
Pagi ini Aku sedang mengemas dan menata baju bajuku untuk Aku bawa ke kos kosan, di temani Dinda yang hanya duduk saja di sofa, karena Aku melarangnya ikut membantuku.karena Aku lihat Dinda yang cuman berjalan aja sudah merasa kesusahan, karena perutnya yang sudah besar gitu, jadi Aku pun menyuruhnya untuk duduk saja.
"Bi,, nanti Bibi perginya sekalian di antar Mas Agung yah,soalnya Mas Agung juga berangkat agak siang,, "kata Dinda.
"Ngga usah lah Din,, nanti malah ngerepotin suami kamu, biar Bibi naik taxsi aja yah,, "kataku menolak, karena sungguh Aku merasa ngga enak.
"Ngga papa Bi,, ngerepotin apaan sih orang sekalian kok,, "kata Dinda lagi.
"Dari pada di anter suamimu mending Bibi di antar sama pak supir aja, gimana,,, "
"Pak supir tadi pagi telfon ke Dinda katanya ngga bisa masuk hari ini, ada keperluan keluarga, makanya Bibi di antar suamiku aja, ngga papa kok, udah pokoknya Bibi ngga usah nolak, sekarang mendingan itu selesaiin natain bajunya,, "Ahirnya Aku hanya pasrah aja.
Sekitar jam 10 Aku mendorong koperku ke depan menuju mobil, sedang tas di bawakan Mba Siti, setelah barang Aku tata Dinda dan suaminya pun keluar.
"Udah di masukin ke mobil kopernya Bi,,? "tanya suami Dinda.
"Udah,, dan semuanya sudah masuk,, maaf yah Bibi jadi ngerepotin,, "kataku.
"Ngga kok Bi, Bibi ngga usah sungkan gitu, kita ini keluarga loh,, ya udah ayo berangkat,, "kata suami Dinda.
Lalu Aku pun pamitan pada semuanya, setelah itu masuk mobil dan berangkat menuju ke kos kosan.
"Kok tumben hari minggu Papah Akbar ngga libur,,? "tanyaku,biar ngga sepi dalam mobil.
"Ada oprasi mendadak Bi,, jadi ya ngga bisa libur,"Aku hanya menganggukan kepalaku.
"Sudah ngomong ke Doni belum, kalau Bibi mau kos, ?"
__ADS_1
"Sudah,, kaka tadinya ngga setuju, tapi Bibi maksa minta di izinin untuk ngekos,, "
"Oh,, gitu,ada temen satu kantornya ngga Bi,,? "
"Ada,, "jawabku. dan ahirnya kita pun sudah sampai di kos kosanku.
Saat koper sudah di turunkan,Aku kira suami Dinda akan pergi tapi dia malah mengangkat koperku.
"Ngga usah di bantuin, Bibi bisa sendiri, ini udah siang sudah sanah Papah Akbar berangkat aja ke rumah sakit,, "kataku sambil akan mengambil koper dari tangan suami Dinda.
"Ngga papa Bi,, biar Saya antar sampai kamar Bibi, biar Bibi ngga bolak balik,, ayo Bi jalan,, "Ahirnya Aku pun menurutinya.
Saat Naik ke lantai dua, ada wanita wanita yang ke maren sedang mengobrol, saat Aku lewat mereka memandangku dengan tatapan tak suka. tapi bodo amat lah..
"Wah,, itu tante tante pinter bener cari cogan, udah kelihatanya tajar juga lagi yang ini,, "kata satu wanita.
"Iya yah,,, pake pelet kali dia,,, cantik sih ngga banget, modal badan sama tete gedenya doang ,,, "
"Makasih ya Papah Akbar,, "saat sampai depan kamar kosku.
"Ya Bi,, Kalau gitu Saya pamit ya Bi, semoga betah dan kalau ngga betah rumah Saya selalu terbuka pintu untuk Bibi,, "
"Iya,, makasih,, hati hati di jalan,"suami Dinda lalu pergi.
Aku langsung membuka koperku dan akan mulai beres beres. Dan tak terasa sekarang sudah sore, Aku sampai lupa untuk makan siang, dan iis tadi siang pamitan mau pergi sama cowonya jadi ngga ada yang bisa bantu, dan sekarang Aku dah lapar banget.
Lalu Aku putuskan turun ke bawah untuk membeli makanan. Sampai bawah ada banyak penjual makanan di pinggir jalan, dan Aku memutuskan untuk beli nasi goreng saja.
__ADS_1
Saat sudah membayar nasi goreng Aku langsung masuk ke kos kosan, dan saat jalan di belakangku ada mobil yang membunyikan klakson, Aku menengok ke belakang dan ternyata mobil Pak Direktur.
Pak Direktur turun dari mobil setelah memarkirkan mobilnya.
"Dari mana,,? "Aku pun menunjukan kantong keresek.
"Apa itu,,? "tanyanya.
"Nasi goreng,, "jawabku.
"Saya bawa pizza nih,, "katanya.
"Ya udah kita ke atas aja yuk,, "Ajaku dan kita berdua pun naik ke lantai dua dimana kamarku berada.
"Wah,, tante bener bener hebat yah, siang sama siapa, malamnya sama siapa.dan kayanya yang siang sama malam sama sama tajir lagi,, "saat jalan di tangga ada wanita yang dandananya kaya badut berkata. dan Aku hanya diam aja karena malas ladenin.
"Tante kalau boleh bagi satu dong omnya,, "Aku hanya geleng geleng kepala dengerinya. anak muda jaman sekarang kesopananya sangat kurang, fikirku.
Aku langsung menggandeng tangan Pak Direktur,dan Aku tak sudi untuk berbagi, dalam hatiku.
"Pria siapa yang tadi siang kesini,, udah berani main belakang hemm,, "sambil matanya menatap tajam padaku, saat ini kita sudah di dalam kamar kos kosan.
"Cemburu yah,,, Dea suka loh lihatnya,, "kataku sambil tersenyum.
"Ini bukan waktunya becanda, siapa laki laki itu,, "sambil berjalan mendekatiku.
"Tadi tuh Dea di anterin suami Dinda ke sininya, karena dia sekalian berangkat kerja, karena melihat Dea yang kesusahan karena bawa koper besar dan tas, jadi lah suami Dinda nganterin sampai depan kamar, dan dia juga sama sekali ngga masuk ke dalem.nah saat tadi naik ke atas ada tuh cewe cewe yang sedang mengobrol dan melihat Dea sama suami Dinda yang naik ke atas barengan,, sudah jelas kan sekarang,, "kataku sambil menatap ke wajah Pak Direktur yang sudah ada di depanku, karena Pak Direktur makin mendekat padaku.
__ADS_1
"Kalau sampai ada laki laki yang sampai deketin kamu atau kamu deket sama laki laki lain,, jangan harap akan bisa tenang,, Saya tidak akan biarkan itu,, "sambil tanganya mengusap pipiku. Aku sampai takut mendengar perkataan Pak direktur. seperti ancaman.
Jangan lupa untuk like, komen dan votenya ya kak,, trimakasih...