MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Vivi Menangis


__ADS_3

Setelah Beni Pergi,Vivi dan Akbar lanjut jalan ,tapi Vivi tidak mau di gandeng karena merasa kesal saat mendengar Akbar rupanya pernah punya pacar,dan kesanya lagi Vivi dengar Akbar ngga bisa melupakanya.


"Vi,,jalanya jangan cepet cepet bisa kan,kaki ku sakit nih,"kata Akbar yang tertinggal sedikit jauh oleh Vivi.Vivi tetap berjalan,Akbar yang melihat Vivi kesal ahirnya membiarkan Vivi jalan cepat sendirian,Akbar yang merasa kakinya sakit lalu berhenti jalan dan duduk di dikursi kosong ,Akbar lalu memijit kakinya yang terasa sakit karena tadi ikut berjalan agak cepat karena mengejar Vivi.


Vivi lalu berhenti berjalan saat merasa Akbar tidak ada di belakangnya,Vivi menengok ke belakang dan ternyata Akbar tidak ada,Vivi langsung balik lagi untuk mencari Akbar,Vivi terlihat cemas.


"Mass,,kamu dimana,,ya Tuhan,,semoga Mas Akbar ngga kenapa kenapa,,"Vivi teringat dengan Akbar tadi bilang kakinya sakit,Vivi melihat ke kanan dan ke kiri untuk mencari Akbar.


Vivi sudah balik cukup jauh menyusuri jalanan yang tadi di lewati,tapi belum ketemu dan terlihat juga si Akbar,Lalu Vivi jalan lagi dan sambil matanya melihat kekanan dan kekiri terus.


Degg...


Dada Vivi terasa ada yang menghantamnya,merasa sesak dan sakit saat melihat Akbar yang sedang duduk di bangku sambil memijiti kakinya.


"Ya Tuhan kenapa Aku egois banget sih,udah tau dia masih belum sembuh bener tapi kenapa Aku malah meninggalkanya,Aku malah mementingkan egoku,,"Air mata Vivi tiba tiba mengalir tapi Vivi langsung menghapusnya.


Vivi berjalan pelan mendekati Akbar,dan Akbar belum Melihat Vivi yang mendekatinya.


Akbar mendongak dan menghentikan pijatan kakinya saat merasa ada yang melihatnya,rupanya Vivi sudah ada di sampingnya.


"Kakiku sakit,Aku istirahat dulu,kalau kamu mau olahraga sanah jalan dulu aja,Aku tunggu di sini,maaf yah jadi menyusahkanmu,"Vivi menggigit bibir bawahnya karena menahan air matanya agar tidak jatuh dan langsung buang muka ke samping,saat mendengar perkataan Akbar.


"Saya juga cape ,Saya mau istirahat dulu,"sambil Vivi ikut duduk.


Keduanya hanya diam,Akbar tau kalau Vivi sedang marah karena mendengar perkataan Beni tadi,Akar bukanya tidak ingin menjelaskanya tapi Akbar menunggu waktu yang tepat dulu.


Akbar bangun dari duduknya,dan Akan membeli minum.


"Mau kemana,,?"tanya Vivi.


"Aku mau beli minum dulu,di situ,,"Akbar menunjuk penjual minuman.


"Biar saya aja yang beli,kaki Mas kan masih sakit,,"Vivi langsung jalan ke penjual minuman tanpa menunggu jawaban dari Akbar.

__ADS_1


Setelah mendapatkan minum Vivi memberikanya pada Akbar.


"Makasih,,"Kata Akbar dan Vivi hanya mengangguk.


Hp Vivi berbunyi tanda panggilan,dan ternyata dari kembar,menanyakan pada Vivi ada di mana.


"Kak Kita lagi makan baso gepeng di tempat biasa yah,"


"Oh iya,,kaka ke situ sekarang,"telfon pun mati.


"Kembar sedang makan baso di tempat biasa,apa kita ke sana sekarang,apa nunggu kaki Mas ngga sakit lagi,,?"tanya Vivi.


"Kita kesana aja sekarang,kaki ku ngga begitu sakit kok,"Vivi mengangguk,dan keduanya bangun dari duduknya dan berjalan lagi dengan pelan.


Vivi melihat Akbar yang seperti menahan rasa sakit,ahirnya Vivi merasa kasihan lalu menggandeng tangan Akbar.Akbar tersenyum senang karena walaupun Vivi sedang marah masih mau mempedulikanya.


Sampai di tempat baso Kembar sedang makan,dan kembar memesankan buat Akbar dan Vivi.Akbar duduk di rumput agar kakinya lurus,sambil menunggu baso datang Akbar memijit kakinya lagi.


"Kaki Abang sakit,,?"tanya Faiza.


"Kalau Mamah sama Papah tau pasti Abang kena omel tuh,,"Fatiya yang bicara.


"Ya kalian ngga usah ngomong,kalau ngga mau lihat Abang kena marah,"


"Iya,,kita ngga akan ngomong deh,"


Vivi sebenarnya mau bantu memijit,tapi ngga enak ada kembar.Baso pun datang lalu Vivi dan Akbar mulai memakanya.


Selesai makan baso mereka memutuskan untuk pulang,karena sudah cukup siang.


Sampai rumah Dinda dan Agung sudah rapi,ternyata keduanya ada urusan di Bandung,mereka mau mengurus perizinan pembukaan klinik.


"Mamah sama Papah mau pergi,,?"tanya kembar.

__ADS_1


"Iya sayang,nanti sore udah pulang kok,"jawab Dinda.


"Abang kenapa ikut,kakinya kan belum sembuh bener,"


"Abang ngga lari kok pah,cuman jalan santai,"


"Ya udah sanah kalian istirahat,,Papah sama Mamah mau berangkat dulu,"ketiganya salim dulu,setelah itu baru pergi.


Akbar masuk kekamarnya dan juga kembar,Akbar lalu langsung rebahan karena kakinya sebenarnya merasa sakit.


Vivi merasa kuatir dengan Akbar,di kamarnya Vivi gelisah terus,lalu Vivi memutuskan mandi dulu,setelah Mandi Vivi memutuskan ke kamar Akbar untuk melihat keadaanya.


Tokk,,Tokk,,


Vivi mengetuk kamar Akbar,dan Akbar menyuruhnya masuk.Vivi pun masuk dan melihat Akbar yang tiduran di kasur,saat melihat Vivi yang datang,Akbar lalu duduk.


"Ada apa,,?"tanya Akbar.


"Eemm,,ngga ada apa apa,cuman Saya mau lihat kaki Mas aja,apa boleh,,?"Akbar mengangguk.


Lalu Vivi memeriksa kaki Akbar,"Apa masih sakit,,?"tanyaVivi.


"Hemm masih,tapi ngga sakit banget,"


"Minum obat ya Mas buat penghilang nyeri,"


"Iya boleh,,"Vivi lalu mengambil obat buat Akbar di ruang obat.


Akbar pun meminumnya setelah Vivi memberikan obatnya.


"Mau ke mana,,?"tanya Akbar saat Vivi mau keluar dari kamar Akbar.


"Mau keluar,kan udah minum obat,"

__ADS_1


"Aku mau bicara sama kamu,duduklah dulu,"Vivi lalu mengangguk dan duduk di pinggir kasur.


Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih...


__ADS_2