
Acara pernikahanku dan Mas Hendra pun terlaksana dengan lancar, seperti yang Aku inginkan pernikahan yang sederhana.
Setelah semuanya tamu undangan pulang, sekarang tinggal keluarga inti, untuk Dinda dengan suaminya tidak bisa datang karena anak meraka yang masih bayi, jadi hanya memberiku selamat lewat telfon.
"Kaka mau tidur di sini kan,,? "tanyaku pada kak Doni.
"Iya,, kak Dian kasihan kalau suruh bolak balik, biar istirahat dulu, besok baru pulang,, "jawab Kak Doni.
Lalu Kak Doni, kak Dian serta kakek pun ke rumah Kaka yang di sebelah, sedang mamah dan Zara ada di rumahku.
"Papah kapan balik ke kotanya,,? "tanyaZara pada Mas Hendra saat kita masih duduk di sofa.
"Mungkin 2 hari lagi,, kenapa,,?"Zara hanya menggeleng.
"Pah,, Zara sekolah SMA nya di kota dan tinggal sama Papah boleh ngga,,? "Aku hanya mendengarkan saja, Aku belum mau ikut berkata takutnya salah bicara.
"Papah sih ngga masalah,, Papah seneng malahan,, tapi Zara harus bilang sama Mamah, Ayah juga Kakek,, karena Papah tidak mau ada masalah yang membuat keluarga kita jadi salah faham lagi,, Zara izin dulu yah sama Mamah, Ayah dan kakek,, "
"Tapi Zara pengin deket sama Papah,, "lalu Mas Hendra memeluk Zara.
__ADS_1
"Iya Papah tau dan faham, tapi masalah seperti ini harus di bicarakan dulu,, lagian kan masih lama kamu SMAnya, "
"Sekarang Zara istirahat gih,, besok kita bicarakan lagi,, "Zara pun mengangguk.
"Zara mau tidur bareng Bunda sama Papah ngga,,? "tanyaku.
"Ngga ah Bun,, Zara mau sama Oma aja,, '
"Ya udah,, Oma sudah ke kamar, Zara masuk aja sanah,, "kataku. "Jangan lupa ganti baju trus cuci mukanya yah biar bersih karena Zara habis dandan kan tadi,, "Zara pun bilang iya dan berjalan menuju kamar Oma.
Lalu Mas Hendra pun mengajaku masuk ke kamar untuk istirahat juga.
"Mas Dea mau ganti baju dulu yah,, "saat sudah di dalam kamar dan Aku juga mengambil baju di lemari.
Setelah Aku ganti baju, Aku langsung menuju meja rias, Aku membersihkan wajahku dulu sebelum tidur, tadi sebelumnya di kamar mandi Aku sudah cuci muka dulu.
"Yang,, menurutmu kalau Zara tinggal bersama kita gimana,, kamu setuju kan,, ?"
"Dea sih setuju aja, Zara kan sudah besar jadi ngga begitu sulit mengurusinya, tapi yang paling sulit itu cara kita untuk mendidik dan menasehatinya,karena Anak seumuran Zara masih labil, kadang apa yang kita arahkan yang inginya kita terbaik untuk Zara, tapi belum tentu bagi Zara itu yang terbaik untuknya,"
__ADS_1
"Jadi kita harus gimana,,? "
"Kita harus kompak dalam mendidik prilaku, sikap dan pendidikanya, jangan nanti kalau seumpama Zara ada salah Mas selalu bela, itu justru membuat Zara jadi manja dan nantinya jadi berani karena merasa ada yang melindungi dan membelanya, sebenarnya mengurus anak bayi dan anak sebesar Dea itu sama sama harus exstra sih Mas,, tapi itu semua tergantung dari cara kita mendidiknya,, "
"Jadi maksud sayang Mas ngga boleh memanjakan Zara,, "
"Memanjakanya boleh,, tapi ada saat dan waktunya, kalau nanti seumpama Zara ada salah dan Dea menegurnya, Mas jangan sampai membelanya, tapi Mas harus menasehatinya, Dea pun menegurnya kalau memang Zara berbuat salah ,kalau Zara tidak melakukan kesalahan ngga mungkin kan Dea menegurnya, "
"Makasih ya sayang,, kamu mau nenerima anaku dan mau menyayanginya, kita akan mengurus dan mendidiknya bersama,Mas janji ngga akan membeda bedakan kalian, karena Kamu, mamah dan Zara adalah kebahagaan Mas,"Sambil mendekatiku dan mencium keningku.
"Iya Mas ,,"jawabku sambil tersenyum.
Pagi pun datang,, Aku memasak cukup banyak dan di bantu oleh Mamah. setelah sarapan siap Zara Aku suruh untuk memanggil, Kak Doni, kak Dian dan Kakek.
"Maaf ya De,, Mah,, Dian ngga bantuin,, "kata kak Dian padaku dan Mamah.
"Ngga papa kok kak,, ayo kita makan,, "kataku sambil menyuruh semuanya sarapan.
Sarapan di pagi hari yang cukup hangat, dua keluarga berkumpul sarapan bersama, dengan suasana penuh kebahagiaan.
__ADS_1
"Mah,, Ayah,, kakek,, Zara mau ikut Papah ke kota,, dan pengin sekolah SMA di sana,, apa boleh,, "saat kita sedang berkumpul di ruang keluarga setelah sarapan.
Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..