
Setelah Ayah dan Kak Dian pergi Aku masuk kamar, rasanya hari ini Aku sangat merindukan suamiku, karena sudah beberapa hari ini suamiku selalu sibuk di rumah sakit, dan pulangnya selalu malam, karena di rumah sakit katanya lagi banyak jadwal oprasi.Aku juga sebenarnya sangat mengerti pekerjaan suamiku karena Aku juga berprofesi yang sama, jadi kalau melakukan oprasi sehari sampai 2 atau 3 orang pasti sangat sibuk, kurang istirahat dan cape.
Aku tidak mau membuat suamiku terbebani,makanya Aku pura pura baik baik saja, padahal Aku selalu merindukanya, anak yang ada di perutku sudah sangat aktif, membuatku kadang merasa sakit dan ingin di usap oleh suamiku, tapi mau gimana lagi, suamiku sedang sibuk untuk menolong dan mengobati orang.
Saat Aku sedang tiduran dengan fikiran yang terbang entah kemana, tiba tiba ada yang membuka pintu, saat Aku melihat ke arah pintu, ternyata suamiku yang masuk dan sambil tersenyum padaku, Aku hanya melihatnya tanpa expresi karena Aku fikir ini hanya bayangan, tidak mungkin kan di jam segini suamiku sudah pulang.
Suamiku makin mendekatiku, dan Aku masih tetap diam.
"Adek kenapa melamun,, "sambil mengusap rambutku lalu mencium keningku.
"Apa ini Mas Agung,,? "sambil mendongakan wajahku, dan Suamiku tersenyum.
"Ya iya lah ini Mas Agung suami Adek, emang kirain Adek siapa,, apa Adek sedang menghayalin laki laki ganteng dan muda yang masuk kamar,,? "Aku langsung menggeleng.
"Ngga,,,, Dinda fikir tidak mungkin kan Mas akan pulang jam segini, jadi kirain Dinda Mas hanya bayangan saja,, "
"Ini nyata sayang,, Mas udah pulang, "lalu Aku pun bangun dan duduk di atas kasur, setelah itu Aku memeluk pinggang suamiku sambil duduk.Suamiku mengusap rambutku.
"Dinda kangen,,, "sambil air mataku mengalir.
"Loh kok nangis,, jangan nangis dong, Maafin Mas yah beberapa hari ini Mas sibuk,, "sambil melepas pelukan ku.
Lalu Suamiku menyuruhku untuk tiduran lagi.
"Mas cape Dek,, kita tidur yuk,, "Aku pun mengangguk. tapi sebelum suamiku ikut tiduran dia ganti baju dulu dan bersih bersih.
"Mas,, dedenya lagi nendangin nih,, aduhhh,,, "tiba tiba perutku sakit karena si kembar bergerak.
"Mana yang sakit Dek,, "sambil duduk mengusap perutku, dan di pinggir sebelah kanan ternyata keras.
__ADS_1
"Ini Mas,, di sebelah sini, "Suamiku langsung mengusap perutku yang mengeras.
"Dede kembar kenapa,,, kangen yah sama Papah pengin di usap usap,, "
"Iya Papah,, Dede kembar kangen,dari kemaren Papah sibuk terus sih,,, "kataku sambil suaraku menirukan anak kecil.Suamiku pun tersenyum.
"Dek,, Mas pengin nengok dede kembar boleh ngga,, "sambil menciumi perutku.
"Tapi ini siang loh Mas,, takutnya Akbar nyarin Dinda,, "
"Tadi Mas lihat Akbar sedang bermain di kamar di temani Zara sama Mba Siti, jadi sepertinya aman,, "Sambil berjalan ke arah pintu dan menguncinya.
Aku hanya tersenyum melihat tingkah Suamiku. suamiku berjalan ke arahku sambil melepaskan bajunya.sampai di dekatku Suamiku pun tersenyum dan langangsung mencium bibirku Aku pun dengan senang hati menyambut ciuman Suamiku. (Untuk ena enanya besok yah)
.
.
.
Aku dan Dian tiba di makam Farida, karena anaku membayar orang untuk merawat makam Farida, jadi makamnya pun bersih dan rapi. lalu Aku menaburkan bunga sedangkan Dian menaro rangkaian bunga mawar.
Setelah selesai menaburkan bunga, Aku dan Dian lalu membacakan doa untuk Farida. saat selesai membacakan doa air mataku tiba tiba menetes,rasanya baru kemaren masih bersama,tapi sekarang Aku dan Farida sudah terpisah.
"""Semoga Ibu tenang di sana, dan sekarang ibu sudah tidak merasakan sakit lagi, maafin Ayah yang jarang datang ke makam Ibu karena sekarang Ayah tinggal jauh, sampai kapan pun Ibu selalu ada di hati Ayah yang terdalam, dan sekarang Ayah membawa seorang wanita yang saat ini dekat dengan Ayah Bu, maaf bukanya Ayah tak setia pada Ibu, tapi Ayah butuh teman dalam menjalani sisa umur Ayah, """suara hati Doni.
""""Haiii Mba Farida kenalkan Saya Dian, Saya teman Mas Doni, saya ingin ikut ke sini karena saya ingin melihat makam Mba Farida, orang yang sangat Mas Doni cintai, Bukanya Saya lancang, tapi Saya hanya ingin meminta izin pada Mba Farida untuk lebih dekat dan mengenal Mas Doni .Karena sepertinya Saya sudah mulai menyukai Mas Doni, Maaf.. kalau Saya lancang,"suara hati Dian.
Setelah selesai Aku dan Dian pun pergi dari makam dan masuk ke mobil.
__ADS_1
"Mau beli oleh oleh dulu ngga Di,,mumpung kita lagi di luar,,? "tanyaku.
"Emangnya Mas ngga cape, Kan Mas harus istirahat agar nanti malam pas di jalan tidak mengantuk,, "
"Ini masih ada waktu kok, kalau Dian mau beli oleh oleh Mas masih bisa antar,"kataku.
"Sebenarnya Dian pengin ke Mall yang ada di kota ini sih Mas,,"
"Oh gitu,, ya udah kalau gitu kita ke Mall ,,"kataku. Dian pun mengangguk senang.
Sampainya di Mall Aku dan Dian lalu turun dari mobil, dan masuk ke dalam Mall.
Aku berjalan bersampingan dengan Dian, tanganku rasanya ingin sekali menggandeng tanganya,tapi rasanya tidak enak, takut Dianya ngga mau. saat Dian sedang melihat lihat toko yang kusus menjual perlengkapan bahan kue,, dari arah samping Ada yang memanggilnya.
"Kamu Dian kan,,, "Katanya. Dan Dian pun menengok.
"Yuda yah,,, "jawab Dian. sepertinya mereka saling kenal.
"Kemana aja sih kamu Di,, teman teman nanyain tentang kamu loh,, kenapa kamu tiba tiba ngilang sih,, kamu pindah ke mana, "Dian. menatapku sekilas lalu menghadap ke temanya lagi.
"Aku ikut Ayah pindah ke daerah yang cukup nyaman tempatnya,, "
"Trus ini siapa,, ?"Lagi lagi Dian melihat ke arahku.
"Oh,,, kenalkan Yud ini calon Suamiku,, "Aku hanya diam, Aku tidak mau senang dulu saat mendengar Dian menyebutku calon suaminya, siapa tau ini hanya sandiwara.
"Oh,,, hai Mas kenalkan saya Yuda teman Dian saat kuliah,, "sambil menyodorkan tanganya padaku untuk bersalaman.
"Saya Doni,, "Sambil menjabat tanganya.
__ADS_1
"Di,, kita ke cafe yuk, Aku ingin mengobrol denganmu dan ingin meminta no telfonmu juga, "lagi lagi Dian melihatku sepertinya ingin meminta persetujuanku. Dan Aku pun mengangguk.
Jangan lupa untuk like, komen dan votenya ya kak,, makasih...