MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Akbar Terluka


__ADS_3

Tomi yang kerahnya di cengkram Akbar,langsung menarik tangan Akbar agar melepaskan cengkraman tanganya di kerah bajunya.


"Heh.. tukang ojek berani juga kamu yah,kamu itu pasti cuman di manfaatin doang sama Sila,biar ada yang antar jemput,karena level Sila tuh ngga kaya kamu,,"


"Sudah Bar kita pergi aja ,ngga usah ngurusin laki laki kaya dia,"Sila menarik tangan Akbar unntuk pergi dari situ.


"Hahaa,,dasar cemen,,"Akbar yang sudah naik ke motornya,tiba tiba dengar kata kata dari Tomi,Akbar langsung turun lagi dari motornya dan Buhhgggg.....


Akbar langsung menojok wajah Tomi sampai Tomi tersungkur ke aspal.


"Akbarrr,,,"teriak Sila yang kaget karena Akbar tiba tiba menojok Tomi.


"Brengsekkk,,,"Teriak Tomi dan langsung bangun.


Tomi juga menojok Akbar tapi Akbar langsung menangkisnya.mereka berdua ahirnya berkelahi,Sila berteriak minta tolong agar ada yang melerai Akbar dan Tomi.


Ahirnya ada keamanan Restoran yang datang dua orang,keduanya langsung melerainya.Akbar di tarik Sila untuk ke motor.


"Udah Ayo kita pulang,,"kata Sila sambil menarik Akbar ke motor.


Akbar pun menurut,dan naik ke motor,sedang Tomi terus saja berusaha melepaskan badanya dari pegangan keamanan Restoran.


"Brengsek kamu,,awas akan Aku balas,,dasar tukang ojek sialan,,"teriak Tomi saat melihat Akbar dan Sila pergi.


Akbar membawa motornya menuju rumah Sila,dan sekitar setengah jam ahirnya sampai,Akbar tanganya sakit jadi bawa motornya pelan.


"Ayo masuk ,Aku obati lukanya dulu,itu wajahmu lebam,,"kata Sila saat turun dari motor.


"Ngga usah ,biar nanti di obatin di rumah aja,,"


"Ngga ,,di sini aja dulu di obatinya,biar nanti ngga bengkak,Aku ngga enak sama orang tua kamu,udah ayo masuk dulu,,"


"Tapi ini sudah malam,ngga enak sama Papah kamu Sil,,"


"Papahku ngga ada,dia sedang keluar kota,udah ayo,,,"Sila menarik tangan Akbar agar turun dari motornya dan masuk kedalam.

__ADS_1


Ahirnya Akbar pun mau mampir dulu,dan Sila menyuruhnya ke teras belakang.


Sila mengambil kotak P3k,sedang Akbar menunggunya di bangku belakang rumah Sila.


"Kamu ngapain udah malam gini masih di sini,bukanya kamu habis pergi sama kakaku,,"tanya Beni yang nongol dari dalam dan belum tau Akbar terluka.


"Iya,,tadinya Aku mau pulang,tapi kakamu melarangku,,"Beni yang duduk di depan Akbar lalu melihat lebam di wajah Akbar.


"Wajah kamu kenapa lebam gitu,,?"Beni sedikit kaget.


"Oh ini biasa lah,,"sambil mengusap pipinya.


Sila datang dengan membawa kotak P3Knya,lalu duduk di sebelah Akbar.


"Hadap sinih,,"suruh Sila,Akbar pun menurut.


Lalu Sila mengolesi obat pada luka lebam di wajah Akbar,dan Akbar sedikit meringis kesakitan.


"Sakit,,pelan dong sayang,,"kata Akbar yang memanggil Sila sayang,Beni yang mendengarnya pura pura tidak dengar,lalu Sila sambil meniupinya,ahirnya Sila selesai mengobati luka lebam di wajah Akbar.


"Ngapain sih nyuruh Aku masuk,Aku mau jadi


satpam di sini,kalian mau macam macam yah,,"


"Apaan sih Kamu,Aku mau ngomong sama Akbar,serius ini sanah pergi dulu,,"


"Ya baiklah,,hanya setengah jam,kalau lewat setengah jam Aku akan ke sini lagi,ingat kalian jangan macam macam,karena kalian sepertinya sudah jadian,jadi harus lebih di awasi,,"Akbar hanya tersenyum tipis.


Beni pun pergi dan masuk ke dalam,sekarang tingal Sila dan Akbar.


"Aku ngga suka kamu kaya tadi,Aku ngga suka laki laki yang sok jagoan,,"


"Maaf,,karena tadi Aku kesal dia telah menginamu,,"


"Biarkan dia berkata apa ,yang penting Aku ngga kan,Aku justru takut dia nanti akan balas dendam sama kamu,karena dia orangnya kasar dan pedendam ,Aku ngga mau kamu terluka,"

__ADS_1


"Tapi Aku ngga terima,Orang yang Aku sayang di hina ,,apa lagi di depan mataku sendiri,kalau dia mau balas dendam Aku ngga takut,karena demi membela orang yang ku sayang nyawa pun Akan Aku taruhkan,,"


"Jangan sok jagoan,Aku ngga suka,nyawa kamu itu cuman satu jadi jangan buat mainan,pokoknya kalau kamu nanti ketemu Tomi lagi,lebih baik menghindar,Aku ngga mau dengar kamu berantem denganya lagi,kalau sampai terjadi Aku ngga mau kenal kamu lagi,,"


"Bener nih ngga mau kenal lagi,nanti nangis loh,,nanti kangen loh,,"Akbar justru meledek.


"Iihh,,apaan sih,,ngga lucu tau,,"Akbar pun tersenyum.


"Ya udah Aku pulang yah,,"kata Akbar,Sila pun mengangguk.


"Besok Aku jemput yah,Aku antar ke klinik,"


"Ngga usah,Aku ngga enak sama mamah kamu,,"


"Ngga enak kenapa,,?"


"Ya takutnya di kira Aku jadi manfaatin kamu ,"


"Ya ngga lah,,"


"Eemm mamah kamu tau ngga tentang kita ini,,"Akbar mengangguk.


"Seriusss,,,Papahmu juga,,?"


"Ya mereka berdua tau,dan yang tadi memesan restoran itu mamah,dan yang mendekor juga Mamah yang melakukanya,,"


"Apaaa,,"Sila sedikit teriak karena kaget.


"Iih,,jangan teriak gitu sih,"


"Kok mereka bisa tau,dan kok Mamah kamu sih yang memesan Restoran itu ,Aku kira kamu tau,,"Sila berkata pelan.


"Ya karena Aku bilang sama Mamah dan Papahku tentang Aku ingin nembak kamu,jadi Mamah bantuin buat nyari Restoran dan mendekornya juga,"Sila langsung tepuk jidat.


Ahirnya Akbar pulang dari rumah Sila,jam sudah menujukan pukul 10 lewat.

__ADS_1


Jangan lupa,like komen dan votenya trimakasih...


__ADS_2