
Dea pun sebenarnya merasa cape,tapi melihat wajah Hendra yang meminta izin untuk menjenguk anak anaknya,membuat Dea tidak tega.
"Boleh kok Mas,,tapi,,"
"Tapi Apa,,?"
"Tapi jangan lama lama ya Mas,,"
"Oh siap,,kalau gitu mah,,"sambil Hendra tersenyum senang.
Hendra menghetikan pijitanya,sebenarnya bukan memijit itu mah,tapi mengusap usapnya dan usapan itu juga merembet ke atas,membuat senjatanya jadi bangun dan ahirnya meminta pada Dea untuk izin menengok anak anaknya.
Lalu Hendra melepaskan baju Dea,dan terlihatlah perut yang sudah besar dan buncit.
"Sayang,,Papah mau jenguk kalian,Kalian di dalam jangan rewel yah,,yang anteng biar Mamah ngga sakit,,"Hendra mengajak anak anaknya bicara sambil menciuminya,Dea hanya tersenyum sambil mengusap rambut Hendra.
Dea sekarang kalau tidur tidak suka memakai pembungkus buah dadanya,karena sudah merasa ngga nyaman dan juga karena buah dadanya jadi tambah besar.
Lalu Hendra langsung menciumi Dea dari atas sampai keperutnya yang besar,lalu di lebarkanya kaki Dea,dan mulut serta lidahnya Hendra sudah langsung menuju inti tubuh Dea,Hendra bermain di sana cukup lama sampai Dea sudah merasakan pelepasan,Hendra sangat puas dan senang karena bisa membuat Dea merasakan kenikmatan duluan.
Selagi Dea istirahat sambil mengatur nafasnya yang masih belum setabil,Hendra lalu tidak tinggal diam,Hendra lalu bermain di buah Dada Dea yang cukup besar.
Di mainkanya daging kecil di buah dada Dea dengan jari jari tanganya.Dea yang merasakan sensasi geli dan nikmat karena tangan Hendra yang bermain di dadanya,langsung merasakan desiran desiran kenikmatan lagi di dalam hatinya.
Sampai keluar dari mulut suara indahnya.
"Aaahhhh,,,Massss,,,,"sambil mengusap rambut Hendra,karena kepala hendra ada di dada Dea,mulut Hendra sedang sibuk membuat tanda cinta di dada Dea.
"Sayang,,,Mas lakukan sekarang yah,,"Dea pun mengangguk.
Badan Dea di geser agak ke pinggir kasur,sedang Hendra turun dan berdiri,pisisinya Dea yang tiduran sedang Hendra yang berdiri di lantai.
Berlahan Hendra memasukan senjatanya pada inti tubuh Dea dengan pelan,dan terus masuk sampai ahirnya masuk semua,Dea hanya memejamkan matanya sambil merasakan nikmatnya milik Hendra yang.masuk ke dalam,setelah masuk semuanya,Hendra dengan pelan menggerakan pinggulnya,dan Kaki Dea di letakan di pundaknya Hendra .
__ADS_1
Dea merasakan kenikmatan dengan posisi seperti itu,dan Dea selalu mengeluarkan suara suara indah dari mulutnya,membuat Hendra makin semangat.
"Sakit ngga sayang,,hemmmm,,?"tanya Hendra sambil menggerakan pinggulnya.Dea hanya menggeleng sambil tersenyum.
"Mau ganti posisi ,,,?"tanya Hendra lagi.
"Ter,,,serahh,,,Ma,,s sajaa,,"jawab Dea.
"Gantii,,Yahhh,,,,"Dea lalu mengangguk.
Lalu Dea disuruh turun dari kasur,lalu Dea dengan kaki berdiri tapi badanya di kasur,dan tangan Dea sebagai penyangga.
Hendra langsung menggerakanya setelah senjatanya masuk semuanya,gaya seperti ini membuat Dea dan Hendra merasakan nikmat secara bersama.
"Saayangggg,,,Massss sudah mau keluarrr,,,"
"Aaahhhh,,,Dea jugaaa Massss,,,aaahhh,,,"
Dan Hendra langsung bergerak dengan sedikit cepat,,Dea sampai mencengkram seprei dengan kencangnya.
"Aaahhhh,,,Aaaaaaaahhhhhhhh,,,,"mereka berteriak bersama merasakan pelepasan.
Dea langsung menjatuhkan badanya di kasur dengan kakinya masih di lantai,dan Hendra pun sama langsung mencabut dan menjatuhkan badanya di kasur.
Dengan nafas yang sama sama ngos ngosan dan keringat yang bercucuran juga.
Setelah nafas mereka berdua normal,Hendra mengajak Dea bersih beraih bersama.setelah selesai mereka memakai baju kembali.
"Mas,,,Dea lapar,,"saat ini Dea tiduran di.kasur karena masih merasa lemas.
"Ya udah ayo kita makan,,"
"Tapi Dea lemas,,"
__ADS_1
"Mau Mas gendong ke luar atau mau makan di kamar aja,,?"
"Di kamar aja ya Mas,,Mas ambil aja gih ,Dea tunggu di kamar ,"
"Ya udah,,Mas ambil makan dulu yah,,"
Hendra pun keluar dari kamar dan.mengambil makan buat Hendra.
"Dea mana Hen,,"
"Di kamar Mah,,"
"Kok ngga makan,,"
"Ini Hendra mau ambilkan,kata Dea mau.makan di kamar aja,,"
"Loh kenapa di kamar.makanya,,Dea sakit,?"
"ngga kok Mah,Dea lagi ke capean,soalnya habis layanin Hendra,,"
Bukkk,,,
"Aduh Mah,,kok Hendra di lempar jeruk sih,,sakit nih,,"mamah Hendra melemparnya dengan jeruk yang sudah di kupas oleh Mamahnya,karena ada Zara juga di.meja makan tapi Hendra ngomongnya ngga di jaga.
"Lagian ngomongnya.ngga di jaga banget sih,ngga lihat di sini ada anakmu apa,dia itu udah dewasa Hen,,kalau ngomong sedikit di jaga,,"
"Iya iya,,,Sayang kamu emang denger dan ngerti yang tadi Papah katakan,,"Zara hanya menggeleng.Hendra hanya tersenyum.
Setelah piring penuh dengan nasi juga lauknya Hendra kembali ke kamarnya.
**Jangan.lupa like komen dan votenya,trimakasih...
Maaf kalau ada typo,,karena aku ngga koreksi lagi**...
__ADS_1