
Sudah 2 minggu Aku cuti kuliah, karena kandunganku yang lemah membuat Aku harus istirahat dan tidak melakukan aktifitas.Apa lagi Suamiku yang sangat posesif,bahkan Aku di larang untuk sekedar mencuci piring bekas ku makan oleh Suamiku. Dan Hari ini Aku sudah di izinkan oleh Mas Suami untuk masuk kuliah lagi.
"Adek ngga boleh makan sembarangan kalau siang,lebih baik Adek bawa bekal dari rumah aja yah, Mas takut kalau makan di luar ngga sehat, "Aku langsung mengerutkan dahiku, saat mendengar ucapan Suamiku.
"Ngga segitunya kali Mas,, Dinda kalau siang juga jarang jajan kok, apa lagi sekarang tambah malas makan"jawabku. karena semenjak pindah kampus Aku jarang keluar dari ruangan saat jam istirahat.
"Tapi sekarang Adek harus makan siang,ngga boleh telat, kasihan anak kita kalau Adek ngga makan siang, "Sambil mengusap perutku yang masih rata.
"Iya papah,, Dede bayi nanti ajak mamah untuk makan siang,"kataku sambil menirukan suara anak kecil.
Aku dan suamiku tertawa bersama, Dan Suamiku memeluku dan mencium keningku. Saat ini, karena masih terlalu pagi untuk bangun, jadi kita masih di atas kasur saling berpelukan dengan di balut slimut.
"Mas, pulang kuliah Dinda ke rumah Ibu boleh ngga, Dinda pengin makan masakan Ibu dan kangen sama Ayah,"kataku.
"Boleh,,, nanti pulangnya tunggu Mas yang jemput yah, "Aku langsung menganggukan kepalaku.
Cup.. Cup...
"Trimakasih Suamiku tercinta, "sambil ku peluk badan Suamiku.
"Iya Sayang,,, kita mandi yuk,"
"Tapi mandi aja yah, jangan macam macam belum bolehhh,,,! "kataku. Suamiku pun tersenyum melihat tingkahku.
Kita pun ahirnya mandi bersama, dengan telatenya Suamiku menggosokan tubuhku dengan sabun,Aku pun bergantian menggosok punggung Suamiku.
"Adek,, ayo kita sarapan, Mas sudah siap, "kata Suamiku,setelah kita sudah rapi.
"Iya,,, ayok Mas, "kita pun keluar dari kamar bersama Suami menuju meja makan.
"Mba siti bikin sarapa apa,? "tanyaku setelah Aku duduk.
"Bikin nasi goreng Non, sama ceplok telor, "jawab Mba Siti.
"Oh,,,makasih ya Mba,"
"Iya Non,, "
Lalu Aku mengambilkan nasi goreng serta telor ceplok ke piring dan memberikanya untuk suamiku.
Dan Aku juga mengambil makan untuku sendiri, kita pun sarapan bersama.karena Aku masih mual Aku hanya makan sedikit. Dan telornya pun Aku ngga mau karena bau amis.
Selesai makan Suamiku bangun dari duduknya, dan langsung membuatkan susu hamil untuku.
"Adek minum dulu susunya, trus vitaminya di minum juga.Habis itu kita berangkat, "kata suamiku sambil mememberikan segelas susu, Aku pun langsung mengambilnya dan meminumnya sampai habis.
"Pinternya Istri Mas,, "lalu Suamiku mencium keningku.
"Iya dong,,,, "jawabku.
Selesai sarapan kita berangkat menuju kampusku.
"Mas,,, Dinda sedikit takut untuk ke kampus, "kataku saat di dalam mobil.
"Adek tenang aja, semua sudah beres dan sudah selesai,percaya sama Mas,, "
__ADS_1
Aku pun sedikit lega, karena Suamiku selalu memberiku semangat.kita pun sudah sampai di kampusku. Suamiku menyuruhku untuk turun dan menemani ku sampai ruangan.
Banyak mahasiswa dan mahasiswi yang melihat ke arahku dan Suamiku, tapi untungnya mereka tidak menatapku dengan kebencian tapi dengan senyuman, karena sepertinya Suamiku di sini cukup di kenal.
Dan di gandengnya tanganku menuju ke dalam ruangan tempatku belajar, setelah melihatku sudah duduk, Suamiku pun pamitan untuk pergi.
Jam pun berlalu sangat cepat, dan sekarang Aku sedang berjalan menuju halte,sekarang banyak mahasiswa dan mahasiswi menjadi ramah padaku, setiap melihatku mereka pada tersenyum.
"Din,,, gimana kabarnya,? "Aku langsung melihat ke arah suara.
"Baik Kak, Kak Hanan gimana kabarnya,?"tanyaku balik.
"Sukur deh kalau kamu baik baik saja, kalau Aku seperti yang kamu lihat,"jawabnya.
"Kenapa kamu ngga cerita padaku sih Din, kalau kamu sudah nikah, dan Suamimu itu adalah Dosen yang hebat lagi, "Aku hanya tersenyum mendengar perkataan KakHanan.
"Maaf ya Kak, bukanya Dinda ngga mau cerita tapi kayanya ngga penting kan, "jawabku.
"Apa kamu bahagia Din, dengan pernikahanmu,? "
"Ya,,,Dinda sangat bahagia, karena Suami Dinda orangnya dewasa dan pengertian. Dan kami saling mencintai, "jawabku.
"Sukur kalau kamu bahagia. Soal yang kemaren Aku juga minta maaf, karena Aku kamu jadi kena sasaran kemarahan Dea, dan Dea sudah mendapatkan hukuman dari perbuatanya sekarang, "
"Ya Kak, Dinda udah melupakanya kok, soal hukuman buat Kak Dea Dinda udah tau dari Suami Dinda Kak,"kataku.
"Kamu masih mau berteman denganku kan Din,? "tanya Kak Hanan padaku.
"Iya,, masih mau lah Kak, kita dari dulu memang teman kan, "dan Kak Hananpun tersenyum.
"Iya,, hati hati, sampai jumpa besok, "Aku tersenyum dan menganggukan kepalaku.
Setelah sampai rumah Ibu Aku langsung turun dari taxsi, dan langsung masuk. Aku melihat Mba Iis yang sedang menyapu halaman.
"Siang Mba,,, "sapaku.
"Ehh,, Non Dinda, siang Non,, "jawab Mba Iis.
"Ayah Ada ngga Mba,, ?"
"Bapa Ada di taman belakang Non,"Aku langsung mengangguk dan menuju taman belakang.
Ayah belum mulai mengajar, soalnya Ayah sedang menunggu surat dari tempat Ayah kemarin mengajar, untuk pemindahan Ayah di kota.
"Ayah,,,, "panggilku saat Aku sudah melihat nya.
"Sayang,,, sama siapa kesininya,? "kata Ayah saat Aku sudah di dekatnya.
"Dinda pulang kuliah, trus langsung kesini naik taxsi,"jawabku.
"Tapi nanti pulangnya di jemput Mas Agung sih Yah, soalnya Dinda kangen masakan Ibu,dan kangen sama Ayah, "kataku lagi dan Ayah pun tersenyum.
"Wahh,,, cucu kakek lagi pengin makan masakan nenek yah,"kata Ayah sambil mengusap perutku.
"Kita kedalam aja yu Sayang, di sini panas, "Kata Ayah sambil berjalan menuju ke dalam rumah.
__ADS_1
"Ibu kalau pulang jam berapa sih Yah,,,? "tanyaku saat kita sudah duduk di sofa.
"Sekitar jam 4 sorean sih ,"
"Dah makan siang belum kamu Din,"Aku menggelengkan kepala.
"kita makan siang bareng yuk,, "ajak Ayah padaku.
Aku dan Ayah pun makan bersama, tapi karena perutku yang masih suka mual, Aku hanya makan buah.Setiap makan siang mulutku maunya makan yang seger seger gitu, jadi hanya buah yang masuk perutku kalau siang.
Selesai makan, Aku langsung istirahat di kamarku dulu, karena menunggu Ibu yang masih lama pulang, jadi lebih baik Aku tidur siang. Sebelum tidur Aku kirim pesan pada Suamiku kalau Aku sudah di rumah Ibu dan sedang istirahat di kamar, Suamiku belum juga membalasnya, ahirnya Aku tinggal tidur saja.
Aku terbangun karena suara ketukan pintu, dan Aku langsung membukanya, ternyata Mba Iis yang mengatakan kalau Ibu sudah pulang,lalu Aku pun langsung mencuci mukaku, ternyata Aku tidur siang lumayan lama, karena sekarang sudah jam setengah enam.
"Ibuuu,,, "Kataku sambil memeluk Ibu yang sedang duduk di sofa.
"Enak tidur siangnya,, "Aku hanya menganggukan kepalaku dan tersenyum.
"Tuh Bu,, cucu kita katanya pengin di masakin makanan oleh neneknya, "kata Ayah dan Ibu langsung mengusap perutku.
"Oh,, ya.Pengin di masakin apa hemm sama Ibu sayang,? "
"Pengin makan sama sup ayam Bu, trus pakai sambelnya yang trasi, "jawabku.
"Oh,, gitu. Ya udah Ibu masakin sekarang yah, "kata Ibu sambil bangun dari duduknya.
Aku mengikuti Ibu ke dapur, dan Aku hanya duduk melihat Ibu dan Mba Iis yang memasak,sedang Ayah menonton tv di ruang depan.
Bau harum sudah tercium saat sup buatan Ibu sudah matang, rasanya Aku sudah tak sanggup lagi untuk menunggu, dan Aku langsung minta ke Ibu untuk mengambilkan untuku.
Satu mangkok cukup penuh sudah di depanku.Tanpa banyak bicara Aku langsung memakanya. uuhh,, enak banget dan di perutku rasanya tidak membuat Aku mual.
Tiba tiba ada yang mengelus kepalaku, dan saat ku dongakan kepalaku, ternyata Suamiku sudah ada di sampingku.
"Hehee,,, Mas Dinda lagi makan sup buatan Ibu, maaf yang ngga tau kalau Mas udah datang, "kataku sambil tertawa.
"Iya,, ngga papa. Adek lanjutin makan saja, "jawab Suamiku dan langsung duduk di sebelahku.
"Masakan udah matang semua nih,, ayo kita makan, "kata Ibu.
"Bu Ayah nasinya dikit aja, Ayah mau sayur dari supnya yang banyak, "kata Ayah sambil mengacungkan piring pada Ibu.
"Iya,, siap, "jawab Ibu.
Dan kita pun makan malam bersama, selesai makan kita semua mengobrol di ruang tv, sampai pukul 9 malam ahirnya Aku dan Suami berpamitan untuk pulang.
Sampainya di rumah, Aku langsung menuju kamar mandi untuk bersih bersih, dan ganti baju. setelah Aku selesai barulah Suamiku.
Sekarang kita sudah di atas kasur,sambil Aku peluk tubuh Suamiku yang membuatku rasanya nyaman, tapi sejak Aku tau telah hamil tingkahku makin aneh kalau mau tidur. Ya itu selalu memainkan adik kecil Suamiku. Suamiku selalu kasihan sebenarnya, karena harus menahan hasrat yang tak bisa di salurkan, alhasil selesai Aku memainkanya dan Aku sudah tidur, Suamiku selalu lari ke kamar mandi untuk pelepasan, hehee..
**Ada ngga yah orang seperti Dinda sukanya kalau mau tidur mainin punya suami hehee..
Kalau aku dulu sih sukanya kalau tidur di ketek suami, sampai suami kerisihan dengan tingkahku..
Trimakasih buat kaka yang suka sama ceritaku, jangan lupa like, komen serta votenya ya kak...
__ADS_1
Sambil nunggu Dinda up, baca cerita baruku aja ya kak, judulnya AKU BUKAN PEMBINOR. terimakasih**