MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Iza Merasa Deg Degan


__ADS_3

Iza diam karena bingung mau jawab apa,dalam fikiran Iza berkata kenapa ngga minta aja sama Zee sih,kan jadi bikin malu.


"Minta aja ke Zee,,"jawab Iza dan langsung lari ke dalam.


Beni yang mendengar jawaban Iza langsung tersenyum,dalam hati langsung bilang Yes.


"Itu anak kenapa gemesin banget sih,Aku gila kali yah,kenapa bisa suka sama gadis kecil gitu,,"


Beni lalu masuk ke dalam mobilnya,dan menjalankan nya.


Di dalam rumah Torik,ternyata Iwan sudah sampai duluan,karena Iwan naik ojek onlaine.


Semuanya mengobrol di ruang keluarga,Torik duduk di kursi Roda karena kakinya belum bisa jalan.


"Kak Torik nanti jangan lupain kita yah,"kata Iza,Torik menjawab iya.


"Terus kalau kak Torik pulang ke Jakarta jangan lupa oleh olehnya,"Zee lanjut berkata.


"Sayang,,Torik nya aja belum pergi kamu udah mikirin oleh oleh sih,,"


"Aku kan ngingetin,,"


Mamah Torik lalu menyuruh semuanya makan siang,Mamah mengajak makanya di taman belakang rumah biar adem katanya,Iza,Iwan dan Zee membantu menata tempatnya,sedang Tiya membantu membawa makanan ke taman.


Torik melihat ke arah Tiya yang mondar mandir membantu mba.


"Sudah biar mba yang bawain,kamu duduklah,nanti kamu capek,"kata Torik pada Tiya,Tiya hanya mengangguk.


Semuanya makan bersama,dan Torik juga ikut makan,tapi tetap duduk di kursi roda.


Selesai makan Tiya mau bantuin beresin,tapi ngga boleh sama Torik,Torik menggelengkan kepalanya pada Tiya.


Akhirnya semua sudah rapi setelah Mba di bantu Iwan membawa masuk.


"Mamah mau lanjut rapi rapi,kalian lanjut mengobrol yah,"semua kompak menjawab Iya.


"Wan,,Buah jeruk sama klengkeng lagi berbuah banyak loh,kamu ngga pengin ngambil,"


"Serius,,Aku mau lah,Ayo sayang kita ambil kelengkeng,"


"Aku ikut,,Aku pengin lihat pohon kelengkeng,"Kata Iza.


"Emang kamu ngga pernah lihat Za,,?"Iza mengeleng kan kepala saat Iwan bertanya.


"Ya udah yuk,,Tiya kamu sini aja temani Torik yah,"Tiya hanya mengangguk.


Ketiganya pergi menuju pohon kelengkeng,Torik dan Tiya tetap duduk ,karena pohon buahnya ngga jauh jadi Torik dan Tiya masih bisa melihat mereka.


"Suka ngga dengan kadonya,?"Tiya mengangguk.


"Cincinya pas apa kegedean,,?"

__ADS_1


"Pas dan sangat bagus,"kata Tiya pelan.


"Sukurlah kalau pas,,"


"Eemm,,ini buat Kaka,,"Tiya mengambil sesuatu di dalam tas nya,dan memberikan bungkusan kecil juga,lalu di berikan pada Torik.


"Boleh di buka sekarang,?"


"Jangan,Aku malu,nanti saja kalau Aku udah pulang,semoga Kaka menyukainya,"


"Iya,Aku pasti akan menyukainya ,karena ini pemberianmu,"Tiya tersenyum tipis dan menunduk malu.


Torik lalu mengantonginya,karena Iwan , Zee dan Iza sudah selesai dan sedang berjalan ke arahnya.


"Kak,,pohon kelengkeng nya pendek dan buahnya banyak loh,ini manis lagi,coba nih kak,"Iza langsung mengupayakan kelengkeng untuk Tiya,dan Tiya pun mengambilnya.


"Iya manis,,"


Semuanya makan buah kelengkeng dan jeruk sambil mengobrol,sampai tidak terasa sudah sore dan mereka ber4 lalu pamitan pulang,satu persatu pamitan ke Torik dan ke Mamahnya,papahnya belum pulang karena sedang ada urusan.


Torik dan Tiya berjabat tangan,rasanya keduanya tidak ingin melepaskanya,tapi mereka harus melepaskan jabatan tangan itu.


pandangan mata mereka yang berbicara.


Mereka berempat berpisah dan naik taxsi sendiri sendiri,karena tidak searah,kalau Iwan naik ojek .


Sampai rumah Iza dan Tiya menghampiri kedua orang tuanya yang sedang duduk di ruang keluarga.Iza ke arah Agung dan Tiya kearah Dinda.


"Paling mereka kecapean Pah,,"Dinda yang menjawab.


"Iza sedih kak Torik pergi,"


"Sudah jangan sedih gitu,banyak Cowok di luar sana yang lebih ganteng,iya kan,,"sambil Agung mengusap kepala Zia.Sedang Tiya hanya diam saja.


"Ini sudah sore,,mandi Sanah kalian udah pada bau,,"


"Masa sih Mah,,Kaka bau,,"Tiya menciumi keteknya.


"Ngga kok,,ngga bau,,"kata Tiya lagi.


Dinda dan Agung tertawa,lalu kembar akhirnya naik ke kamarnya.


Tiya langsung menjatuhkan badanya di kasur,dan mengambil hpnya,Tiya melihat ke galeri,Rupanya Tiya melihat foto Torik saat sedang bermain basket,Tiya mendapatkannya dari Iza yang mengirimkan nya waktu Torik tanding basket dengan SMA purnama.


Tiba tiba ada notif pesan masuk,"Aku menyukai hadiah darimu,Akan Aku simpan dengan baik,,jaga diri kamu baik baik,dan tunggu Aku kembali,ini terahir Aku mengirim pesan untukmu,dan no ini tidak akan Aku pakai lagi,I Love you,"ternyata Pesan dari Torik.


Tiya langsung makin lemas,dan air mata mengalir dari matanya.


Sedang di kamar sebelah Iza justru kaget melihat hpnya ada notif pesan masuk dari no baru.


"Hai anak kecil,,lagi ngapain,,"Iza sedikit bingung siapa yang mengirim pesan padanya.

__ADS_1


Iza pun membiarkan nya dan ngga mau membalasnya,karena foto profilnya pun ngga ada,jadi Iza ngga tau dari siapanya.


Lalu ada pesan masuk lagi,"Kenapa ngga balas,?"Iza pun membiarkan nya lagi.


Tiba tiba hp Iza bunyi tanda panggilan masuk,dan dari no yang tadi mengirim pesan.karena Iza merasa kesal,Iza pun mengangkatnya.


"Halo siapa sih ini,,?"dengan suara juteknya.


"Ih,,jutek amat sih jawabnya,,ini no ku simpan yah,,"Iza yang mendengar suaranya langsung tau siapa dia.


"I,,iiya,,"Iza langsung mematikan telfonya.


"Ya Tuhan apa dia benar benar meminta no ku pada Zee,mau ngapain sih dia tuh,,Aku kenapa jadi deg degan gini yah,,orang cuman Kak Beni doang yang telfon kenapa deg degan gini,"sambil Iza mengusap dadanya.


Hari,bulan dan tahun pun berganti,Tiya,Iza dan Zee sudah lulus SMA,mereka baru saja merayakan kelulusan.


Ketiganya sedang ada di sekolah ,dan sedang mengobrol tentang kelanjutan mereka.


"Zee kamu jadi kuliah ambil jurusan Dokter bareng kita,?"tanya Iza.


"Jadi Dong,,biar kita bersama terus,"


"Kita besok liburan dulu yuk,,"


"Boleh,,kita kemana,,?"


"Ke Bali gimana,?"


"Adek,,emang kita boleh pergi,,"Tiya langsung bicara.


"Ya siapa tau boleh,kita izin dulu lah kak,"


"Iya Tiya,,coba izin dulu,nanti Aku ajak kakakku yah,"


"Ngga,,Aku ngga mau,"Iza langsung teriak ngga mau,soalnya Sudah setahun ini Beni selalu deketin Iza,tapi Iza ngga luluh juga.


"Kamu tuh kenapa sih Za ke kaki kaya ngga suka gitu,dia baik tau,dan dia beneran suka sama kamu,kamu ngga mau yah jadi sodara sama Aku,,"


"Bukan gitu Zee,tapi kakamu terlalu dewasa buat Aku,Aku nya takut sendiri,kakamu tinggi besar lagi,Aku hanya se keteknya,"


"Justru kita tuh nyari suami harus yang lebih dewasa,agar bisa ngemong ke kita,contohnya Mamah sama papahmu,iya kan,,?"


"Iya sih,,"


"Udah Dek trima aja kak Beni,kak Beni ganteng kok,baik lagi dan udah mapan,"


"Apaan sih kak,Kaka aja Sanah sama kak beni,Adek ngga mau,,"


"Orang dia sukanya sama kamu kok,ya Kaka ngga mau lah,,"Tiya dan Zee tertawa melihat wajah Iza.


Jangan lupa, like komen dan votenya, trimakasih...

__ADS_1


__ADS_2