
Zara dan Rizki sekarang ada di dalam mobil, Rizki mengantar Zara pulang setelah main ke rumah Dinda, Zara memang memutuskan tidak menginap karena besok akan sekolah.
Saat tadi Rizki dan Zara pulang, hujan sudah turun,tapi tidak terlalu deras, saat di tengah jalan hujan sangat lebat.
Hp Zara berbunyi tanda panggilan, dan ternyata Dian yang menelfon, dan menyuruh mobil Rizki untuk berhenti dulu menunggu hujan sedikit reda. setelah telfon Dian mati, sekarang hp Rizki yang berbunyi, dan panggilan dari Hendra. Hendra juga menyuruh Rizki berhenti dulu, dan Hendra juga sambil mengancam Rizki, kalau sampai terjadi sesuatu dengan Zara pecat yang Rizki dapat. sebenarnya Hendra mengatakan itu pada Rizki hanya becandaan saja, Rizki pun tau itu, mereka berdua sudah sangat klop dan ngga mungkin terpisahkan.
"Ngga papa kan nunggu hujan reda dulu baru kita jalan lagi,, "kata Rizki pada Zara.
"Iya Bang ngga papa kok,, "
"Ya udah tidur aja gih, biar besok kamu ngga ngantuk di sekolah,, "sambil Rizki menurunkan bangku mobil biar Zara lebih nyaman.
"Tapi nanti Abang sendiri dong, ngga ada yang temani,, "
"Ngga papa, asal ada kamu di sini walau sedang tidur, Abang sudah merasa senang kok, "Zara tersenyum malu.
"Udah ah,, lebih baik Zara tidur, dari pada dengerin Abang ngegombal mulu bosen, "lalu Zara memejamkan matanya.
Rizki hanya tersenyum mendengar Zara bicara, lalu Rizki memainkan hpnya untuk menghilangkan bosan. hujan pun belum reda juga,justru makin deras dan banyak mobil yang berhenti karena takut akan kecelakaan, karena pandangan mata jadi buram.
Rizki melihat Zara sepertinya kedinginan karena tanganya bersidakep sambil bergerak terus, lalu Rizki mengambilkan jas kantornya yang ada di bangu paling belakang, Rizki mengambilnya lalu menyelimutkan di badan Zara.
Zara yang merasakan lalu membuka matanya.
"Makasih ya Bang, "Rizki pun mengangguk.
Zara memejamkan matanya lagi, sedang Rizki lanjut memainkan hpnya, sekitar satu jam ahirnya hujan pun reda. Rizki menjalankan mobilnya kembali tanpa membangunkan Zara. Rizki membawa mobilnya dengan kecepatan sedang, karena jalanan sedikit licin.
Ahirnya Rizki sampai juga di rumah Hendra, dan jam sudah menujukan pukul 12 malam.
"Za,, Zara,, bangun,sudah sampai rumah nih, "sambil Rizki mengusap pundak Zara.
"Hemmm,,, iya Bang, "jawab Zara sambil mengucek matanya.
"Sudah sampai ayo turun,apa mau Abang gendong,, "
__ADS_1
"Kaya berani aja,, "
"Berani,, siapa takut, "
"Masa sih ngga takut, serius nih,, "
Saat Rizki akan bicara lagi, Hendra sudah membuka pintu rumah, dan alhasil Rizki langsung diam.
"Dasar penakut,, "kata Zara sambil keluar dari mobil, karena hawa dingin entah Zara sadar atau ngga jas Rizki di pakenya sambil keluar dari mobil. Rizki yang melihatnya hanya membiarkanya saja.
"Ki,, kamu ngga mampir dulu,, "saat Rizki ikut turun.
"Ngga usah pak, udah malam trimakasih, Zara saya sudah atar pulang dengan selamat, jadi saya langsung pamit aja Pak,, "
"Ya udah kalau gitu, trimaksasih yah Ki, "sedang Zara bergelayut di tangan Hendra karena mengantuk.
"Pah,,gendong, Zara ngantuk,, "
"kamu tuh udah besar dan udah berat ,Papah ya ngga kuat lah,, udah ayo masuk,, "sambil merangkul pundak Zara.
Pagi harinya Zara yang akan mandi karena mau sekolah, melihat Jas Rizki yang semalam di pakainya ada di atas sofa.Zara langsung mengambilnya dan menciumnya jas Rizki, Zara langsung mencium aroma minyak wangi khas Rizki menempel di jasnya.
Setelah itu Zara langsung mandi dan bersiap untuk sekolah, selesai mandi dan sekarang sudah rapi memakai baju seragam juga ,Zara lalu turun kebawah sambil membawa jas Ruzki.
"Mba,, tolong cuciin ini yah, nanti kalau sudah di setrika tolong juga taro kamar Zara,,"kata Zara pada mba yang ada di dapur.
"Iya non,, "jawab si emba.
Setelah itu Zara menuju meja makan, untuk sarapan. di meja makan sudah ada Oma, Zara lalu duduk.
"Pagi oma,, "
"Pagi sayang,, "
Lalu Zara mengambil nasi goreng dan mulai makan sarapanya. Hendra pun datang sambil menuntun Dea.
__ADS_1
"Pagi semua,,"kata Hendra.
"Pagi,, "jawab Zara dan Oma.
Hendra sudah punya perawat bayi untuk merawat anak kembarnya, dan Hendra mencari yang tua karena agar lebih berpengalaman.
Lalu Hendra mengamnilkan makan buat Dea, setelah itu baru Hendra mengambil untuk dirinya, Dea sungguh di manjakan oleh Hendra karena Hendra sendiri yang menginginkanya, Hendra sudah ambil cuti satu minggu untuk tidak bekerja, dan Rizki lah yang menghendel semua masalah kantor.
"Pah,, sebentar lagi kan libur sekolah, boleh ngga kalau Zara liburan di kampung, kata Mamah Dian kakek kangen Zara dan pengin ketemu Zara,,? "
"Iya sayang boleh,, nanti Papah antarkan, "
"Ngga usah papah yang antar, kasian Bunda nanti, biar Zara nanti naik kereta atau trefel aja Pah,,"
"Benar kata Zara Hen, kasian Dea kalau kamu tinggal ngantar Zara, lebih baik Zara naik trefel aja,, "
"Dea sudah lebih baik kok Mah, ngga papa kalau Mas Hendra mau mengantar Zara, Mas Hendra orangnya kan kuatiran pasti nanti Mas Hendra justru ngga akan tenang kalau Zara pergi naik terefel,,"
"Iya udah nanti Handa suruh Rizki aja yang mengantar Zara pulang kampung,, "
"Itu lebih bagus,, "kata Oma.
Selesai sarapan Zara langsung pamitan untuk berangkat ke sekolah di antar sopir, saat akan keluar dari rumah ,Zara berpapasan dengan Rizki, mereka saling pandang dan senyum.
"Sudah mau berangkat,, "Zara mengangguk.
"Hati hati yah,, "kata Rizki lagi.
"Iya,, "jawab Zara.
"Oh iya Bang, jas Abang sedang di cuci, besok kalau udah bersih Zara baru kasih, dan makasih ya Bang,, "kata Zara sebelum lanjut jalan.
"Iya,, gambang,tapi kalau Zara mau juga boleh ambil aja, biar kalau lagi kangen sama Abang Zara bisa pake, "Zara langsung malu saat Rizki ngegombal dan Zara langsung berjalan cepat menuju mobil.
Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..
__ADS_1