MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Kembali kuliah


__ADS_3

Hari pun sudah berlalu, dari kejadian terahir sekarang sudah satu minggu, aku dan ayah sudah tidak pernah mengungkit kejadian kemaren, aku ingin berusaha


memulai menata hatiku lagi walau mungkin sangat sulit.


No papah udah aku blokir dan dari semua akses ku, aku ingin berusaha kembali seperti saat sebelum ada ke jadian ini,tapi aku bohong kalau tidak merindukanya, tapi cukup aku simpan dalam hati, di hatiku sangat terluka dan sakit sampai sekarang, tapi di depan ayah aku tidak menujukanya, cukup aku yang rasa dan tau tentang rasa ini.


Tokk,, tokk,,,


"Yah,kita makan malam yuk, Dinda dah siapkan, "


"Ya,,, "


Aku menuju ke meja makan dan menunggu ayah datang,setelah ayah datang kita pun makan bersama, saat kita sedang makan aku meminta izin untuk kembali ke kota untuk kuliah.


"Ayahhh,,, Dinda besok mau berangkat ke kota, karena libur semester Dinda sudah selesai, "kataku


"Iya,, Tapi ingat jauhi Agung Pamuji!, ayah tidak mau Dinda bertemu denganya, apa lagi berhubungan lagi denganya, kalau sampai ayah tau atau denger Dinda bersama dengan dia lagi, ayah akan membawa Dinda langsung pulang ke sini dan kuliah di kota ini saja, "aku hanya menganggukan kepalaku tanda menyetujui permintaan ayah.


Selesai makan aku langsung masuk ke kamar, dan membereskan baju2 yang akan aku bawa besok,setelah beres aku bersiap untuk tidur, karena besok aku akan berangkat dengan kereta yang paling pagi.


Pagi pun tiba, Setelah siap aku dan ayah berangkat ke setasiun, aku langsung masuk ke kreta karena saat sampai setasiun kreta akan segera berangkat.


Setelah menempuh perjalanan 3 jam sampai lah aku di kota, karena aku ngga meminta di jemput, aku pulang kerumah ibu menggunakan taxsi.


Ahirnya sampai juga di rumah ibu, seperti biasa masuk rumah ibu pasti sangat sepi, hanya ada mba Iis juga pak udin.


"Asalamua'laikum...."kataku sambil masuk ke dalam.


" Wa'alaikum salam, Ehh,,, non Dinda sudah pulang, "kata mba Iis karena kita berpapasan di ruang keluarga.


"Iya mba, gimana kabar mba, sehat kan,? "tanyaku setelah aku duduk di sofa.

__ADS_1


"Alhdhulilah sehat non, non mau di buatkan minuman dingin ngga, biar seger.. "


"Sukur kalau mba sehat, boleh deh mba bikinin yah, "mba Iis langsung pergi ke dapur untuk membuat minum.


Selesai minum aku langsung ke atas menuju kamarku.


###


Saat pagi aku bersiap untuk berangkat ke kampus, ada rasa dedegan dan juga takut tidak bisa mengontrol rasa ini. rasa yang sangat menyiksaku. semoga aku bisa mengendalikan rasa ini, karena aku tidak mau ayah ke cewa .


Aku berangkat kuliah di antar oleh pak Pujo,


oh ya kalau pak Pujo itu dia kerjanya ful kalau ada ibu, kalau ibu sedang keluar kota pak Pujo sukanya pulang ke kontrakanya, tapi karena sekarang ada Dinda jadi pak Pujo selalu datang, kadang pak Pujo itu suka juga menginap di rumah ibu.


Sampai di depan kampus aku langsung menuju kelas, tapi kenapa perasaanku semakin deg degan, lebih parah dedeganya waktu dari pertama aku masuk ke kampus ini.


Karena sepertinya jam masuk bentar lagi aku pun langsung buru buru ke kelasnya.


"Hay Si, gimana kabarr.. "aku langsung memanggilnya dan langsung ku peluk juga.


"Dindaaa,,, kangenn, "


"Gimana di kampung, betah banget kaya nya sampai jarang ngabarin, "kata Sisi.


"Soriii,,, di kampungku sinyal susah, jadi.. "belum selesai aku bicara ternyata dosen langsung masuk.


"Pagi anak anak,,, "aku langsung paham dengan suara itu.


"Pagi juga pak, "kata anak anak serempak.


Saat dia duduk aku masih tetap menunduk, dan dia pun memberikan materi, dia bangun dan menjelaskan apa yang harus kita kerjakan, saat aku mengankat ke palaku DEGG... ternyata dia sedang menatapku. beberapa detik kita bertemu pandang, tapi aku langsung menundukan kepalaku lagi.

__ADS_1


Setelah 2 jam menahan rasa yang sangat sakit, ahirnya selesai juga tugas ini, saat dia menyuruh untuk mengumpulkan tugas kita, aku menitipkanya pada Sisi untuk membawa ke depan.


Setelah bel tanda istirahat bunyi aku bersiap akan pergi ke kantin dengan Sisi, ternyata....


"Dinda,,, bawakan buku2 ini ke ruangan saya, "kata dia.


"Maaf pak tapi saya buru buru mau ke perpustakaan, bapa bisa minta bantuan ke yang lain aja, "kataku berbohong.


"Saya nyuruhnya kamu,tidak ada penolakan mengerti,! "dan papah langsung keluar dari kelas.


Ahirnya aku pun menurut, sedang Sisi langsung ke kantin, dan aku menyuruhnya untuk menungu aku di kantin.


Ceklek..


Saat ku buka pintu ruangan papah, aku melihatnya sedang duduk di kursinya, aku langsung menaro buku di atas mejan tanpa melihatnya, pandanganku langsung tertuju ke meja, setelah buku mendarat di meja aku langsung berbalik dan akan langsung keluar, tapi dengan cepat papah mencegahku.


Saat tanganku sudah memegang gagang pintu, dari belakang papah langsung memeluku.


"Adekk,,, tunggu lah sebentar, aku kangen sekali pada adekk,,, "sambil memeluku dari belakan papah berbicara. di taronya dagu papah di pundaku.


Aku hanya diam,karena aku juga merasakan yang sama cuman aku berusaha untuk menutupinya dan aku tiba2 merasakan pundaku basah.


Sepertinya papah menangis, sebegitu kangenya kah papah padaku, rasanya aku juga ingin mengatakan sama pah aku juga kangen sama Ayy,,


"Ayo kita berjuang bersama dek, kita yakinkan orang tua mu untuk merestui kita, "sambil mencium rambutku.


**Terimakasih untuk kaka kaka semua yang suka ceritaku, aku suka sekali dengan komen komen kaka, aku selalu membaca semua komenya, maaf tidak bisa membalasnya, tapi aku selalu membaca semua yang komen ke ceritaku.


Maaf kalau ada kata kata yang kurang pas, atau banyak tempo, aku orang ngapak jadi takutnya ada kata yang kurang pas silakan kaka koreksi dan komenin aja


Terimakasih sekali lagi atas like dan komenya,dukung cerita ku terus ya kak, 😘😘**

__ADS_1


__ADS_2