
"Dokternya wanita apa laki laki,,? "
"Wanita,, "
"Masih muda apa sudah tau,,? "
"Muda,, "
"Cantik atau tidak,, "
"Cantik,, "
"Mas,, kamu tuh keterlaluan banget sih,muji wanita cantik di depan istri sendiri,, "
"Loh,, tadi kan sayang yang tanya, Mas kan hanya menjawabnya,, "
"Tapi ngga usah Mas bilang wanita lain cantik, ih,, ngeselin banget sih,, "sambil melipat tanganya di dada dan matanya melotot pada Agung.
"Sayang,, kamu cemburu,, Ya Tuhan,, Mas ngga bermaksud memujinya cantik, karena cantiknya masih kalah jauh dari kamu Yang,, "
"Bohong,, "sambil mau berjalan ninggalin Agung, tapi Agung langsung menahanya.
"Haii,, kok marah, ngga usah marah yah, Mas ngga bohong, di banding sayang masih cantikan kamu sayang, jauh perbandinganya,"sambil memeluk Dinda.
Dinda tadinya ngga mau di peluk, tapi Agung terus memeluknya.
"Dengarkan Mas,, di mata Mas sayang lah wanita yang paling cantik di dunia ini, tidak ada wanita yang bisa menandingi kecantikanmu di mata Mas, tadi Mas bilang cantik ya karena wanita kan cantik,, jangan marah ya sayang,, percaya sama Mas,, "sambil memeluk Dinda.
Dalam hati Agung langsung bernafas lega, karena Dinda mengangguk. lalu Agung mencium kening Dinda dengan sayang.
"Tapi ingat ya Mas,, jangan macam macam,kalau Mas sampai macam macam ini Mas Dinda sunat sampai habis,, "sambil meremas senjata Agung.
"Aduh,, Iya sayang,,, Mas ngga akan macam macam,, serem banget sih ancamanya,, "Dinda pun melepaskan tanganya yang masih meremas milik Agung.
Lalu pelukan mereka pun terlepas, dan duduk dengan tegak lagi.
"Oh iya Sayang,, Mas boleh ngga kalau nge GYM,seminggu sekali, "
__ADS_1
"Boleh,, itu kan biar Mas sehat,, Dinda setuju,"
"Makasih ya sayang,, "sambil tersenyum senang.
Setelah itu Dinda mengajak Agung makan malam, dan Dinda menyuruh Mba siti panggil Akbar. lalu Mereka bertiga makan malam bersama.
Esok paginya Agung bersiap akan ke rumah sakit, Dinda menyiapkan baju untuk Agung pakai.
"Mas ngga usah rapi rapi gitu ah tata rambutnya, gini aja,, Dinda ngga mau kalau Mas terlihat rapi,, "Sambil menyisir rambut Agung dengan selera Dinda, Agung hanya menuruti saja.
"Udah,, kaya gini aja,, "padahal hanya di sisir kebelakang saja rambut Agung oleh Dinda.Agung hanya tersenyum saja.
Agung pun berangkat setelah mencium kening Dinda, dan setelah itu Agung pergi dengan mobilnya menuju rumah sakit.
Sampai rumah sakit Agung menuju Ruanganya langsung, saat mau masuk Agung di panggil Dokter Santi.
"Pagi Dokter Agung,, "
"Pagi,,, "jawab Agung.
"Iya saya akan berikan, silakan masuk,, "Agung lalu masuk duluan dan Santi mengikuti dari belakang.
Agung lalu duduk di bangkunya, dan menyalakan komputer, sedang Santi duduk di bangku depan meja.
"Apa ini keluarga Dokter,, "Santi menujuk ke foto yang ada di meja.
"Hemmm,,, "jawab Agung.
"Cantik juga istri Dokter, muda lagi,, "Agung hanya diam tidak menjawab.karena matanya sedang mengarah ke layar komputer.
Lalu Agung memberikan prin jadwal oprasi pada Santi.
"Ini adalah jadwal Dokter Santi untuk oprasi, dan yang ini jadwal saya, jadi kita bagi agar kita sama sama ada hari libur,, "sambil menujukan jadwal masing masing.
"Baik,, saya ngerti,, tapi nanti kalau saya ada kesulitan atau butuh bantuan Dokter tepatnya, apa saya boleh menghubungi Dokter, "
"Tergantung,,, tergantung saya bisa atau tidak, dan seberapa sulit atau mendesaknya masalah yang anda hadapi,, anda kan Dokter Bedah yang sudah berpengalaman, pasti tidak akan kesulitan bukan melakukan oprasi"
__ADS_1
"Iya,, tapi namanya orang pasti tetap kadang butuh bantuan orang lain kan, Dokter pun sama kalau sedang kesusahan atau ada acara yang mendesak pasti membutuhkan bantuan saya, jadi kita pasti suatu hari nanti akan saling membutuhkan,, benarkan,,? "Agung yang tadinya diam lalu menjawab Iya.
"Jadi Dokter Agung mari kita menjalin kerja sama untuk saling membantu dalam pekerjaan kita sebagai Dokter Bedah,, "Santi mengulurkan tanganya pada Agung untuk berjabat tangan. Agung lalu menjabat tangan Santi. dan setelah itu Agung melepasnya.
Hp Agung berbunyi tanda panggilan, saat di lihat tidak ada namanya.
"Itu no telfon Saya,,di simpan ya Dok,, saya permisi dan sampai bertemu nanti di meja oprasi,, "sambil bangun dari duduknya.
Agung lalu meletakan hpnya tanpa menyimpan no telfan Santi, karena Agung harus mengecek pasien yang akan oprasi hari ini.
Sore harinya Agung selesai bekerja, dan langsung membawa mobilnya untuk meninggalkan parkiran rumah sakit.
Agung lalu berhenti di tempat nge gym, dia ingin mendaftar kan dirinya untuk olahraga, Agung mendapat alamat nge gym dari teman sesama Dokter.
🌸🌸🌸
Sedang di lain tempat, Zara dan Rizki sedang mengobrol lewat hp. Rizki sedang galau karena besok Zara mau pergi kesingapur untuk kuliah, dan yang akan mengantar ke singapur Hendra dan Dea.
"Za,, Abang pasti akan kangen kangen banget, apalagi kita ngga bisa bertemu di hari terahir sebelum kamu pergi,, "
"Zara juga pasti kangen Bang,, tapi mau gimana lagi, Zara ngga boleh pergi soalnya, katanya takut ada apa apa karena mau pergi kesingapur,, "Rizki diam.
"Abang emang besok ngga bisa kesini dulu apa,? "
"Ngga,, Abang banyak banget kerjaan sayang,"
"Oh gitu,, andai saja Zara bisa menghilang, Zara pasti akan datang kesitu sekarang juga, "Rizki yang mendengarnya langsung tertawa.
"Sukur lah Abang tertawa, setidaknya Zara mendengar tertawa kaka,, " Zara juga tersenyum.
"Ya udah ya Bang,ini sudah malam, dan berdoa aja semoga besok Papah manggil Abang kesini untuk apa gitu, biar kita bisa ketemu ya walau bentar,,"
"Iya sayang,, semoga. selamat malam mimpi indah yah,, "
Telfon pun mati, Rizki benar benar gelisah dan tidak bisa tidur, beda dengan Zara yang langsung tertidur dengan nyenyak.
Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih...
__ADS_1