MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Genggaman Tangan


__ADS_3

"Di,, Papah haus,, "kakek tiba tiba mengejutkanku, dan Aku pun langsung tersadar dan langsung melepaskan ciumanku.


Lalu wanita itu pun bangun dari pangkuanku, Dia mendekat ke kakek dan memberinya minum, berarti yang tadi Aku bukan mimpi tapi nyata telah mencium Dian, ya Tuah kenapa Aku bisa tak sadar. semoga kakek tidak melihat kejadian tadi, karena lampu yang gelap .


Aku pura pura tertidur lagi, Dian sepertinya tidak kembali ke sofa, Aku membuka mataku sedikit dan melihat Dian yang duduk di kursi dekat ranjang Kakek. Aku sungguh merasa tak enak terhadap Dian, pasti Dian berfikir Aku pria brengsek dan kurang ajar, Aku besok harus minta maaf padanya,dan lama ke lamaan Aku tertidur lagi.


"Mas,, bangun, sudah pagi,, "Aku mendengar Dian membangunkanku.


"Hemm,, iya, "sambil Aku mengusap wajahku dan Aku pun bangun langsung menuju kamar mandi. Aku mencuci mukaku dan menggosok gigi.


Setelah selesai Aku keluar dari kamar mandi.


Dian seperti menghindariku, Aku pun merasa tak enak.


"Kek,, Saya pulang dulu yah,, "kataku, Dian langsung menatapku dengan penuh tanda tanya dan kakek pun hanya diam.


"Nanti Saya kesini lagi, Saya mau mandi dan ganti baju, sebelum kakek oprasi Saya sudah ke sini,, "kataku lagi.


"Oh gitu,, ya udah hati hati di jalan ya nak Doni,, "kata kakek.


"Iya kek,, "lalu Aku melihat ke arah Dian.


"Saya pulang Dulu,, "Dian hanya mengangguk.


Aku menuju parkiran mobil, setelah sampai mobilku Aku pun masuk dan keluar dari parkiran rumah sakit.


Karena masih pagi jalan pun belum macet, dan sampai rumah anaku sekitar 20 menit saja, Mobiku masuk ke dalam setelah pintu gerbang di bukakan pak Udin.


Sepertinya Anak dan menantuku belum bangun, hanya mba Iis yang Aku lihat sedang menyapu.


Aku masuk kamarku dan menuju kasur, karena semalam tidur di sofa sambil duduk membuat badanku sakit. Aku merebahkan badanku di atas kasur rasanya sangat nyaman.

__ADS_1


Tak terasa mataku terpejam karena merasa nyaman.


Aku terbangun saat ada yang mengetuk pintu, saat ku buka ternyata Anaku, dan menyuruhku untuk sarapan,lalu Aku bilang mau mandi dulu. sepertinya mba Iis bilang pada anaku kalau Aku pulang, lalu Aku mandi dan setelah selesai Aku pakai baju. setelah rapi Aku pun keluar kamar menuju tempat makan.


"Ayah pulang jam berapa tadi,,? "tanya anaku.


"Jam setengah 6,"jawabku.


Kita pun sarapan bersama, Aku menanyakan pada Pamuji jam berapa kakek akan oprasi, dan Pamuji bilang sekitar jam 11 Siang.


Pamuji pun berangkat ke rumah sakit selesai sarapan dan Akbar pergi sekolah, sedang Aku dan Dinda juga Zara mengobrol di ruang tv.


"Zara betah di rumah Kak Dinda,? "tanyaku.


"Betah Pak,, Kak Dinda sama yang lainya orangnya baik baik,, "jawab Zara.


"Ayah Mau ke rumah sakit lagi,? "tanya Anaku sambil duduk di sebelahku dengan kepalanya bersandar padaku.


"Nanti bawa makanan buat kak Dinda ya Yah,, "


"Iya,, "


"Kak Dinda seneng yah punya Papah, jadi ada yang menyayangi juga merasa di lindungi, ngga kaya Zara wajah Papah Zara aja ngga tau seperti apa,, "


"Emang Papah Zara kemana,? "Aku melihat ke arah Dinda dan menggelengkan kepalaku, supaya jangan membahasnya. Dan Zara menjawab sambil geleng kepala.


"Zara mau ngga kalau Ayah Kak Dinda jadi Papah Zara,? "


"Kalau boleh sama Kak, dan Pak Doni mau, Zara malah seneng,, dan mau banget"sambil tersenyum senang.


"Makanya Zara bilang sama Mamah,kalau Zara pengin punya Papah, dan Pak Doni ini yang Zara mau,, "

__ADS_1


"Dinda,,, ngga boleh gitu ah, Mamah Zara mana mau sama Ayah yang sudah tua begini,, "jawabku.


"Jodoh mah siapa yang tau, ya ngga Ra,, "Kata anaku dan Zara pun menjawab Iya.


"Udah ah,, Ayah mau ke rumah sakit, dari pada disini jadi bahan gosip,, "sambil bangun dari duduku.


"Tunggu Yah,, Dinda siapkan makanan buat Kak Dian dulu,, "lalu Anaku menuju dapur dan setelah Aku menunggu 10 menit Anaku datang dengan menenteng tempat makanan.


Aku pun berangkat ke rumah sakit, sampai di rumah Sakit, Aku menuju kamar rawat kakek. saat ku buka pintu Aku melihat Dian yang sedang duduk di sofa, sedang Kakek sepertinya sedang tidur, mungkin karena tadi bangunya terlalu pagi.


"Ini ada titipan makanan dari Dinda,, makan gih selagi masih hangat,, "sambil meletakan kotak makanan di meja dan Aku pun duduk.


"Saya mau minta maaf atas kejadian semalam, Saya kaget dan hilaf.Saya tidak bermaksud untuk berbuat yang tidak baik, sekali lagi saya minta maaf,"Dian pun menganggukan kepala. Aku pun tersenyum lega.


"Makan gih,, nanti oprasi Kakek jam 11, jadi masih ada banyak waktu,, "Dian pun membuka kotak bekal yang ku bawa, Dian membawakan nasi dan daging rendang, juga potongan buah.


"Mas mau makan sekalian,,? "


"Tadi Saya sudah makan di rumah, dan masih kenyang Dian aja yang makan, "Lalu Dian pun makan, selesai makan Dian mengajaku untuk makan potongan buah bersama karena buahnya ternyata banyak. kalau tidak dihabiskan sayang mubazir karena buah yang sudah di potong tidak tahan lama.


Saat Aku akan mengambil buah melon ternyata Dian juga mau mengambilnya ahirnya sendok kita pun bertabrakan, kita pun tersenyum bersama. Aku dan Dian memakan buah sambil mengobrol, kita sudah lebih akrab sekarang.


Jam pun berlalu, sekarang kakek sedang persiapan untuk oprasi, dan Pamuji pun datang ke ruangan Kakek langsung, setelah siap Kakek di bawa ke ruang oprasi,Aku dan Dian mengikutinya.


Saat Kake di bawa masuk ruang oprasi Aku dan Dian menunggu di luar sambil duduk.


sudah setengah jam kakek di dalam, waktu terasa sangat lama, Dian pun merasa gelisah tidak tenang saat duduk dan selalu berjalan mondar mandir.


"Di,, duduk yang tenang, dan berdoa, jangan mondar mandir gitu Saya pusing liatnya,, "Dian pun menurut dan duduk di dekatku.


Aku dengan berani tapi sebenarnya grogi sih, menggenggam tangan Dian ,agar Dian tidak merasa takut dan sedikit tenang, dan Dian pun ikut menggengam tanganku, lalu Dia tiba tiba bersandar di pundaku, rasanya sekarang Aku yang merasa jantungku berdetak sangat cepat dan merasa gemetar.

__ADS_1


Jangan lupa untuk like, komen dan votenya ya kak,, trimakasih...


__ADS_2