
Setelah Aku mengolesi salep di pergelangan tanganku, Aku langsung keluar dari kamar dan menyusul Suami dan Anaku di taman belakang.
Saat sampai di sana Aku melihat Suamiku yang sedang mengambil mangga muda dengan galah, dan Ibu rupanya sudah membuatkan sambal buat cocol dengan
mangga.
"Wah,,, Ibu dah bikin sambel nih,,, "kataku saat duduk di samping Ibu.
"Tadi Ibu menyuruh Mba yang bikin, coba kepedasan ngga buat Dinda, "Lalu Aku mencolek sedikit sambelnya dan pedasnya sedang.Lalu Aku bilang pada Ibu sambalnya pas.
"Segini cukup ngga Dek mangganya,,? "sambil membawa 5 buah mangga muda yang cukup besar besar.
"Cukup kok Mas, Sinih Dinda cuci dulu, "kataku. Karena di taman ada kran air, jadi tidak harus masuk ke dalam rumah.
Setelah Aku cuci mangga mudanya,Aku langsung memotong satu dan Aku cocol ke sambalnya, rasanya enak banget dan segar.
"Sayang,,, jangan banyak banyak nanti perutnya bisa sakit, "kata Suamiku sambil menjauhkan mangkok yang berisi sambalnya.
"Iihhh,,, Mas, jangan di ambil, Dinda masih mau makan pake mangga mudanya, "kataku sambil ku tarik mangkok sambel nya lagi.
"Udah Gung,, ngga papa,ngga sering ini kan,, "Mas Agung pun menurut dengan omongan Ibu.
Aku memakan mangga muda dengan sambalnya lagi, Aku sampai habis 3 biji mangga muda.
"Udah,,,,? "kata Suamiku yang melihatku membereskan mangkok sambal.Aju pun mengangguk,Kita semua lalu masuk ke dalam rumah setelah selesai makan mangga muda dengan sambalnya.
"Bang,, main cautur yuk,, "kata Roy yang memanggil Suamiku untuk bermain catur. Saat kita sudah masuk ke dalam rumah.
"Ayo,,,, Adek mau liat apa mau ke kamar,?
__ADS_1
"Dinda mau ke kamar aja Mas,, Akbar mau sama Mamah pa sama Papah liat main catur,? "tanyaku pada Anaku.
"Sama Papah ya Mah,, "Aku pun menggamgguk dan Aku langsung pergi masuk kamar, Aku sangat malas melihat muka Roy yang matanya selalu menatapku dengan tatapan mesum.
Aku merebahkan badanku di kasur, dan mengambil hpku.Aku mau telfon Ibu dan Ayah, Telfonpun di angkat, Aku dan Ibu pun mengobrol cukup lama, kondisi Ibu sudah sedikit ada kemajuan karena kata Ibu sekarang sudah jarang merasakan sakit di pinggang dan tidurnya pun sudah merasa enak.
Setelah 1 jam Aku mengobrol dengan Ibu juga Ayah, Aku pun memutuskan untuk mengahirinya, setelah telfon berahir Aku memejamkan mataku karena merasa mengantuk.
Aku membuka mataku karena merasa ada yang mengusap kakiku. Dan Aku sangat kaget saat melihat siapa yang melakukanya.
"Apa yang kamu lakukan di kamarku,, Keluarrr,,, "teriaku dan Aku langsung bangun dan lompat dari atas kasur.
"Jangan sok jual mahal deh, mending kita bersenang senang di atas kasur,,, gimana hemmm, soal bayaran tenang aja, akan Aku kasih lebih dari yang Agung berikan padamu, "sambil terus berjalan mendekat kepadaku,dan Aku terus saja menghidar dengan memundurkan langkahku.
"Jangan mendekat,, kamu jangan nekat yah Aku bisa teriak biar semua orang tau kelakuan bejatmu itu,, "sambil Aku melemparkan barang yang bisa Aku ambil.
"Silakan teriak saja, karena sekarang rumah sedang tidak ada orang, dan hanya ada Aku dan kamu saja, hahaaaa,,, "
Dan ahirnya Aku tak bisa berkutik lagi,karena Aku sudah mentok di ujung tembok..
.
.
.
**Sebelumnya
"Gung, temenin Ibu beli obat dulu yuk, obat ibu sudah habis, "Ibu keluar dari kamar dan mendekat ke Mas Agung yang sedang bermain catur dengan Roy.
__ADS_1
"Tunggu bentar Bu,, "Agung menjawab.
"Nenek Akbar ikut yah, "kata Akbar sambil mendekat ke neneknya.
"Iya,, Akbar boleh ikut kok, "jawabnya
"Bu Agung mau bilang Dinda dulu yah kalau kita mau pergi, "sambil bangun dari duduknya Agung akan ke kamarnya.
"Bang biar nanti Roy yang bilang pada Kak Dinda, Abang pergi aja Antar Bu dhe, "Ahirnya Agung pun menganggukan kepalanya.
"Iya udah tolong bilang ke Istri Abang kalau dia mencari Abang nanti yah, "Roy pun bilang Iya.
Mereka pun pergi, mengantarkan Ibu ke apotik untuk membeli Obat.
Roy membereskan meja yang berantakan habis main catur. setelah beres Roy duduk di sofa sambil pikiranya langsung mempunyai rencana jelek. lalu Roy bangun dari duduknya langsung menuju dapur.
"Mba,, tolong belikan minyak angin di warung yang depan gang dong, "setelah bertemu Mba di dapur.
"Oh iya Den,,, "jawab Mba, setelah Roy memberikan uang nya, Mba pun pergi dan keluar dari rumah.
Di saat rumah kosong tidak ada orang lain selain Roy dan Dinda, Roy langsung melancarkan rencana busuknya.
Roy berlahan berjalan menuju kamar Agung, dan saat gagang pintu di tekanya, rupanya tidak di kunci, membuat Roy tersenyum senang. Roy langsung masuk ke dalam kamar, dan di kamar ada Dinda yang sedamg tertidur dengan nyenyaknya, hanya dengan menggunakan celana pendek dan kaos oblong Dinda tidur.
Karena Dinda tidur menggunakan celana yang cukup pendek, membuat Roy sangat bernafsu melihat kaki yang putih dan mulusnya. Roy berlahan mendelat ke kasur yang ada Dinda tertidur di atasnya.
Lalu dengan lancangnya Roy meraba dan mengusap kaki Dinda, pertamanya Dinda ngga merasakanya tapi lama lama Dinda pun merasakan usapan tangan Roy di kakinya itu.
Dan ahirnya Dinda pun terbangun dengan kagetnya melihat Roy yang sedang di dalam kamarnya sambil meraba kakinya itu.
__ADS_1
Besok lagi ya kak,, semoga terhibur..
jangan lupa like komen dan votenya ya kak, makasih**...