MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Pasukan Kusus


__ADS_3

Zara dan Rizki makan sambil mengobrol, mereka membahas masalah kuliah Zara dan teman teman Zara di singapur.


"Yang Kita mau langsung pulang apa jalan jalan dulu ,, "setelah mereka menghabiskan makananya.


"Jalan jalan dulu ya Bang, soalnya Zara lagi pengin cari sesuatu, siapa tau ada di mall ini, lagian masih ada waktu 1 jam lagi kok, ini kan baru jam 9,,"


"Boleh, kita jalan jalan dan belilah yang kamu mau beli,, "Zara pun tersenyum dan mengangguk.


Setelah Rizki membayar makanan, mereka berdua lalu keluar dari tempat makan itu, sambil bergandengan tangan mereka berdua jalan jalan mengelilingi mall, dan ternyata yang Zara cari tidak ada yang jual di mall ini.


"Bang kita pulang aja yuk, kayanya yang Zara pengin di sini ngga ada yang jual deh,"


"Emang apa yang pengin kamu beli,,"


"Ada deh,, Abang ngga perlu tau,, ayo kita pulang,, "Rizki pun mengangguk lalu mereka keluar dari Mal menuju parkiran mobil.


Dan ternyata tanpa Rizki dan Zara sadari, dari tadi ada yang mengikuti mereka.


"Kalian bersiaplah,, target sudah menuju mobilnya,, "kata penguntit yang dari tadi mengikuti Zara dan Rizki berbicara melalui telfon pada temanya.


"Iya,, kita sudah melihatnya, kamu langsung telfon ke bos sekarang,, "


"Iya Aku akan menelfon Bos kita,, "


Sedang Hendra di rumah dari tadi merasa tidak tenang, perasaanya seperti was was.


"Kamu kenapa sih Mas, kok mondar mandir gitu, ada masalah,, "tanya Dea yang ahirnya bertanya karena dari tadi pusing melihat Hendra yang berjalan mondar mandir ngga jelas.


"Zara sama Rizki kok belum pulang ya Yang,, "


"Ini kan belum jam 10 ,mungkin mereka lagi di jalan juga, kita tunggu aja sampai jam sepuluh, siapa tau mereka bentar lagi sampai"


"Tapi Mas merasa kuatir Yang,, "

__ADS_1


"Ya udah kalau kuatir sekarang telfon Zara aja gih,, biar Mas tenang kalau sudah tau Zara ada di mana, "


"Iya juga, tolong Yang kamu aja yang telfonin, "Dea pun menurut, lalu menelfon Zara.


"Iya hallo Bun,, "sedikit gemetar suara Zara.


"Sayang ada apa,kok suara kamu kaya ketakutan gitu,,? "Dea terlihat Panik, Hendra yang mendengar langsung mendekati Dea.


"Ada apa,, coba sepeker,, "Dea langsung menyalakan sepeker hpnya.


"Bun,,, Zara lagi mau pulang bareng Abang, tapi di jalan mobil kita ada yang mengikuti, dan mengejar kita Bun,, Abanggg Awasss,, "Zara terlihat panik.


"Zara kamu di mana sekarang, daerah mana itu,, "kata Hendra panik.


"Zara ngga tau Pah ada di mana,, "


"Daerah pertigaan cawang sekarang kita Pak,, "teriak Rizki sambil menyetir mobilnya.


"Rizki kamu harus bisa jagain Zara, jangan sampai Zara terluka, kalau sampai terluka, kamu berurusan dengan saya,, ngerti,,, "Rizki langsung menjawab Iya.


Hendra mengambil hp Dea, alu keluar dari kamarnya, Hendra langsung masuk ke ruang kerjanya.


"Mas kamu mau kemana,,? "tanya Dea saat Hendra membuka laci meja dan ternyata mengambil senjata.


"Ada orang yang ingin bermain main dengan Mas, tidak akan Mas biarkan mereka menyentuh keluargaku,, "


"Mas,, jangan Mas,, kamu jangan gegabah,, Rizki pasti bisa mengatasinya,, "


"Tidak,, Mas tidak bisa tinggal diam,, "


"Mas,, "sambil memeluk Hendra.


"Jangan kotori tanganmu dengan darah Mas, Dea mohon,, "Hendra sedikit melunak.

__ADS_1


Hendra lalu mengambil hpnya dan menelfon seseorang.


"Anaku sedang dalam bahaya, kalian harus segera menyelamatkanya, kalau sampai kalian gagal Aku tidak akan mengpuni kalian, sekarang pergilah akan Aku kirim lokasi mereka, Anaku memakai mobil yang biasa Aku pakai,, "


"Siap Bos,, "Hendra menelfon anak buahnya, ternyata Hendra bukanlah orang sembarangan, karena Hendra adalah orang CEO yang terkenal sukses dan pintar dalam berbisnis, membuat Hendra banyak musuh, jadi Hendra diam diam mempunyai banyak anak buah yang di sembunyikan, karena Hendra memakai mereka kalau ada masalah yang serius dan berbahaya, contohnya seperti sekarang ini.


"Mas telfon siapa ,,? "tanya Dea yang merasa aneh dengan perkataan Hendra.


"Dia,,,mereka,, "Hendra sedikit kebingungan mau menjelaskan siapa yang habis dia telfon.


"Mas menyembunyikan sesuatu dari Dea ya Mas,, apa Dea sudah ngga penting lagi buatmu Mas, sampai Mas masih menyembunyikan sesuatu dari Dea,, "


"Ngga Yang,, Mas ngga menyembunyikan apa apa darimu, kamu sangat berarti bagi Mas,, kamu segalanya di hidup Mas,, "


"Tapi Mas menyembunyikan mereka dariku Mas, sebenarnya Mas itu siapa sih , rupanya Dea belum mengenal Mas semuanya,sepertinya masih banyak rahasia yang ada di diri Mas yang belum Dea tau, "Hendra lalu mengambil tangan Dea.


"Mas hanya seorang suami dan ayah dari tiga anak, dan pekerjaan Mas yang penuh dengan persaingan membuat Mas harus bisa menjaga keluarga Mas, Mas sebenarnya hanya laki laki biasa yang punya banyak kelemahan, salah satunya Mas tidak bisa melihat atau mendengar keluarga Mas dalam bahaya, makanya Mas mempunyai pasukan kusus untuk sewaktu waktu Mas butuhkan, contohnya ya seperti ini,, "


"Apa mereka banyak,,? "


"Hemmm,,, hanya 10 orang, tapi mereka orang orang terlatih,, "


"Abangg,,, Awassssss,,, "


Dor,,


Dor,,


Duarrrr,,, suara mobil meledak. Hendra langsung memanggil Zara karena kaget mendengar teriakan Zara, dan setelah itu terdengar suara tembakan dan mobil meledak.


"Zara,,, Zara,,, Rizki,,, kalian dengar ngga,, jawab,,, "


Jangan lupa like, komen dan votenya, trmakasih...

__ADS_1


__ADS_2