MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Melakukan Pencarian


__ADS_3

Dinda dengan para pak polisi masih mendengarkan rekaman pembicaraan para penjahat itu, dan terdengar kata para penjahat mengatakan ingin membuang Agung ke jurang, dan setelah itu rekaman pun sudah tidak ada suara lagi.


"Ini sudah malam, dan kita lanjutkan pencarianya besok, karena seperti yang kita dengarkan tadi Bahwa korban di buangnya ke jurang, jadi untuk mencarinya kita lakukan besok pagi,, "kata komandan polisinya.


"Tapi Pak kasian suami saya kalau pencarianya besok,pasti sekarang dia sedang kesakitan dan meminta tolong,tolong pak kita lakukan pencarian sekarang,, "


"Tapi Bu ini sudah malam, bukan kita tidak ingin mencarinya, tapi ini juga berbahaya karen yang kita melakukan pencarian di jurang, kita harus menyusun setrategi dan menyiapkan rencana yang baik,, dan juga menyapkan alat yang akan kita bawa besok untuk melakukan pencarian,, "


"Tapi kasian suami saya pak,, "sambil menangis Dinda berkata.


"Saya ngerti Bu, tapi karena takut membahayakan, lebih baik kita lanjut besok,, "


Lalu pak komandan dengan semua anak buahnya kembali ke kantor polisi untuk merencanakan pencarian besok, karena sekarang sudah pukul satu malam dan sudah gerimis.


Dinda masih saja menangis, dan Hp Agung di bawa polisi untuk nanti menjadi barang bukti.


"Bu,, ini sudah malam, sebaiknya Ibu saya antar ke Hotel di mana suami Ibu akan menginap,, "


"Baik Pak,, trimakasih,, "

__ADS_1


"Iya Bu,, silakan,, "


Lalu Dinda masuk ke dalam taxsi, dan taxsi mengantar ke Hotel di mana Agung akan menginap, sampai Hotel Dinda langsung meminta kamar yang sudah di pesan Agung.


Dinda juga bilang ke supir taxsi untuk besok menjemputnya, karena Dinda akan melihat polisi mencari suaminya. Dinda juga bilang ke supir Taxsi bahwa akan menghitung bayaran harianya nanti.


Sampai di kamar Hotel Dinda tak henti hentinya menangis. Dinda juga menelfon teman Agung sesama Dokter, mengabarinya kalau Agung mengalami musibah.


Setelah Itu Doni juga sudah sampai Hotel pukul 3 pagi, dan langsung menuju ke kamar Dinda. Dinda belum tidur sama sekali, rasanya mata tidak mau terpejam.


"Ayahhhh,,,, Mas Agung Yahh,,, "sambil memeluk Doni dengan terus menangis.


"Istirahatlah, biar besok ada tenaga dan tidak sakit ,"sambil merangkul Dinda untuk di bawanya ke kasur.


Lalu Dinda menurut, Dinda langsung tiduran tapi matanya masih tidak mau terpejam.


Sedang di lain tempat, Agung yang badanya penuh luka karena di jatuhkan dari atas dan mengenai pohon serta bebatuan, tergeletak di tepi tebing, rupanya Agung tidak jatuh ke jurang, tapi nyangkut di batang pohon yang membuat tubuhnya tidak jatuh. Agung yang masih sadar bergeser dengan pelan dan menahan rasa sakit juga darah yang masih keluar dari perutnya akibat tusukan pisou.


Saat Agung akan di tusuk oleh seseorang penjahat, Agung selalu berontak, dan sukurnya pisau itu tertancap di pinggir perut dan agak ke bawah, Agung yang kesakitan memang menjerit, tapi Agung langsung pura pura mati Agar para penjahat itu tidak menusuknya lagi, Agung untungnya juga pintar menahan nafas supaya para penjahat taunya Agung sudah mati.

__ADS_1


"Ya Tuhan Aku mohon kuatkan Aku, Aku masih ingin hidup, kasian istri dan Anak anaku Tuhan, anak anaku masih terlalu kecil untuk aku tinggalkan, dan Aku ingin melihat mereka tumbuh besar dan hidup bahagia, Tuan tolong bantu Aku agar Aku kuat sampai besok, dan semoga besok ada yang menemukanku,, oohh,,,, seeeetttt,,,, "sambil meringis kesakitan menahan sakit di badan juga perut. karena tulangnya Agung seperti remek, sehingga buat bergerak pun sakit. apa lagi luka tusukan pisau yang masih saja mengeluarkan darah.


Agung dengan pelan melepas bajunya, dan setelah teepas, Agung menggunakanya untuk menutupi luka yang bekas tusukan pisau itu. Agung hanya bisa diam sambil berdoa dalam hati semoga masih di beri umur panjang oleh tuhan, dan besok ada yang menemukanya.


Karena darah yang terus saja keluar, membuat kesadaranya makin menipis, Agung sampai mengeluarkan air mata karena sudah benar benar tidak kuat lagi. dan ahirnya Agung tergeletak tak sadarkan diri.


Pagi pun datang, 30 polisi di gerakan untuk pencarian Agung.dan juga ada dua ekor Anj**ing untuk ikut melacak.


Dinda dan Doni sudah ada di tempat kejadian saat itu, mulai dari tempat itu semua melakukan pencarian.


Dinda tidak hentinya berdoa dalam hati, agar Agung segera di temukan, sudah 3 jam pencarian dan belum menemukan hasil, Dinda sudah merasa lemas, tapi dalam hati kecil Dinda mengatakan dan yakin kalau suaminya masih hidup dan baik baik saja.


Tiba tiba anj**ing berlari sangat cepat, rupanya dia mencium bau, dan terus berlari sampai pak polisi yang memegangnya kualahan.


Anji**ng terus berlari sambil menggonggong, dan Dinda juga Doni yang mendengar bahwa Anji**ng sepertinya sudah mencium bau Agung, Dinda langsung mau ikut menyusulnya, tapi Doni melarangnya karena medan pencarian sangat juram juga susah untuk buat jalan.


"Disini,,, disiniii,,,,, "teriakan yang Dinda dengar, dan Dinda langsung menangis di pelukan Doni.


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...

__ADS_1


__ADS_2