MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Bumi Merasa Kesal


__ADS_3

Setelah Hendra bicara pada Rizki tentang Hendra yang mengizinkan Rizki untuk menikahi Zara secepatnya, Hendra dan Dea pun pulang ke rumah, karena sudah malam.


Sekarang tinggal Zara dan Rizki saja di dalam ruang rawat Zara. Rizki terlihat bahagia tapi tidak dengan Zara.


"Sayang,, kita akan secepatnya menikah, Abang sangat bahagia, apa kamu merasa bahagia juga,,? "tanya Rizki sambil duduk di bangku dekat Ranjang.


"Bang,,, bukanya Zara tidak senang atau menolak, tapi apa harus secepat itu,,? "


"Bukanya lebih cepat itu lebih baik Yang, apa kamu tidak tidak mau menikah dengan Abang,,? "


"Bukan itu maksud Zara Bang,, Zara mau menikah dengan Abang, tapi ini terlalu cepat, Zara aja lagi kuliah dan baru masuk, dan Zara belum mau hamil, karena Zara masih ingin fokus kuliah, "terlihat Rizki membuang nafasnya.


"Kalau kamu mau kuliah Abang ngga melarangnya, kamu mau kuliah sampai S1 pun silakan, dan masalah hamil Abang ngga masalah juga untuk kamu menundanya, Abang mengikuti kemauan kamu.dan kenapa Abang ingin segera menikah denganmu, agar Abang lebih leluasa menjagamu, Orang tua mu aja tau ,mereka takut kita berbuat dosa dan kita nantinya Bisa pacaran halal, "


"Percaya sama Abang, kita menikah cepat agar kita terhindar dari dosa, dan Abang jadi bisa menjagamu dengan bebas,, "


"Sekarang Kamu mau kan menikah sama Abang secepatnya, mumpung Papahmu memberi izin,, "Sambil menggenggam tangan Zara.


Zara lalu mengangguk,sedang Rizki langsung tersenyum senang, dan Rizki juga mencium tangan Zara dengan sayang.


"Abang akan mengurus semuanya, agar kita bisa cepat menikah,,"Zara dan Rizki tersenyum bersama.


Zara pun tidur karena sudah malam, Rizki karena merasa senang sampai ngga bisa tidur, lalu Rizki menelfon Mamahnya untuk mengabarinya kalau mau menikah dengan Zara.


"Hallo Bang,,, "


"Hallo Mah,, maaf ya Mah ganggu, soalnya Abang lagi ngga bisa tidur,, "


"Ngga kok,, Mamah juga belum tidur, Abang kenapa sampai ngga bisa tidur,,? "


"Abang mau menikah dengan Zara Mah,Orang tuanya sudah merestui hubungan Rizki dan Zara, dan menyuruh Rizki untuk menikah secepatnya,, "


"Apa,, serius,, Abang lagi ngga becanda kan,"


"Ngga Mah,Abang serius ngga bohong ngga, Mamah sama Bumi harus datang yah,, "

__ADS_1


"Iya,, pasti Mamah dan Adek akan datang,"


"Nanti Abang kabarin tanggal dan harinya ya Mah, "


"Iya Mamah tunggu, "


"Iya udah dulu ya Mah,, "Mamah menjawab Iya lalu telfonpun di matikan.


Setelah telfon mati, Rizki lalu bersiap untuk tidur.Pagi hari sekitar jam 5 pagi Zara kebelet pipis, lalu Zara berusaha bangun sendiri dan masuk ke kamar mandi sendiri.


Rizki bangun saat mendengar suara kran dari kamar mandi ,dan melihat kasur kosong.


"Sayang kamu di dalam,, "sambil mengetuk pintu kamar mandi.


"Iya Bang,, "jawab Zara dan Rizki lalu masuk ke dalam.


"Abang ngapain masuk,,?"tanya Zara.


"Ya Abang mau bantu kamu ,,"


"Jangan di paksa, sinih Abang bantu,, "


"Iihh,, ngga usah, Zara malu,, "sambil Zara tetap duduk tidak mau bangun.


"Udah jangan malu, kita kan bentar lagi menikah,, jadi nanti juga Abang akan melihat milikmu tiap hari,, "


"Abang,, apaan sih,, "


Ahirnya Zara mau di pakaikan celana oleh Rizki, tapi tangan Zara menutup mata Rizki, dan Zara menyuruh Rizki memejamkan matanya. Rizki pun menurut karena tidak mau melihat Zara yang kesal.


Setelah selesai, Mereka berdua lalu keluar dari kamar mandi.


Zara kalau siang di jaga Mimin, sedang Dea hanya sebentar kalau datang tapi setiap harinya pasti datang menjenguk, Rizki dan Hendra sibuk di kantor, tapi sudah dua hari ini saat jam makan siang Rizki pergi untuk mengurus sarat sarat pernikahan dan juga pergi ke KUA, Rizki melakukanya dengan sangat semangat .


"Kamu telat sampai setengah jam, dari mana kamu Ki,, "tanya Hendra saat Rizki datang ke kantor sudah setengah dua.

__ADS_1


"Maaf Bos, Saya habis dari kantor KUA, habis serahin sarat sarat pernikahan Bos,, "


"Gimana hasilnya, "


"Sudah beres Bos, 3 hari lagi acara ijabnya, "


"Oh,, tapi nunggu Zara pulang ke rumah kan,, "


"Iya,, kata Dokter juga besok Zara kan sudah bisa pulang, "


"Henmm,, "


Hari pun berlalu, hari ini Mamah dan Bumi pulang ke jakarta, sedang Kakek, Ayah Doni dan Dian juga kedua anaknya sudah datang di rumah Hendra.Zara sudah dari kemarin pulang kerumahnya, tapi belum bileh banyak bergerak karena luka di punggungnya masih belum sembuh betul.


Besok adalah hari paling di tunggu oleh Rizki dan Zara, karena besok tepatnya hari Rabu jam 10 pagi Rizki dan Zara akan laksanakan ijab.


Rumah Hendra sangat ramai karena semuanya sedang berkumpul, Hendra tidak mengadakan pesta tapi hanya sodara saja yang di undang di acara pernikahannya Zara.


"Bang,, kenapa tiba tiba Abang dan Zara memutuskan untuk menikah, dan acaranya juga seperti buru buru gitu,? "tanya Bumi pada Rizki saat mereka sedang duduk di sofa.


"Abang punya keinginan menikah dengan Zara tuh sudah lama, tapi Abang belum dapat restu dari orang tua Zara, 4 hari yang lalu orang tuanya bicara sama Abang, katanya Abang di izinkan menikahi Zara dan mereka minta acaranya di percepat, ya Abang dengan senang hati langsung mengurus semuanya,, karena Abang sudah kebelet nikah sama Zara ya langsung deh Abang urus semua sarat sarat untuk pernikahan,, "


"Tapi Zara kan masih kuliah, dan di sinapur lagi, sedang Abang bekerja di sini, kalian jadi LDR an dong,, "


"Ngga papa masalah itu mah, Abang bisa datang ke singapur dua kali atau satu kali dalam sebulan kan, yang penting Zara sudah Abang nikahi, jadi Abang sudah bebas mau ngapa ngapain dan sudah halal lagi, kan enak jadinya,, "


"Zara ngga lagi hamil kan Bang,,? "


"Ya ngga lah,, sembarangan kamu tuh Dek ngomongnya, orang kaya gini juga Abang itu masih bisa menahanya, ya walau pun kadang Abang sedikit kebablasan sih, tapi Abang langsung sadar kalau belum saatnya melakukan itu,, "Bumi lalu diam.


"Siapa sih Dek yang lihat Zara tuh ngga na**fsu,putih tinggi dan montok, Zara itu selalu bisa bikin gila Abang tau ngga,, rasanya ngga bisa di bayangkan,, "sambil rizki senyum senyum mesum sendiri, Sedang Bumi justru merasa kesal di dalam hatinya karena perkataan Abangnya itu.


**Jangan lupa like, komen dan votenya, trmakasih...


Besok kondangan yah kak,, semuanya saya undang, kondanganya jangan lupa bawa kado, boleh isi bunga, kopi, like apa vote ok,, di tunggu yah.. trimakasihhh**.....

__ADS_1


__ADS_2