
Sekitar jam delapan pagi Zara bangun dan perutnya terasa lapar,Zara lalu membangunkan Rizki untuk mengambilkan makan buatnya.
"Bang,,,Abangg,,bangun,"sambil mendusap dada Rizki.
"Hemmm,,,iya sayang,,,"lalu memluk Zara.
"Abang bangun,,,Zara laper,,"
"Iyaaa,,Abang bangun,"Rizki lalu membuka matanya lalu duduk.
"Abang cuci muka dulu yah,,"Zara mengangguk.
Setelah selesai cuci muka,Rizki mengajak Zara untuk kuar kamar,tapi saat Zara baru jalan satu langkah,Zara sudah kesakitan sambil memegangi inti tubuh miliknya.
"Aawww,,sakittt,,,"lalu Zara duduk lagi di pinggir kasur.
"Mana yang sakit,biar Abang lihat,,"
"Iih,,,ngga usah,sanah Abang ambilkan makan aja buat Zara,Zara di kamar aja,"
"Ya baiklah,,Abang akan keluar ambil makan,"Zara lalu menunggu di kamar.
Sampai di meja makan,Hendra,kakek dan Dea sedang sarapan bersama.tapi pas Rizki datang Kakek buru buru pergi ke kamar,katanya mau ke kamar mandi,kebelet.
"Mana Zara Ki,,?"tanya Dea.
"Di kamar Bun,,"sambil mengambil piring.
"Kok ngga di ajak keluar sih biar sarapan bareng,"
"Katanya pengin sarapan di kamar Bun,"
"Tumben,, Zara ngga pernah loh makan di kamar,dia selalu makan di meja makan,"Dea masih merasa bingung.
"Kamu apakan Zara sampai ngga mau sarapan di tempat mankan,kamu jangan ajarin Zara yang ngga bener ya Ki,,"Hendra berkata sambil matanya melotot ke Rizki.
"Masss,,ngomongnya jangan sambil matanya melotot gitu napa sih,,"
__ADS_1
"Lagian Rizki tuh baru aja sehari di sini udah ngajarin Zara yang ngga bener,,"
"Saya ngga ngajarin apa apa Pah,,Zaranya ngga mau ke sini soalnya Zara lagi sakit,,"
"Sakit,,"Dea dan Hendra barengan.
"Sakit apa Zara,,bukanya kemaren baik baik aja yah,"kata Dea,sedang Hendra tatapanya penuh tanya.
"Iya Bun,kemarin sehat tapi tadi pagi Zara sakit,"
"Biar Aku lihat dulu,,"Dea bangun dari duduknya.
"Bun,,ngga usah,,Zara sehat kok,,"Rizki terlihat bingung.
"Kamu gimana sih,tadi kamu bilang katanya Zara sakit,,"Kata Hendra sedikit kencNg ngomongnya.
"Emm,,itu,,Zara cuman sakit berjalnya,karena tadi kita habis,,,"Hendra yang sudah paham langsung melempar jeruk ke arah Rizki.untung Rizki menangkapnya dengan tanganya.
"Cukup,,ngga usah di teruskan,cepat ambil nasinya dan Zara suruh makan yang banyak,awas kalau sampai Zara di sakit,milikmu Saya potong,,mau kamu,,"
"Jangan di potong dong Pah,nanti kasihan Zara ngga bisa ngerasain enak lagi,,"
"Ngga ngomongin apa apa kok Bun,Saya kekamar dulu yah,Zara soalnya kelaparan,,"Rizki langsung pergi sambil membawa piring yang sudah di isi makanan dengan cepat,takut Hendra makin ngamuk.
Sampai di kamar,Rizki dan Zara langsung makan,Rizki membawa makananya cukup banyak,jadi buat mereka berdua cukup kenyang.
"Yang,,mau Abang beliin obat apa salep ngga biar ngga sakit lagi itunya kamu,"
"Emang ada obatnya buat luka seperti ini,,?"
"Nih Abang lagi baca di mbah google,katanya ada,,Abang belikan yah,,"
"Jangan Abang ah yang beli,suruh pak supir aja,Zara ngga mau di tinggal,"mereka berdua sedang tiduran sambil pelukan,sedang tangan Rizki memegang hpnya untuk mencari obat buat luka Zara.
Ahirnya Rizki keluar kamar dan munyuruh supir untuk membeli salep dan obat di apotik.
"Sayang,,Abang mau tanya,Kamu sudah datang bulan belum,,?"setelah dari luar Rizki naik ke kasur lagi untuk tiduran.
__ADS_1
"Kenapa Abang nanyain kaya gitu,,?"
"Eemmm,,kata Mamah kalau kamu belum datang bulan ,kemungkinan bukan masa subur kamu,dan kalau kamu sudah datang bulan dan baru saja selesai dari datang bulanya,itu kamu dalam masa subur,"
"Zara ngga ngerti yang Abang bicarakan tentang hubunganya datang bulan dan masa subur ,,"
"Tadi pagi kan Abang ngelakuinya ngga pake pengaman,dan setengahnya masuk kedalam dan setengahnya kan ngga,setengah nya keluar di seprei sama berceceran kemana mana,jadi kamu kan belum mau hamil,takutnya setengahnya milik Abang yang masuk bisa buat kamu hamil,"
"Kata Abang ngga bisa hamil orang ngga masuk semua,,gimana sih,,"Zara langsung cemberut.
"Iya maaf,,kan Abang cuman bilang takutnya jadi,trus kamu sudah datang bulan belum,,?"Zara lalu mengingat ingat sebentar.
"Belum,tanggalnya Zara datang bulan sekitar seminggu lagi,gimana dong,,itu masa subur apa bukan Bang,"
"Abang juga ngga tau,ya kita berdoa aja semoga kamu tidak hamil dulu,,Biar bisa selesaiin kuliah,"
"Iya,,tapi nanti kalau Zara hamil gimana,,?"
"Ya mau gimana lagi,ya kita harus bersukur,berarti Tuhan sudah percaya sama kita,kalau kita mampu untuk mengurus anak,"
"Tapi Zara takut Bang,,"
"Takut apa,orang hamil ada suaminya ini,,"
Mereka berdua terus saja mengobrol,dan setengah jam kemudian mba mengetuk pintu,dan Rizki membukanya,ternyata pak suoir sudah pulang,dan salep yang Rizki mau pun dapat.
Rizki dan Zara lalu membaca cara memakainya,dan Rizki lalu menyuruh Zara untuk memakainya.
"Sinih Zara pakai sendiri,,"sambil mengambil salep dari tangan Rizki.
"Emang kamu bisa,,?sinih Abang aja,,"
"Tapi Zara malu kalau Abang yang kasih salepnya,,"
"Ngga usah malu,,ngapain malu sih orang Abang sudah melihatnya kok,sudah sinih Abang pakekan ,sekarang tidurlah,,"Zara ahirnya menurut dan langsung tiduran,Rizki lalu melepaskan celana Zara.
Setelah terlepas kaki Zara di lebarkan,kaki Zara sedikit kaku dan tidak mau di lebarkan,tapi Rizki terus membujuknya ,ahirnya Zara pun membuka lebar lebar kakinya.
__ADS_1
Jari Rizki di olesi salep,lalu jari dari tangan satunya sedikit membuka inti tubuh Zara,saat baru di tempelkan jari Rizki,Zara sudah seperti tersetrum aliran listrik di dalam badanya,badanya langsung terasa panas.
Jangan lupa,like komen dan votenya,trimakasih...