MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Rencana Pernikahan


__ADS_3

Aku dan Mas Hendra pun keluar dari kamar bersama sama.


"Pak RT dan Ibu ibu kenalin ini Suami Dea, namanya Mas Hendra, dia asli orang kota,, "saat Aku dan Mas Hendra sudah ada di depan para tamu. Lalu Mas Hendra dengan tersenyum ramah pun bersalaman pada mereka ber4.


"Wah Mba Dea pintar yah cari suaminya, yang sekatang sangat tampan loh,, "Aku dan Mas Hendra hanya tersenyum.


"Iya,, yang ini ganteng yah, dan juga badanya kelihatan atletis ,,"


"Ibu ibu,, udah yah,, saya mau bertanya lagi ini sama Mba Deanya,, "kata Pak RT. Ibu ibu pun langsung diam.


"Bisa saya lihat Mba sama buktinya,,? "


"Oh iya ini Pak,, saya punya foto saat saya menikah dengan suami saya,, "kataku sambil ku berikan hpku pada Pak Rt. Dan para Ibu Ibu pun juga ikut melihat.


"Saya dengan Dea juga rencananya besok mau bikin acara pernikahan kita di sini Pak,, dan Saya juga minta tolong pada Bapak dan Ibu Ibu untuk membantu ,agar acara pernikahan Saya dengan Dea berjalan dengan lancar,, "


"Oh begitu Pak,, ya sukur kalau memang akan mengadakan acara pernikahan di sini, pasti kami para warga akan senang hati membantu,, "


"Iya Mba Dea dan Mas Hendra tenang aja, kami para ibu ibu juga siap untuk membantu acara pernikahan kalian,, "kata Ibu satunya.


"Makasih Ibu ibu dan juga Pak RT atas bantuanya,, "kataku.


Lalu Aku pun membuatkan minuman untuk para tamu, sedang Mas Hendra mengobrol para tamu dan mereka membahas acara pernikahanku besok.


Memang niatnya Aku akan mengadakan acara pernikahan di rumahku, jadi mungkin menurut Mas Hendra ini memang waktunya untuk acara pernikahan kita,jadi Aku pun menurut saja.


Sekitar satu jam ahirnya para tamu pun pulang, sekarang Aku dan Mas Hendra sedang duduk di sofa ruang tv.


"Mas,,, Kita belum kabarin Mamah sama Kak Doni loh sama masalah pernikahan kita besok,, "kataku sambil menyenderkan kepalaku di pundak Mas Hendra.


"Iya nanti Mas yang telfon, ini Mas juga sedang mengirim pesan pada Rizki untuk mengurus sarat sarat pernikahan di sini,, "


"Dea sedikit kaget loh Mas, saat Mas Tadi bilang sama Pak Rt kalau kita mau mengadakan acara pernikahan buat kita,, kan kita dari kemaren juga ngga ada rencana kan,, "

__ADS_1


"Tapi Mas emang sudah punya rencana untuk kita adain pernikahan kita di sini, tapi Mas memang ngga mau ngomong dulu sama kamu,, tadinya Mas mau buat kejutan, tapi malah kita di datengin duluan sama pak Rt sama Ibu ibu, ya udah sekalian aja Mas bilang mau bikin acara pernikahan kita,, "


"Alahhh,, bohong pasti Mas itu,, "kataku ngga percaya.


"Serius,, Mas memang sudah punya rencana begitu, baju pengantin yang kita pesanan aja Mas udah minta kirim ke sini kemaren dan kata Butiknya juga sudah mengirim bukti pengiriman, kita tunggu aja nanti pasti datang dan samapi di sini,, "


"Emang Mas tau alamat sini apa,, "


"Kamu tuh kaya ngga tau suamimu aja,, suamimu ini Direktur loh yah,, pasti Direktur itu orang pintar, tinggal buka laptop dan ketik nama kamu aja alamat kamu dah ada sayang,, "sambil menarik hidungku. Iya juga yah fikirku.


"Makasih ya Mas,, "


"Makasih buat apa,, ?"


"Buat semuanya,, "


"Tapi itu ngga gratis loh,biya ya semuanya sampai ratusan juta,, "


"Mas ngga butuh uang kamu sayang,,. Mas udah terlalu kebanyakan uang,, Mas maunya bayaranya bukan dengan uang,, "


"Trus pake apa,,? "Mas Hendra tersenyum mesum sambil menaikan kedua alisnya.


"Jangan macam macam ya Mas,, Dea masih cape,, "kataku yang sudah paham dengan yang di maksud Mas Hendra.


"Katanya mau berterimakasih,, "


"Ngga mau,, ngga jadi,, "sambil Aku lari ke dalam kamar dan Mas Hendra pun mengejarku.


"Hahaaa,,, Masss,, geliiii,,, "saat Mas Hendra menggelitiki pinggangku saat sudah menangkapku. Dan di lemparkanya Aku ke atas kasur.


"Bilang ya baru Mas berhenti,, "Aku yang sudah ke gelian pun ahirnya menjawa Iya.


"Nah gitu dong nurut kata suami,, "

__ADS_1


"Iihh,, Mas mah curanggg,, "


Lalu Aku dan Mas Hendra pun tiduran bersama di atas kasur, karena nafasku yang masih belum setabil.


Hp Mas Hendra berbunyi tanda panggilan masuk, dan ternyata dari Mamah yang mengatakan sedang ada di rumah Dian.


"Siapa,, Mamah,,? "tanyaku dan Mas Hendra mengangguk.


"Mamah sedang di rumah Dian, tadi pulang dari Mall langsung ke sana,, "Aku hanya mengangguk.


"Nanti kita langsung ke sana ajah yah, biar Mas sekalian bilang sama Mamah juga Kak Doni tentang acara pernikahan kita,, "


"Iya Mas,, ya udah Dea ganti baju dulu ya Mas,, "


"Eeehhh,, ngga usah pergi sekarang, Mas mau minta satu ronde dulu,, "sambil menyuruhku untuk tiduran lagi.


"Mass,, Dea cape ihhh,,, "


"Tapi kan tadi udah jawab Iya,, "Aku pun memajukan bibirku tanda sebal.


"Gimana kalau nanti aja saat kita di hotel Mas,, biar ganti suasana gitu,, gimana,, "


"Kan kita di hotel belum pernah,, "kataku lagi saat melihat Mas Hendra diam saja.


"Ya udah deh,, nanti di hotel aja, tapi nanti ngga boleh alasan lagi yah,, ini udah janji loh,, "


"Iya,,, udah yah Dea ganti baju dulu, kita kerumah kak Dian,, keburu malam nanti,, "kataku sambil mengambil baju untuk ganti.


Setelah Aku sudah siap dan rapi, kita pun berangkat menuju rumah Kak Dian.


**Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..


Jangan lupa juga mampir ke cerita baruku yang berjudul, MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH**.

__ADS_1


__ADS_2