MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Memijit


__ADS_3

Setelah Rizki melepaskan pelukanya, Zara lalu masuk kamar untuk ganti baju.sedang Rizki menuju dapur untuk membuat kopi.


Jas Rizki di letakan di bangku, dan kemeja putihnya di lipat sampai siku.lalu Rizki meracik kopi dan gulanya, Rizki sengaja menyiapkan kopi dan gula di apartemen Zara.


Zara lalu mendekati Rizki"Buat apa Bang,,? "setelah ganti baju.


"Buat kopi,, "sambil menengok ke Zara.


"Mau ngga,,? "tanya Rizki. Zara menggeleng.


"Zara laper,, "lalu Zara mengabil mei instan.


"Kamu mau makan itu,, ?"Zara mengangguk.


"Jangan, ngga bagus buat badan kalau makanya mei terus, biar Abang yang masakin makanan yang praktis dan cepat, duduk gih,, "


"Tapi kan Abang mau buat kopi,, "


"Iya ini kan kopinya udah jadi,, "sambil menarik kursi agar Zara duduk.


Zara pun menurut lalu duduk di bangku, sedang Rizki membuatkan makanan dari Mei instan itu.


Rizki mengambil Telur, sosis dan baso, Rizki akan membuatkan mie goreng buat Zara. Rizki hanya memakai mie nya saja tidak memakai bumbunya.


Zara melihat Rizki sambil tersenyum tipis, dalam hati Zara Rizki adalah sosok laki laki yang sangat sempurna, sudah baik, dewasa dan perhatian.


"Kenapa lihatinkaya gitu,, Abang ganteng yah?"


"Idih,, GR amat sih, "Kata Zara sedang Rizki yang sibuk memotong bahan lalu mendekati Zara.


"Cium dong biar Abang tambah semangat masaknya,, "sambil menujuk ke pipi.


Zara lalu mencium pipi Rizki, dan Rizki tersenyum senang. Rizki lalu lanjut memasak.


20 menit kemudian mie goreng pun sudah jadi, Rizki memberikanya pada Zara, Zara yang melihatnya langsung ingin memakanya.

__ADS_1


"Zara langsung makan ya Bang,, "


"Iya makanlah,, "


Zara memakan mie goreng buatan Rizki, sedang Rizki menikmati kopinya.


"Nanti kalau Abang sudah pulang ke jakarta, kalau ada kesusahan atau butuh sesuatu, minta tolong sama Bumi aja yah, jangan sungkan karena Abang sudah bilang pada Bumi untuk jagain Kamu,, "


"Iya,,, "Zara menjawab Iya hanya untuk membuat Rizki tenang, padahal dalam hati Zara, ngga mau karena Zara aja inginya menghindari Bumi, bagai manapun Bumi pernah ada di hatinya, kalau sering ketemu takutnya tidak baik.


Selesai Zara makan dan kopi Rizki juga sudah habis, Rizki lalu akan pulang ke apartemen Mamah.


"Jangan pulang sih Bang,, Zara kan masih pengin sama Abang,pulangnya nanti sore aja,"saat Rizki sedang memakai jas.


"Ya udah,, Abang pulangnya sore kalau gitu, "sambil keduanya tersenyum .


"Kan besok Abang pulang ke jakarta, jadi kita ketemunya ngga tau kapan lagi,"


Rizki lalu melepaskan jasnya lagi, dan meletakanya di sofa.


Rizki dan Zara tiduran di kasur sambil saling peluk.


"Abang cape yah,, ?"


"Iya,, badan Abang rasanya pada pegel gitu, "


"Mau Zara pijitin ngga,, "


"Ngga usah,, nanti bukanya badan Abang enak ,nanti justru jadi pada tegang semua, "


"Zara bisa kok mijit, kan dulu Zara sering mijitin kakek ,Zara coba yah pijit Abang di kakinya,, "


"Ya udah boleh deh,, coba pijitan calon istri enak ngga,, "Zara hanya tersenyum lalu mendekati kaki Rizki.


Zara mulai memijit dari telapak kaki Rizki dengan pelan, tapi Rizki merasakan keenakan rupanya tangan Zara enak buat mijit.

__ADS_1


Saat sedang menikmati pijitan Zara, hp Rizki bunyi tanda panggilan dan ternyata dari Bumi.


"Iya hallo Dek,, "suara Rizki menjawab seperti di tahan, karena Zara sedang memijit di betis, itu membuat Rizki geli.


"Abang lagi di mana? bukanya tadi Abang bilang sudah pulang kerja,,? "


"Abang lagi di apartemennya Zara,, "


"Kok di situ, Lagi nggapain Bang ,?"


"Ada deh, yang namanya sama pacar pasti lagi seneng seneng,, "Bumi lalu diam.


"Aww,, Yang jangan di situ geli,, turun kebawah,nah di situ ajah,, uuhh nikmatnya,, "Rizki merasa kegelian saat tangan Zara memijit pahanya.


"Abang lagi nggapain sih,, Abang gila yah ,"Bumi langsung mematikan telfonya.


"Apa gaya pacaran mereka sudah sangat jauh, apa mereka sudah berhubungan layaknya suami istri,, "Bumi langsung melemparkan hpnya ke kasur dengan rasa kesal.


Sedang Rizki sedang merem melek karena merasakan kegelian.


"Yang,, udah deh pijitnya,, "sambil menarik tangan Zara,lalu Rizki menyuruh Zara untuk tiduran lagi di sampingnya.


"Ngga enak yah pijitan Zara,,? "


"Enak kok Sayang, cuman Abang jadi geli dan ininya Abang jadi bangun,, "sambil tangan Rizki mengusap miliknya.


Lalu Rizki menarik dagu Zara,dan mendekatkan bibirnya pada bibir Zara. Rizki mencium bibir Zara dengan sangat pelan, dan Zara pun menyambutnya.


Lalu Rizki mengangkat badan Zara agar di atas badanya, tanpa melepaskan ciuman mereka. setelah Zara di atas ,tangan Rizki sambil menekan bo*kong Zara agar menekan miliknya yang di bawah.


Ciuman Rizki pun makin rakus,Zara sampai kualahan.


Lalu Rizki melepaskan ciumanya karena merasakan Zara yang sudah susah bernafas.


"Sayanggggg,,, "Kata Rizki saat kedua tanganya menekan bo*kong Zara. sedang Zara sambil menggigit bibirnya dan wajahnya sedikit mengangkat, Zara merasakan sakit tapi nikmat. sakit karena mereka berdua masih sama sama memakai celana, sedang nikmatanya karena gesekan gesekan milik mereka membuat ada kenikmatan.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...


__ADS_2