MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Amblas Semuanya Sampai Mentok


__ADS_3

"Masih sakit sayang,,? "tanyaku setelah kita tadi berdua selesai dari kamar mandi, dan Dian tadi Aku gendong saat masuk dan keluar dari kamar mandi.


"Masih,, kalau Dian lebarin kakinya sakit Mas,,, "sambil memeluku, saat ini kita sudah berbaring di atas kasur.


"Maafin Mas yah,, buat Sayang jadi sakit,, "sambil ku cium keningnya.


"Justru Dian yang minta maaf sama Mas,, Mas jadi ngga puas,,, "sambil mendongakan wajahnya dan menghadapku.


"Kan besok bisa lagi,, Mas ngga masalah kok,, yang penting Sayang sudah menjadi milik Mas seutuhnya sekarang,,, Besok mau lagi kan,,? "tanyaku.


"Tapi pelan pelan ya Mas,, Dian takut sakit lagi,, "


"Iya,, besok Mas akan pelan pelan,, "


Lalu Dian melihat luka di tanganku, dia sambil mengusapnya.


"Ini pasti sakit ya Mas,"sambil menujuk luka bekas cakaranya.


"Ngga kok,, cuman perih.tapi besok juga sembuh ini kan hanya luka kecil,, "kataku.


"Sekarang kita tidur aja yuk, karena besok pagi Mas pengin lagi,, "Dian pun mengangguk sambil tersenyum malu.


Sebenarnya Aku merasa kurang puas, dan pengin lagi karena senjataku belum mentok masuk ke dalam, tapi melihat Dian yang menangis sambil kesakitan membuatku tak tega.


Dian sudah tidur dengan pulasnya, sedang Aku belum bisa tidur, karena rasanya senjataku cenat cenut terus, mungkin karena sebelahnya ada pasanganya dan senjataku masih belum puas, jadi masih berdiri tegak saja dari tadi,, kalau kaya gini terus bisa bisa kepalaku pusing ini.


Aku pun menggeser badan Dian, lalu Aku mengambil minum di meja.setelah minum Aku duduk di sofa sambil memainkan hpku, siapa tau cara begini bisa membuatku mengantuk.


Lalu tidak begitu lama hpku berbunyi tanda ada pesan masuk ,saat ku lihat Pamuji yang mengirim pesan.

__ADS_1


"Kok onlaine,, bukanya lagi sibuk jebol gawang, apa KO sebelum jebol hahaaaa,,, "


Dasar menantu kurang ajar,, bisanya ngeledek aja. Aku pun membalas pesanya.


"Enak aja KO,, gawang sudah jebol dong,, ini lagi istirahat, habis istirahat main lagi dong,, hemmm,, rasanya sangat mantap, sampai sampai seperti terjepit oleh benda yang lunak membuat senjataku seperti di pijat,, hahaaa,, "


Aku pun membalas pesan Pamuji, lalu pesan balasan pun datang.


"Awas,,, inget umur udah tua, main jangan kebanyakan, nanti pagi pagi bangun tidur malah encok lagi,,,,hahaaa,, "brengsek dalam hatiku membaca pesan Pamuji.


"Sial kamu Ji,, udah ah,, Aku mau main lagi, rasanya belum puas kalau belum 10 ronde, heheee,,, "


Dan Pamuji pun tak membalas perkataanku lagi, hanya bilang iya saat terahir kirim pesan. lalu Aku letakan hpku di atas meja, saat kuraba senjataku benar benar masih berdiri dan sangat keras,, membuatku jadi uring uringan, gimana ini caranya agar senjataku lemas dan tidur yah,, ini lah yang sedang Aku pikirkan.


Aku pun naik ke kasur dan tiduran di sebelah Dian ,sambil ku pandangi wajahnya, membuatku rasanya ingin menciumnya saat pandanganku mengarah ke bibir.


Lalu tanganku dengan sangat pelan mengusap dan memainkan daging coklat kecil itu,, rasanya sungguh membuatku panas dingin. senjataku makin brontak ingin keluar dari sarang yang membungkusnya. karena merasa sesak di dalamnya.


Kalau kaya gini,, bisa bisa Aku ngga bisa tidur malam ini kalau sampai tidak melakukan penembakan.Ahirnya tanpa pikir panjang lagi dan sudah tak pedulikan Dian yang nanti kesakitan apa tidak, yang penting sakit kepalaku ini cepat sembuh.


Aku naikan daster Dian sampai leher, karena Dian ngga pakai dalaman jadi membuatku lebih gampang.


Rasanya Aku sudah tak karuan, sudah panas dingin, karena merasa ngga enak sama Dian dan karena senjataku yang selalu cenat cenut.


Ku buka kaki Dian, lalu Aku sedikit memberi sentuhan pada bakpaunya, setelah itu dengan pelan Aku menciuminya, sambil ku jila*,Dian pun bergerak dengan makin melebarkan kakinya, Aku pun tersenyum senang.


Lalu lidahku pun Aku masukan, dan jariku bermain di dadanya, rasanya sangat gurih dan nikmat. makin lama lidahku makin cepat dan sesekali sambil ku sed*t dan menariknya.


"Masss,,, Mas lagi ngapaiinn,, aahhhh,, "sambil mengusap rambutku.

__ADS_1


"Maaf sayang,, Mas ngga bisa tidur, dan kepala Mas rasanya pusing karena tadi belum puas,, apa Mas boleh melakukanya,,? "sambil ku anglat wajahku.


"Ngga usah minta maaf Mas,, lakukan saja Dian dengan senang hati melakukanya,, "lalu ku cium bibirnya dengan sangat rakus, Dian pun mengimbanginya dan membalas ciumanku, kita saling melu*at dan menyedot bibir kita bergantian. dengan suara kecapan yang keluar dari bibir kita berdua, membuatku makin bersangat .


Aku melepaskan ciumanku, dan perpindah pada lehernya, Di leher Aku menji*at dan menggigit kecil kecil menambahkan warna merah pada leher Dian, dan ciumanku makin turun, sampai di daging kenyal Aku men*ilatinya dan menye*otnya sambil tanganku turun ke bawah, tanganku bermain di bakpau Dian sambil menusuknya ke dalam dengan jariku.


"Oohhh,,, Mass,,,aaahhh,,, aaahhh,, "suara dari mulut Dian seirama dengan setiap tusukan jariku.


Saat Aku makin cepat menusuknya Dian lama lama makin klojotan, dan ahirnya berteriak panjang,,


"Aaaahhhh,,,,, Masss,,, "lalu dengan cepatnya Aku menjilati bakpau Dian sampai bersih, Dian langsung lemas.


Agar Dian tera**sang lagi, Aku masih men**lati bakpau Dian, setelah Aku rasa sudah basah, lalu Aku memposisikan senjataku di bakpau Dian.


"Tahan ya sayang,,Mas akan lakukan secara berlahan,, "sambil ku kecup keningnya. Dian pun mengangguk.


Aku berlahan menekan senjataku, dan secara berlahan sudah masuk, Dian meremas seprei untuk menahan sakitnya, lalu Aku mencium bibir Dian agar sedikit mengalihkan rasa sakitnya. saat kita saling melu*at senjataku makin ku masukan ke dalam, dan lama lama masuk sedikit demi sedikit, saat Aku menekanya sedikit keras Dian menggigit bibirku,, uuhh,, sakitnya ini bibirku, tapi untungnya senjataku sudah amblas dan masuk semuanya.Aku diamkan sebentar agar Dian tenang dulu.


Saat Dian memejamkan mata dan melepas ciumanya, Aku memengang bibirku rupanya berdarah tapi langsung Aku mengelapnya dengan jariku.


Setelah Dian sudah tenang sekarang baru Aku gerakan senjataku, rasanya sungguh nikmat, ku gerakan pinggulku dengan gerakan keluar masuk,,


"Uuuhhhh,, uuuhhh,, eeemmmm,,, "mulutku selalu mengeluarkan suara saat ku dorong dan ku masukan senjataku sampai mentok. sedang Dian matanya sambil merem melek menikmati tusukanku..


Ahirnya mulut kita saling bersautan mengeluarkan suara kenikmatan.


**Lanjutnya besok ya kak,, ini otak kotorku benar benar butuh istirahat, karena mengembangkan kata itu sangat susah ,,,silakan kalau ingin berkomentar Aku suka nggantungin cerita,,,tapi beginilah adanya,, heheee...


Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih**...

__ADS_1


__ADS_2