MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Pipiku Sampe Merah Karena Dicium Papah


__ADS_3

Selesai makan kita langsung duduk di sofa sambil nonton tv.Papah menyenderkan kepalanya di pundaku dan menggengam tanganku.


"Kenapa tadi siang adek ada di sana bersama Aldo, ?"tanya papah padaku.


"Karena Dinda merasa Mas kemaren kemaren jadi aneh, jadi Dinda mau nemuin Mas di kampus, tapi pas turun dari taxsi Dinda bertemu sama Sisi dan Sisi bilang kalau mas sedang di tuduh menghamili mahasiswinya, tadinya pas dengar Mas menghamili mahasiswinya Dinda sangat kaget dan marah tapi kak Aldo lalu datang dan bilang kalau dia bawa bukti kalau Mas ngga salah jadi Dinda sedikit lega, lalu Dinda juga ingin ikut melihat Mas yang sedang di sidang oleh rektor, dan saat melihat rekaman CCTV itu Dinda melihat tanggal dan bulan juga tahun yang sangat Dinda hafal, karena di hari dan tanggal juga tahun itu adalah hari di mana Dinda merasa paling bahagia, "kataku.


"Apa adek tidak merasa malu mengatakan kalau Mas adalah calon suami adek, "aku langsung menggeleng.


"Ngga malu sama sekali, justru Dinda bangga dan senang akan menjadi istri dari pria seorang dokter dan dosen juga, pasti kan tajir, hehee,, "aku sengaja membuat sedikit candaan agar papah sedikit tersenyum.


"Jadi kalau Mas kere adek ngga mau gitu,? "kata papah yang langsung menegakan duduknya dan menatapku.


"Hemmm,,, gimana yah,,ya mungkin"kataku pura pura sedang berfikir.


Papah langsung menggelitiki perutku karena tidak puas dengan jawaban yang aku beri..

__ADS_1


"Hahaaaaa......geli pah,, ampun Hahaa,,,,, "


"Berani ngerjain Mas yah, hemmm ini hukumanya, "sambil terus mengelitikiku.


Aku langsung bangun dan lari, kita pun ahirnya kejar kejaran sambil tertawa,karena merasa cape aku pun ahirnya tertangkap oleh papah,dan di angkatnya badanku menuju kamar papah, sampai di kamar aku langsung di jatuhkan ke kasur.


Setelah aku tertidur di kasur papah langsung menindihku.


Lalu papah menciumi pipi ku, karena aku yang masih berotak,membuat papah memegang tanganku dua duanya dan di taro di atas kepalaku sabil tangan papah menekanya,,,


"Ini hukuman karena ngerjain mas hemmm,,, "sambil terus menciumiku dan karena kumis serta rambut di dagunya belum di cukur membuatku merasa geli di ciumi papah.


"Mas kangen banget sama adek,, sampe rasanya mas ngga enak makan dan tidur, gara gara masalah Maya yang tiba tiba datang minta Mas untuk bertanggung jawaban atas kehamilanya, dan yang membuat Mas bingung itu kenapa Maya ngakunya Mas yang melakukanya, "kata papah sambil tiduran di sampingku sambil memeluku, setelah papah puas menciumi pipiku yang sekarang pasti memerah karena terkena kumisnya yang di usel uselin ke pipiku.


"Kalau Mas emang bukan yang melakukanya, kenapa Mas ngga membela diri,tapi malah terkesan menerima dan pasrah atas tuduhan yang di berikan Kak Maya pada Mas,?"kataku.

__ADS_1


"Mas juga sudah bilang pada Maya kalau dia salah orang, dan Mas juga bilang tidak pernah pergi atau bertemu denganya pada hari dan tanggal tersebut, Mas juga paham banget itu tanggal pertunangan kita, tapi Mas tidak bisa mengatakan kalau waktu itu adalah hari pertunangan kita takutnya kamu masih ingin merahasiakanya,jadi Mas tidak mengungkapnya, karena Mas selalu tidak menanggapi perkataan Maya, ahirnya Maya mengadu ke pak rektor dan Mas langsung di beri peringatan dan kalau Mas memang merasa tidak melakukanya Mas di suruh mencari bukti jadi Mas nyuruh Aldo untuk membantu Mas"sambil masih memeluku papah bicara.


"Tapi kasihan juga Kak Maya ya Mas,, nanti gemana nasib anaknya, ?"


"Ya dia yang berbuat ya dia juga harus menerima resikonya, udah sekarang jangan bahas Maya lagi, mending sekarang bahasnya tentang kita aja, "aku pun menganggukan kepalaku.


"Yang belum kita beli tinggal undangan saja kan dek,, ?"tanya papah pada ku.


"Iya,,, trus kapan Mas bisa pergi untuk kita cari undangan, soalnya kan kalau kita udah beli undangan mau langsung Dinda kirim ke ayah, "


"Besok setelah adek pulang kuliah kita langsung pergi untuk beli undangan, udah tanya ayah belum mau butuh undangan berapanya,? "lalu aku menggelengkan kepalaku.


"Nanti Dinda telfon ayah deh,, "jawabku sambil aku berbalik menghadap ke papah.


Kita saling pandang dan saling melempar senyum, lalu tangan papah mengusap pipiku lalu turun ke bibiku, berlahan papah mendekatkan bibirnya ke bibirku, kita pun berciuman...

__ADS_1


__ADS_2