
"Dokter Agung,, "Suamiku langsung melihat ke arah suara itu.
"Eh, Dokter Budi, Apa kabar kok ada di kota ini,"sambil Sumiku menjabat tanganya.
Aku langsung masuk mobil,dan menunggu Suamiku yang sedang mengobrol dengan orang yang memanggilnya tadi.
Sekitar 10 menit Suamiku masuk ke dalam mobil.
"Siap tadi Pah,,? "tanyaku.
"Oh temen sesama Dokter Papah dulu,dan sekarang katanya dia sudah pindah tugas lagi di kota ini, "kata Suamiku sambil menjalankan mobilnya.
Aku hanya menganggukan kepalaku, Dan kita pun langsung pulang.
Ahirnya kita sampai rumah juga, anaku yang duduk di pangkuanku ternyata tidur, Lalu Suamiku menggendong anaku sedang Aku mengambil belanjaan di bagasi mobil.
"Pah,,, Mamah mau ke dapur untuk menata belanjaan dulu yah, "kataku sambil berjalan ke arah dapur.
"Iya,, Papah mau ke kamar Akbar untuk menidurkanya,, "jawab Suamiku yang naik ke atas menuju kamar Akbar.
"Non sedang apa,, biar Saya aja Non yang merapikanya, "kata Mba Siti yang muncul dari kamarnya.
"Ini Mba sedang menaro baso dan sosis untuk Akbar, "jawabku.
"Mba tidur aja lagi, ini dah beres kok, "kataku lagi setelah semuanya masuk kulkas.
Aku lalu keluar dari dapur dan menuju ke kamarku diatas.
Saat masuk ke kamar, rupanya Suamiku sudah ada di kamar dan sedang membuka baju serta celana panjangnya. lalu mengganti dengan baju rumahan.
"Sayang,, Mas tadi siang dapat telfon.Besok Mas harus ke luar kota untuk dua hari, "setelah memakai baju dan duduk di kasur.
__ADS_1
"Kok dadakan sih Pah,, besok kalau Mamah ngga bisa jemput Akbar pulang sekolah dan Mamah pulang dari rumah sakitnya malam Akbar gimana dong, "jawabku sambil mengambil baju tidur di lemari.
"Iya, ,Papah juga baru tadi di beritaukanya, "
"Kalau Mamah pulangnya malam dan ngga bisa jemput Akbar, nanti Papah minta tolong Ayah aja.Nanti Papah juga yang telfonin, "
Aku pun mengiyakan usul Suamiku. Dan Aku masuk kamar mandi untuk bersih bersih.
Saat Aku keluar dari kamar mandi, Suamiku sudah tiduran di kasur.
"Sudah telfon Ayah belum Pah,,,? "
"Udah,, tapi ngga di angkat, mungkin Ayah sudah tidur. Papah dah kirim pesan sih, besok pasti Ayah telfon balik, "sambil menarik badanku agar Aku mendekat dan di peluknya.
"Mah,,, Akbar udah besar loh, kapan kita akan kasih adek buat Akbar,? "sambil menciumi rambutku.
"Tanya Akbar dulu,, Sudah mau di beri adek belum, kalau Akbar bilang ok,, Mamah juga ok aja, "jawabku sambil mendongakan mukaku.
Suamiku pun tersenyum mendengarkan perkataanku, sepertinya Suamiku sudah tau jawabanya karena anaku dan Suamiku sangat dekat.
"Papah mau minta apa,, di bikinin makanan apa, buat di bawa besok,? "jawabku sambil tersenyum.
"Apaan sih Mahh,, Papah penginya Mamah,"sambil berbisik di telingaku.
"Kan tadi siang udah,,"
"Tadi siang Itu kan cuman bentar,, Papah pengin malam ini mainya yang lama, gimana hemmm,,,, "sambil tersenyum mesum.
"Hemmmm,,, gimana yah Pah, "
"Ngga ada penolakan untuk malam ini,,, "sambil Suamiku mengangkat badanku agar di atas tubuhnya.
__ADS_1
Suamiku langsung menekan tengkuk leherku. agar bibirku dan bibir Suamiku saling melu*at.tangan Suamiku lalu menekan pinggulku, sehingga pinggulku menekan ke bawah dan Aku merasakan benda keras yang mengganjal di bawah.
Lalu Aku bangun dan duduk di paha suamiku, sambil Aku goyangkan pinghulku ke depan dan kebelakang, uuuhh,, rasanya sudah membuatku merinding.
Lalu suamiku duduk dan kita saling berhadapan, dengan gerakan yang cepat suamiku mengangkat dasterku agar terlepas dari badanku. Dan saat daster itu terlepas, dua daging kenyalku langsung jadi sasaran mulut dan tangan Suamiku. karena Aku kalau tidur tak memakai pembungkus dua daging kenyal, sehingga saat Suamiku melepaskan daster dari badanku langsung terlihat dua daging kenyal yang besar dan masih kencang.
Aku pun melepaskan baju suamiku, dan sekarang kita hanya memakai celana saja. Puas bermain dengan daging kenyal, Suamiku menidurkanku karena Suamiku akan menarik kain terahir yang masih menempel di badanku, setelah terlepas sekarang badanku sudah polos tanpa ada benang sehelai pun yang ada di badanku.
Suamiku lalu juga melepaskan celananya, setelah terlepas Suamiku langsung mengarahkan adek kecilnya ke tempat sensitifku. Setelah masuk semua Suamiku langsung menggerakan dengan maju dan memundurkan adek kecilnya.
Suamiku merubah posisi, sekarang Aku yang berada di atas,Aku yang sudah merasakan akan melakukan pelepasan, langsung menggerakan pinggulku dengan sedikit goyangan dan gerakan cukup cepat, hengga mengeluarkan suara, Plokkk... plokk... plokk..
"Sayangg,, ayo goyangin terus, uuuhhh.. enak sayanggg..... "sambil tangan suamiku memainkan ujung daging kecil di daging kenyal.
Aku yang sudah ingin pelepasan dengan gerakan yang cukup cepat langsung menggunakan gaya seperti memompa, hingga Suamiku merasa keenakan.
"Aahh,, aahhh,, Pahhhhhh...... "
Aku langsung ambruk di atas badan suamiku. rasanya badanku sangat lemas setelah melakukan pelepasan.
Suamiku membiarkanku di atas badanya untuk istirahat dan menunggu nafasku yang belum setabil.
Setelah nafasku sedikit normal, Suamiku mengangkat badanku dari badanya dan menidurkanku agar terlentang.
Setelah kakiku di lebarkanya, Suamiku langsung memasukan Adek kecilnya di tempat sensitifku.
Aku yang tadinya sudah lemas dan tak bertenaga, tiba tiba bisa mengimbangi permainan Suamiku. Karena Suamiku pintar membuat a
Aku berga*irah lagi, dengan sentuhan tangan dan bibirnya, membuatku bernaf*su kembali.
**Sedikit aja dulu ya kak, ini aku juga maksasin banget nulis, rasanya badanku ngga enak banget gara gara flu. maaf kalau bab ini tidak menarik..
__ADS_1
Jangan lupa untuk like komen serta votenya ya kak, biar aku cepat sembuh karena mendapat dukungan dari kala kaka semua.
Dan Terimakasih atas doanya dari kaka kaka semua,Dan membuatku semangat untuk nulis walau menahan rasa pusing di kepala**.