
Plokk,, plokk,, plok,, suara yang di hasilkan dari setiap gerakanku saat memaju mundurkan senjataku, dengan tenaga yang cukup kuat jadi menimbulkan suara.
Sedang Dian selalu menyebut namaku di setiap kali Aku mendorongnya masuk ke dalam.
"Masss Doniii,,, masss,,, "tanganya di kalungkan ke leherku.
Sekitar sepuluh menit Aku merubah posisi, sekarang Dian Aku suruh untuk tengkurap, dan bok*ngnya sedikit di naikan, setelah itu Aku masukan senjataku yang panjang ini sampai mentok,, gila rasanya senjataku seperti di pijat,, sangat nikmat.
"Oohhh,, oohhh,,, sayanggg,,, nikmatnyaaa,,, "kataku sambil tanganku memegang pinggul mulus Dian..
"Eeemmmm,,, Masss,, ooohhh,,, Mass,,, "sambil menggigit bibirnya Dian berkata.
Lama lama genjotanku makin cepat dan tanganku sambil menggenggam daging kenyal Dian,, dan sepertinya Dian telah melakukan pelepasan karena Dian mencerit dengan kerasnya sampai wajahnya di anglat.
"aaaaaahhhhhh,,,"lalu Dian ambruk ke kasur karena lemas,sedang Aku masih di atas tubuhnya, karena senjataku belum keluar dari dalam.
Lalu Aku menarik senjataku dan membiarkan Dian untuk istirahat, Aku mengambil minum yang ada di meja, setelah minum Aku juga membawakan untuk Dian.
"Sayang minum dulu,, "sambil Aku membantunya untuk duduk. Dian lalu minum.
Lalu Dian pun tiduran lagi, dan Aku mendekatinya setelah menaro gelas di meja.
"Mas lanjutin lagi ya sayang,, "sambil ku ciumi pipinya.
"Iya Mas,,, "sambil membelai pipiku, lalu mengecup bibirku sekilas, kita pun saling lempar senyum.
Lalu pertama Aku mencium bibir Dian, dan kita pun saling melu*t dan berlahan Aku mengungkung badan Dian, sekarang Dian sudah ada di bawah badanku.
Tanganku lalu mengarahkan senjataku pada bakpau Dian, tanpa melepaskan ciumanku. Dian Aku bikin sibuk dengan bibirku, karena Aku akan memasukan senjataku, setelah masuk sedikit demi sedikit ahirnya masuk sampai mentok, Dian sampai mengeluarkan suara seperti menggeram.
__ADS_1
"Eemmmmmgggg,,, "Lalu Aku lepaskan ciumanku, dan Aku mulaih melakukan genjotan, dan rasanya senjataku akan menembakan laharnya membuatku makin menggila, kerakanku sangat cepat sampai Dian berteriak memanggil namaku.
"Ohh,, Mass Donii,,, ooohhh,,, ooohhh,, "
"Iyaa sayanggg,, uuhhh enaknyaa,,, tahann Masss akan keluarrrrr,,,, aaaahhhhhh,,, "ahirnya senjataku pun melakukan penembakan sangat banyak.
"Massss,,, Dian jugaaa,, aaahhhhhhh,,,, "ahirnya kita sama sama melakukan pelepasan.
lalu Aku tarik keluar senjataku dan laharpun sampai ikut tumpah keluar dari bakpau Dian,,, keringat bercucuran di badanku begitu juga Dian. kita berdua seperti habis berlari saratus meter.
Setelah itu Dian benar benar seperti orang pingsan, tergletak di kasur dengan badan yang merasa lemas, karena saat ku ajak bersih bersih Dian hanya menggeleng lemah.
Lalu Aku pun ke kamar mandi untuk membersihkan diriku, setelah bersih Aku mengambil handuk kecil 2 ,yang satu kering yang satu basahi dengan air hangat.
Sampai di kasur Aku langsung ke arah bakpau Dian, Aku lap bakpau Dian dengan handuk kering dengan pelan, Aku mengelap lahar ku yang keluar dari bakpau Dian, setelah ku lap pakai handuk kering sekarang Aku lap pakai anduk basah dengan air hangat, bakpau Dian menjadi merah,mungkin karena Aku menghujaninya tadi sangat keras.
Dian sepertinya benar benar kelelahan sampai Aku bersihkan bakpaunya pun tidak bergerak sama sekali,, selesai Aku membersihkanya lalu Aku menyelimuti badan Dian dengan selimut.
Setelah itu Aku naik kasur lalu memeluk Dian, kita pun tidur karena merasa lelah. tadi saat Aku lihat jam rupanya sudah jam 2 pagi.
Aku terbangun karena mendengar bunyi hp dari hpku yang dari tadi berbunyi tanda panggilan masuk, rasanya mengganggu banget, karena Aku masih mengantuk.
"Masss,,, hp Mas bunyi,, "kata Dian sambil mengusap pipiku.
"Hemmm,,, biarin aja lah sayang,, Mas masih ngantuk,, "jawabku.
"Tapi ini udah jam 9 loh Mas,, udah siang,,dan Dian udah lapar"Dian sambil bangun lalu duduk sambil bersandar pada sandaran kasur. sambil menggoyangkan tanganku.
"Iyaaa Mas bangun,,"sambil mengusap wajahku, lalu Aku bangun dan mengambil hpku, ternyata Pamuji mengirim pesan, katanya Aku dan Dian di tunggu untuk sarapan bersama.
__ADS_1
"Dari siapa Mas,, ?"tanya Dian saat Aku sedang membalas pesan.
"Dari Pamuji katanya kita di tunggu untuk sarapan bersama,, "
"Oh,, ya udah Dian mandi dulu ya Mas,, "sambil menggulung badanya dengan slimut, Dian turun dari kasur, Aku hanya melihatnya saja sambil tersenyum, Aku mau lihat Dian bisa jalan dengan normal ngga. benar saja baru satu langkah Dian langsung meringis kesakitan.
"Aaawwww,,,,"sambil duduk di kasur lagi.
"Kenapa sayang,, ?"tanyaku pura pura ngga tau, hehe...
"Masss,, ininya Dian kok sakit banget yah, buat jalan juga susah,, "katanya,sambil menujuk ke arah bakpaunya.
"Oh sakit yah,, coba Mas lihat,, "sambil mendekatinya.
"Iihh,, Mas apa an sih,, masa mau di lihat Dian malu dong,,, "Aku hanya tersenyum.
"Malu kenapa, orang Mas udah lihat bentuknya dengan detail kok,, "sambil tersenyum meledek.
"Mass,, apa an sih,, iihhhh,, "sambil melempariku dengan bantal.
"Ya udah kalau ngga mau di lihat, sekarang Mas gendong aja yah sampai di kamar mandi, biar cepat katanya mau sarapan udah laper,, "sambil Aku berdiri di depanya, Dian pun mengangguk sebagai jawabanya.
Aku menggendong Dian sampai dalam kamar mandi, lalu Aku dudukan Dian di pinggil bak mandi, setelah itu Aku menyalakan air hangat, agar Dian bisa berendam.
"Sayang,, buka slimutnya sinih,, "sambil Aku membantu melepaskan dari badanya. Tadinya Dian ngga mau karena malu,tapi Aku membujuknya ahirnya mau juga.
Sambil menunggu bak mandinya penuh sama air hangat,lalu Aku berjongkok depan Dian.
"Mas mau ngapain,,? "tanya Dian, tapi Aku tidak menjawabnya, justru Aku langsung membuka kaki Dian agar melebar, siapa sih yang ngga langsung ON kalau lihat di depan mata kita ada wanita tanpa memakai baju dan sudah halal lagi, pasti langsung terang**ng kan.
__ADS_1
Besok lagi, maaf kalau ada typo..
jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih....