agung langsung bernafas lega.


"Ya Tuhan,,,terimakasih engkou tidak mengambilnya dulu dari ku,"kata Agung dalam hatinya saat detak jantung Akbar kembali lagi.


Agung lalu meletakan alatnya,dan suster lalu yang merapikan,Agung menghadap Dinda dan Mereka saling peluk.


"Jangan menangis lagi,Anak kita anak baik dan kuat ,pasti semua akan baik baik saja,"Dinda hanya mengamgguk pelan.

__ADS_1


Sekitar 3 jam keadaan Akbar makin membaik,dan setabil,Akbar ahirnya sudah melewati masa kritisnya ,setelah kejadian tadi jantungnya berhenti berdetak untuk berapa detik,Jantung Akbar justru makin ke sini makin setabil.


Akbar sudah di pindahkan ke ruang rawat,Dinda belum mau makan atau istirahat,Dinda selalu menemani Akbar.


Agung sudah menyuruh pak supir mengurus mobil Abang di kantor pilisi,Abang mengalami kecelakaan tunggal ,Abang menabrak pembatas jalan,tidak ada korban jiwa lainya,hanya Mobil Abang yang ringsek parah.


"Sayang kamu makan dulu yah,ini sudah malam,nanti kamu malah masuk angin,"Kata Agung,tadi Vivi datang mengantar makanan untuk Dinda dan Agung,dan Kembar juga ikut.


Mereka tidak lama,Agung menyuruh Kembar dan Vivi pulang karena sudah malam.


"Ya Tuhan,,sempga Den Akbar cepat sembuh,kasian dia ya Tuhan,walau orangnya galak padaku tapi dia orang baik,,"


Vivi jadi teringat saat terahir dirinya berbicara pada Akbar,Vivi langsung berfikir.


"Apa kata kataku yang tadi pagi sedikit keterlaluan padanya yah,tapi memang benar kok den Akbar itu terlalu berlebihan padaku,kenapa den Akbar seperti posesif padaku,Aku jadi bingung pada sifatnya,semoga bukan gara gara Aku Tuhan Den Akbar kecelakaan,tapi tadi pagi aja saat dia mau pergi,ke Aku serasa berubah,jadi dingin dan sama sekali tidak melihat ku,,aduhhh,,pusing ,,"Vivi sambil mengacak acak rambutnya.


Saat di lihat sudah jam 11 malam,Vivi pun memutuskan tidur,karena tadi Dinda menyuruhnya besok datang ke klinik.


Kembali Ke Dinda Dan Agung,Agung lalu menyuapi Dinda makan,dan juga sambil dirinya ikut makan.


Tadinya Dinda tidak mau,tapi Agung memaksanya,Ahirnya Dinda mau dan tiduran di sofa panjang,Agung duduk dekat Akbar yang masih belum sadar.


Jam sudah menujukan pukul dua pagi,Agung sudah mulai mengantik,tangan Agung memegang tangan Akbar,dan Agung pun tertidur sambil meletakan kepalanya di dekat Akbar.


Saat jam 5 pagi,Tangan Agung merasakan pergerakan,Agung yang merasakanya langsung bangun,dan kepala Akbar gerak dengan pelan kekanan dan kekiri.


"Abang,,,Abang sudah sadar sayang,,"kata Agung pelan.


"Pa,,pah,,Abang ngga bisa lihat Pah,,"


"Iya sayang,,ini ngga papa kok,pelipis mata kamu terkena pecahan kaca,jadi pengaruh ke mata Abang dan jadi bengkak,mata Abang sengaja Papah tutup ,nanti siap Papah akan membukanya kok,,"

__ADS_1


"Abang ngga buta kan Pah,,?"bicara Abang masih sangat pelan.


"Ngga akan buta sayang,percaya sama Papah yah,semuaakan baik baik saja,"Akbar menjawab iya.


"Pah,,Abang haus,,"Agung lalu mengambilkan minum untuk Akbar.


"Pah,,Mamah mana,?"


"Mamah masih tidur,Mamah seharian ngga mau makan juga istirahat,Mamah sangat kuatir pada Abang,baru semalam Papah paksa untuk tidur,jadi biar Mamah istirahat dulu,"Akbar mengangguk pelan.


Jam 7 pagi Dinda bangun,dan melihat Agung sedang menyuapi Abang dengan bubur.


"Sayangg,,kamu sudah sadar,,?"Dinda langsung mendekat ke Akbar dan Agung.


"Sudah Mah,,"


"Papahh,,kenapa ngga bangunin Mamah sih saat Abang sadar,"


"Mamah sedang istirahat,dan tidurnya terlihat nyentak,jadi Papah sengaja ngga bangunin Mamah,"jawab Agung sambil rerus menyuapi Akbar,sedang Dinda mengecek kondisi Akbar.


Jam delapan pagi,Vivi datang ke rumah sakut mengantar makanan dan baju untuk ganti Agung dan Dinda.


Saat Vivi datang Agung sedang pergi ke ruangan Dokter,sedang Dinda langsung ke kamar mandi untuk mandi.


Vivi mendekati Akbar yang masih tiduran di ranjang pasien.


"Den Akbar gimanakeadaanya,apa sudah lebih baik,,?"tanya Vivi dengan pelan.


"Kamu siapa nanya nanya keadaanku,pergi kamu,,Aku ngga mau kamu ada disini,,!!"


***Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih....

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke cerita baruku yah,kita nanti berhalu ria di sana,,trimakasihhh...


MENIKAH DENGAN KAKA KEKASIHKU***


__ADS_2