MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Rizki Akan Memberi Zara Hukuman


__ADS_3

Saat Rizki dan Zara sedang terbuai dalam ciuman kerinduan, Hp Rizki berbunyi.Rizki merasa sangat kesal karena tadi kenapa lupa tidak di matikan saja hpnya.


Rizki ahirnya bangun dari atas badan Zara, dan duduk dengan benar, karena yang menelfon Rizki adalah Mamahnya.


"Mamah yang telfon, "kata Rizki memberi tau Zara.


Lalu Rizki mengobrol dengan Mamahnya,sedang Zara kembali duduk dan merapikan bajunya. Lalu Rizki menekan pangilan Vc.


"Mah,, ini ada Zara,, "kata Rizki sambil merangkul Zara agar Mamahnya bisa melihat di layar hp.


"Hai Zara,,, "


"Hai Tante,,Tante apa kabar,,? "


"Baik,, besok kita ketemu ya sayang,, "


"Iya Tante,, "


"Ya udah dulu ya Mah, Abang mau cari apartemen buat tempat tinggal Mamah,, "


"Iya,, dadah Zara,, sampai jumpa besok,, "Zara tersenyum dan melambaikan tanganya.


"Mamah besok berangkat kesininya Bang,,? "tanya Zara saat telfon sudah mati.


"Iya,, "sambil mencium pipi Zara.


"Trus berapa hari sampainya,,? "


"Lusanya baru sampai,, lagi yukk,, "


"Lagi apa,,? "


"Yang tadi,, "


"Yang tadi,, apa makan,,? "


"Bukan,, tapi inii,,, "sambil menujuk ke bibir Zara.


"Iihh,, Abang tadi bilangnya mau cari apartemen buat Mamah Abang, ini udah sore loh,, "


"Iya,, tapi Abang mau ini dulu bentar,, "

__ADS_1


"Ngga mauu,, "Zara langsung bangun dari duduknya, tapi Rizki langsung menarik tangan Zara,ahirnya Zara jatuh di pangkuan Rizki.


"Sebentar yah,, 5 menit aja, "Zara menggeleng.


"Bohonggg,, "


"Kok bohong,, "


"Iya bohong, Abang kan bilangnya lima menit, tapi nanti ngga mungkin 5 menit, pasti lebih,, "Rizki pun tertawa.


"Kok kamu jadi makin pintar, tau aja sih,, "


"Tau lah,, Zara sudah pacaran sama Abang kan sudah cukup lama, dan sudah sedikit faham kebiasaan Abang,, "sambil tangan Zara mencubit kedua pipi Rizki.


"Ya udah kalau tidak mau sekarang, Abang mintanya nanti malam aja, sekarang ikut Abang cari apartemen yang bisa di sewa yuk,,"


"Ayo,,, "sambil bangun dari duduknya.


"Eh,,, ganti baju dulu, jangan pakai baju seperti itu kalau keluar rumah, "Zara lalu menurut dan ganti baju, tadi Zara memakai baju rumahan dengan celana di atas lutut.


Setelah Zara ganti baju dan celana, mereka langsung keluar dari apartemen.dan tujuan Rizki adalah apartemen yang ada di delan Apartemen tempat Zara tinggal.


"Sayang,, benar ini apartemenya ukuran besar,,? "sambil berjalan bergandengan tangan.


"Cowo apa cewe,,? "


"Cowo,, "


"Teman dekat apa teman biasa,,? "


"Cuman teman ABang,, "Rizki hanya tersenyum saat melihat Zara sedikit kesal menjawabnya.


Setelah sampai Rizki langsung bertanya ke pada bagian informasi, dan benar di situ apartemenya cukup luas dan besar.


Rizki dan Zara melihat ke salah satu apartemen yang bisa di sewa, di dalamnya ada dua kamar, dapur, ruang makan dan kamar mandi, untuk ruang tamunya juga cukup luas,, saat di tanya berapa perbulanya, bedanya sangat banyak dengan apartemen Zara .


Rizki lalu menelfon Mamahnya, dan melihatkan ruang apartemenya, masalah uang sewa Mamah tidak masalah, karena Mamah rupanya ingin dekat dengan Zara.


Lalu Mamah juga menyuruh Rizki untuk membayar sewa apartemenya sekalian, biar nanti tidak ribed lagi.


Karena Mamah cocok, jadi Rizki langsung membayar untuk dua bulan kedepan. Rizki dan Zara lalu membersihkan setiap ruangan setelah pembayaran sudah di bayarkan.

__ADS_1


"Cape yah,, kasian,, "sambil mengelap keringat di kening Zara.


"Hausss,,, "sambil memonyongkan bibirnya.


"Ya udah yuk kita beli minuman, ini biarin besok Abang yang lanjut bersihkan,, "Zara mengangguk.


Rizki dan Zara lalu keluar dan menuju lif, saat pintu lif terbuka, ternyata ada Fatah teman Zara yang tinggal di apartemen ini.


"Hai Zara,, "tanya Fatah(obrolan mereka pake bahasa inggris yah ceritanya)


"Hai Fatah,, "sapa balik Zara, Rizki yang melihat Fatah orangnya terlihat gagah dan masih muda, Rizki langsung menarik Zara agar lebih dekat denganya, dan tangan Zara juga di genggamnya.


"Za,, apa ini kakamu,,?"Rizki lalu melihat ke Fatah,dan lalu melihat ke Zara. Mata Rizki sudah melotot ke arah Zara.


"Iya,, ini Kakaku,, dia baru datang tadi pagi,, "jawab Zara sambil tersenyum meledek ke Rizki.


"Oh iya ,,kirain pacar kamu, tapi ngga mungkin sih orang umur kalian aja terlihat sangat jauh,, dan sepertinya bukan tipe kamu juga pacaran sama yang lebih dewasa, "sambil tersenyum Fatah bicara.


"Memangnya kalau Saya pacar Zara ke apa,,?ngga pantas,? "


"Maaf,,, iya terlihat ngga pantas karena Zara pantasnya sama saya,, "sambil sok ganteng Fatah berbicara.


Rizki terlihat kesal, dan saat pintu lif terbuka, Rizki langsung menarik Zara agar cepat keluar.


"Za,, sampai jumpa besok yah di kampus,,, "sambil melambaikan tanganya.,Fatah memanggil Zara. sedang Zara hanya senyum sekilas.


"Hahaaa,,, Abang wajahnya lucu kalau sedang cemburu,,, "


"Kamu sengaja kan tadi ingin lihat Abang cemburu hemmm,,, "Zara hanya mengangguk dan masih tersenyum.


"Kita ngga jadi beli minum, kita ke atas saja, Abang akan beri hukuman ke kamu dulu karena berani membuat Abang cemburu,, "


"Iihh,,, ngga ah, Zara beneran haus,, "sambil berhenti berjalan.


"Salah sendiri berani ngerjain Abang, ayo ke atas,,, "sambil menyuruh Zara jalan lagi.


"Ngga,, ngga mau, Zara mau beli minuman dulu, Zara beneran hausss,,, "sambil sedikit merengek, rupanya Zara sengaja agar Rizki mau membelikanya minuman dulu.


"Baiklah,, baiklah,, ayo kita beli minum dulu, tapi setelah itu kita langsung naik, Abang mau beri kamu hukuman,, "


Dalam hati Zara, urusan nanti gampang, yang penting sekarang bisa beli minum dulu, karena hausss,,,

__ADS_1


**Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih...


Udah pada baca ceritaku yang baru belum nih,, Bara sama Mira sudah setuju loh sama perjodohan nya,, yang belum baca yuk baca udah 13 bab loh, jangan lupa tinggalkan jejaknya**,,


__ADS_2