
Baju pengantin sudah jadi,sofenir sudah di beli dan yang belum tinggal undangan, aku dan papah belum mengatur jadwal untuk kita pergi memesan undangan. Karena papah selalu bilang sedang sibuk dan aku di suruh menunggu waktu papah yang sudah tak sibuk lagi.
Sekarang sudah satu bulan dan berarti tinggal satu bulan lagi, kemarin waktu mengambil baju pengantin papah hanya bisa mengantarku ke butik lalu mengantakan ku pulang setelah baju pengantin aku ambil, lalu papah pergi ke rumah sakit untuk bekerja.
Kalau sofenir aku meminta dari tokonya untuk mengantarkanya ke rumah ibuku.
Sekarang aku dan ibu sedang makan malam bersama, ibu menanyakan padaku tentang undangan yang belum di pesan.
"Sayang kok belum pesan undangan sih, ini sebulan lagi loh, jangan nggampangin hal yang keliatanya sepele, "kata ibuku saat kita sedang makan malam.
"Iya bu,, Dinda juga pengin cepet selesai tapi Mas Agung nya yang belum ada waktu untuk kita pergi ke tempat pembuatan undanganya, "jawabku.
"Emang calon suamimu sibuk sekali, sampai hari libur aja ngga bisa pergi apa,? "kata ibu lagi.
"Dinda aja ngga tau bu, soalnya kalau Dinda tanyain pas hari libur bisa pergi cari undangan pa ngga, Mas Agung jawabnya selalu aja bilang sibuk, "jawabku.
"Dinda ngerasa ada yang aneh ngga sih, dengan tingkah calon suami Dinda,? "
Aku pun ahirnya jadi kepikiran omongan ibu, sepertinya ada yang aneh dengan papah, ngga biasanya papah selalu menolak kalau aku ajak bertemu, tapi kenapa sudah 2 minggu ini papah seperti menghindar, dari cara kirim pesan pun ada yang beda, dan sekarang jarang telfon,ada apa yah dengan papah?"
__ADS_1
Aku pun langsung berfikir kesalahan apa yang aku buat, yang membuat papah marah, tapi tetap tak ada, karena kita memang baik baik saka, cuman sekarang papah susah di ajak ketemu katanya sibuk dan kalau kirim pesan juga hanya sedikit.
Lalu aku mencoba menelfonya,panggilan masuk tapi tidak di angkat oleh papah,ahirnya aku mengirim pesan menanyakan sedang apa, tapi hanya conteng dua.
Aku besok harus menemuinya, aku takut ada yang tidak beres.Ahirnya aku memutuskan untuk tidur dan aku sudah sangat membulatkan tekatku untuk menemui papah besok di kampus tempatnya mengajar.
.
.
.
Aku berpamitan pada ibu, aku bilang pada ibu mau berangkat pagi padahal aku ada jam kuliah pukul 10 pagi, jadi aku rencananya akan langsung menemui papah di kampus tempatnya mengajar.
Sampai di kampus tempat papah mengajar aku langsung masuk dan akan menuju ruangan papah, tapi saat baru mau masuk ada yang memanggilku.
"Dindaaa,,, "
"Sisi,,, "
__ADS_1
"Ada apa kamu datang ke sini, mau ketemu pak Agung yah, gimana kelanjutan kasusnya pak Agung dengan murid bimbinganya, ?"
"Maksudnya kasus apa ya Si,,, aku ngga ngerti,? "
"Serius kamu ngga tau,,, kita nggobrol di depan sana aja yuk, disini ngga enak takut ada yang denger, "kata Sisi. Lalu kita pun menuju tempat yang Sisi maksud.
Perasaan ku sudah ngga tenang, saat Sisi bilang papah terkena kasus.
"Si tolong ceritakan dengan jelas, ada kasus apa yang menimpa Mas Agung, "
"I,,,tu pak Agung katanya.....
**Kasus apa yah yang menimpa Mas Agung ,,
Aku kasih koncangan dikit yah,, agar kita bisa liat seberapa besar cinta Dinda untuk Mas Agungnya..
Kaka kaka semuanya, Maaf Untuk nanti sore aku ngga bisa up lagi cukup ini aja, soalnya aku mau masak masak buat acara nanti malam di rumahku, jadi upnya di tunggu besok lagi ya ...🙏
Jangan lupa juga buat semangat aku nulis, like ,komen dan votenya ya kak, makasih.. 😘🙏**
__ADS_1