
Malam ini Agung dan Dinda menginap di Hotel di kota semarang, karena besok Agung di suruh datang lagi ke kantor polisi untuk memberi keterangan lagi.
Agung tadi sangat emosi, membuatnya langsung pergi keluar kantor polisi saat Budi di bawa masuk ke sel.
"Mas,, kamu kenapa sih,, kenapa jadi diam begini,,? "tanya Dinda pada Agung ,karena Agung semenjak pulang dari kantor polisi selalu diam.
"Mas ngga habis fikir dengan otak Budi yang sangat menjijikan itu,, kenapa dia bisa bisanya menganggap kamu sebagai fantasi se*xnya ,,di rumah sakit tempatnya kerja dan di luar sana banyak wanita, kenapa harus kamu Yang,, "
"Udah lah Mas ngga usah di fikirkan masalah itu, kan dianya juga udah di tangkap, "
"Bukan masalah dia sudah di tangkap apa belumnya Yang,tapi Mas ngga terima kalau dia membayangkan wajah dan badanmu untuk dia gunakan sebagai fantasinya berhubungan se*xnya,, "sedikit emosi Agung berbicaranya.
"Mas,, Mas ngga perlu bicaranya keras begitu, dengan Mas kesal dan marah marah begitu ngga ada untungnya kan, justru itu menambah penyakit, "
"Maaf,,,karena Mas benar bemar kesal,, "Langsung memeluk Dinda, Dinda mengusap punggung Agung agar lebih tenang.
"Mas jadi merasa takut,,, "Dinda melepaskan pelukan Agung.
"Takut kenapa Mas,,? "
"Takut banyak orang seperti Budi di luar sana yang mengincar kamu Yang,,, dan Mas sekarang sudah makin tua,Mas jadi makin takut,, Mas sungguh benar benar takut kehilanganmu,, Mas mohon padamu Yang jangan sampai tinggalin Mas kalau Mas belum meninggal, karena sampai kamu pergi ninggalin Mas saat Mas masih hidup,, pasti Mas tidak akan bisa hidup lama,, "
"Kamu tuh ngomong apa ya Mas,, Dinda ngga ada fikiran sedikitpun untuk ninggalin Mas, justru Dinda makin cinta sama Mas sekarang,, karena Mas adalah Papah dari anak anak Dinda, dan suami yang sangat sempurna bagi Dinda, Mas penyayang,perhatian dan sangat mencintai kita semua,, Mas percaya sama Dinda yah, kalau Dinda itu ngga mungkin ninggalin Mas apapun yang akan terjadi,, Dinda sangat sangat mencintai Mas,"lalu Dinda menciumi seluruh wajah Agung.
Agung memeluk Dinda dengan sayang, lalu Agung mengajaknya untuk jalan keluar.
"Kita jalan jalan yu Yang,kita menikmati malam ini di kota semarang,"
"Males ah,, mendingan kita tidur atau kita berc*inta,, gimana,, "sambil berbisik di telingaa Agung. Agung langsung tersenyum senang.
"Apa ngga cape,,? "Dinda menggeleng.
__ADS_1
Sebenarnya niat Dinda untuk meredakan emosi Agung, siapa tau dengan ber*cinta Agung bisa mereda kemarahanya.
Lalu mereka berdua pun melakukan hubungan suami Istri, Dinda sangat menikmatinya begitu juga Agung, tapi lagi lagi saat baru 10 menit Agung sudah melakukan pelepasan.
Dinda tidak menujukan kekesalanya, Dinda tetap bilang ngga papa, mungkin karena belum fit dan Agung banyak fikuran, itu lah yang selalu Dinda katakan pada Agung.
Setelah pertempuran itu berahir, Dinda langsung tidur karena memang sejujurnya Dinda merasa lelah. Beda dengan Agung, dia diam duduk dengan lampu yang padam, Agung makin merasa takut di tinggal Dinda karena dirinya merasa tidak bisa memuaskan Dinda.
Sampai ahirnya Agung tidur di sofa, dan pagi pun datang. Dinda yang bangun duluan dan melihat Agung yang tidur di sofa.lalu Dinda pun mendekati Agung.
"Mas,,, kenapa tidur di sofa,, bangun Mas,, ini sudah pagi,, "sambil terus mengoyangkan badanya Agung dengan pelan.
"Hemmm,,, iya sayang,, "sambil mengucek matanya.
"Dinda mandi dulu yah, Mas pesanin sarapan gih,"
"Iya,,, "Dinda lalu masuk kamar mandi sedang Agung menelfon pihak Hotel untuk memesan sarapan.
Selesai Dinda mandi, sekarang gantian Agung yang mandi, Dinda lalu berdandan sedikit.
"Ngga kok Mas,, Dinda cuma pakai bedak, dan ini,, "sambil menujuk pewarna bibir.
"Ngga usah pakai itu,, "suara Agung ngga enak di dengar, Dinda ahirnya menurut dan meletakanya kembali.
Dinda lalu menuju sofa untuk menyiapkan makan untuk sarapan, sedang Agung memakai baju yang sudah di siapkan oleh Dinda tadi.
Selesai pakai baju Agung duduk di sofa,dan sarapan bersama Dinda. selesai sarapan mereka berdua langsung menuju kantor polisi untuk memberikan keterangan tentang Dokter Budi.
Lalu sampai di kantor polisi Agung dimintai keretangan, apa hubunganya dengan Dokter Budi, dan masih banyak lagi, Polisi mengsjukan pertanyaan sekitar 50 pertanytan pada Agung, Agung menjawab dengan sangat lancar.
"Baik Pak untuk saat ini cukup, dan keterangan Bapak nanti di butuhkan lagi saat sidang di pengadilan, di mohon Bapak hadir, "kata pak polisi.
__ADS_1
"Baik Pak saya akan hadir,,jadi saya hari ini sudah bisa balik ke kota? "
"Sudah Pak, Bapak sudah bisa balik ke kota lagi,, "
"Apa saya bisa bertemu dengan Budi sebentar,,? "
"Bisa,, tapi dengan catatan Bapa tidak boleh seperti kemarin,, "Agung pun menyanggupi.
"Sayang kamu di sini aja, jangan ikut bertemu denganya, Mas ngga mau dia melihat kamu Yang,,, "kata Agung pada Dinda.
"Tapi Mas Dinda takut Mas nanti kenapa kenapa,, Mas lagi emosian soalnya,, "
"Ngga akan terjadi apa apa, di dalam ada polisi yang menjaga, "
"Tapi Mass,, "
"Ngga,, kamu harus nurut kali ini sama Mas,, "Dinda hanya mengangguk pelan. karena suara Agung sudah berubah.
Dinda menunggu di luar, sedang Agung masuk ke ruangan untuk bertemu Budi.
"Aku ingin kamu minta maaf padaku, dan aku harap kamu jangan lagi memikirkan istriku untuk hayalan otak kotormu itu,, itu sangat menjijikan,,, "Agung bicara pada Budi, tapi rupanya Budi justru tersenyum mengejek.
"Hahaaaaa,,,,, apa kamu takut,, kamu sadar sudah tua dan tidak mampu untuk men**ggauli istrimu yang masih sangat muda dan mengg**airahkan itu,permintaan mu Aku tolak,, karena Dinda Istrimu sudah ada di sini dan di siniku,, "sambil menujuk ke dada dan ke kepala.
"Brengsekkk,,, "sambil menggebrag meja Agung pun marah, Polili langsung menjaganya jangan sampai Agung seperti kemarin.
"Kalau begitu baiklah terserah kamu saja, karena Aku dan istriku tidak akan terpisahkan,hanya mautlah yang bisa memisahkan kita, dan untuk kamu silakan menikmati tinggal di sel dengan cukup lama,, karena hukuman buatmu tidak lah sebentar,,, "Mata Agung dan Budi pun saling tatap dengan sangat tajam.
Lalu Polisi membawa Budi masuk, karena sudah terlihat ada ketegangan .Agung pun lalu keluar dan mendekati Dinda.
"Kita pulang,, "Dinda mengangguk.
__ADS_1
Dinda dan Agung menuju Hotel, dan saat di Hotel Agung memesan tiket untuk kembali ke kota sore ini.
Jangan lupa, like komen dan votenya, trimakasih...