MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Rizki Pulang Ke Kota


__ADS_3

Sampai di rumah Zara dan Rizki lalu masuk ke dalam, dan Rizki langsung masuk ke kamar, sedang Zara ke kamar Mamah Dinda.


Di kamar Mamahnya Zara melihat Mamahnya sedang bermain dengan Aditiya.


"Sudah pulang sayang,,? "


"Sudah Mah,, "sambil mendekati Dinda.


"Mah,, tokonya sekarang jadi bagus yah dan rame lagi, apa lagi cafenya udah bagus nyaman lagi buat nongkrong,, "


"Iya sayang,, itu berkat Ayah. Ayah yang punya ide untuk membuat Cafe juga toko kue dan rotinya di gedein,, "


"Oh,, Ayah hebat juga ya Mah,, "


"Iya,, Ayah sangat hebat, juga baik dan sayang sama keluarga,, "


"Sukurlah Mah,, Mamah bahagia kan,, "Dian mengangguk.


"Sangat,, Mamah sangat bahagia sayang,, besok kalau Zara sudah ingin menikah carilah pria yang lebih dewasa,yang sayang sama keluarganya pasti dia juga sayang sama kita orang yang di cintai, dan juga yang menghormati kita juga, tidak semena mena sama kita, "


" Iya Mah,, doakan aja yah Mah, semoga Zara dapat jodoh yang seperti Mamah katakan,, "


"Iya,, Mamah akan selalu mendoakan yang terbaik untuk putri Mamah yang cantik ini,,


"Makasih Mah,, "


Lalu Zara mengajak Aditia main di kasur, sedang Dian mengambil potongan buah buat Aditiya di dapur.


Siang hari jam 2 siang Zara di suruh Kakek untuk membangunkan Rizki karena Rizki belum makan siang.


Tokkk,,,


"Bang,, Bang Rizki,,, bangun bang,udah siang suruh makan siang dulu,, "teriak Zara. tidak lama pintu pun terbuka .


"Hemmm,,jam berapa sekarang Za,,? "sambil mengucek matanya.


"Jam dua, Abang di suruh makan siang dulu , ayok ,"


"Iya tunggu, Abang mau cuci muka dulu yah,, "Zara lalu pergi, sedang Rizki masuk lagi karena akan mencuci mukanya dulu biar segar.

__ADS_1


Setelah cuci muka Rizki keluar dari kamar dan menuju meja makan.


"Kake sama mamahmu kemana, kok sepi,? "tanya Rizki pada Zara yang sedang duduk.


"Kake tadi pergi ke luar, sedang Mamah lagi nidurin Adek, Abang ayo sinih duduk makan dulu, "Rizki pun duduk.


Zara langsung mengambilkan nasi buat Rizki, dan serta lauknya, Rizki hanya melihat Zara yang sedang sibuk mengambilkan makan buatnya tersenyum tipis.


"Makasih calon pacar,, "saat Zara memberikan piring yang sudah terisi nasi serta lauk.


"Apasih Bang,,ngga usah ngegombal, ngga mempan,, "kata Zara sambil duduk lagi.


"Ngga mempan tapi pipinya kok merah sih,, "


"Abang iihh,, Zara tinggal nih yah,, "sambil akan bangun dari duduknya.


"Eehhh,,, jangan, iya maaf udah Abang ngga akan bicara lagi, tapi kamu tetap diam dan temani Mas makan yah,, "


Lalu Zara ngga jadi pergi dan masih duduk, sedang Rizki lanjut makan. saat sedang makan Rizki kepedasan dan minum pun ngga ada, Zara yang tau Rizki yang sedang kepedesan langsung bangun dan mengambilkan minum.


"Makasih,,, "kata Rizki saat Zara memberikan gelas yang berisi minum.


"Soalnya kita di sini semuanya suka pedas Bang, jadi ya masaknya pedas,kalau ngga pedas kurang enak soalnya,, "


"Iya bagi yang doyan pedas, kalau yang ngga suka, bisa mules ini perut,, "


Saat Rizki selesai makan, lalu Zara mengajaknya untuk duduk di sofa ruang Tv, mereka mengobrol sambil melihat acara Tv. lalu kakek datang dengan membawa kantong besar.


"Kake bawa apa,,? "tanya Abang sambil mengambil dari tangan kakek, Rizki membantu membawakanya.


"Ini kakek beli oleh oleh sedikit buat Hendra, kamu mau membawakanya kan Nak Rizki,, "


"Oh iya Kek Rizki mau kok membawakanya, "


"Makasih yah nak, dan itu ada kantong yang berwarna merah, itu buat nak Rizki yah,, "


"Wah kakek repot repot segala, buat Rizki ngga usah ngga papa kok kek,, "


"Ngga repot kok, kan tadi belinya sekalian,, "

__ADS_1


Jam sudah menujukan. pukul setengah 4 sore dan Rizki akan bersiap untuk pulang ke kota, Rizki memutuskan untuk mandi dulu.


Selesai mandi Rizki menata oleh oleh yang di belikan kakek di mobilnya, setelah tertata rapi, Rizki lalu mengecek mesin mobilnya agar nanti di jalan tidak mogok.


Saat Rizki sedang mengecek mobil, Doni pulang dari toko.


"Udah mau berangkat Ki,,? "


"Iya Pak,,ini lagi ngecek mesinya dulu, "jawab Rizki.


"Oh,, jangan panggil Pak, panggil aja Ayah kaya Zara,"


"Iya Pa,, eh Yah,, "Doni pun tersenyum.


"Ya udah saya ke dalam dulu yah,, "


"Iya Yah,, "


Doni masuk ke dalam dan Rizki lanjut mengecek mesin mobilnya.


"Bang,, Zara buatkan kopi nih, Zara pake tremos kecil jadi anget terus, dan ini ada gelasnya,, "lalu Rizki mengambilnya dari tangan Zara.


"Terimakasih,, calon,pa,,,,,"


"Setop,, jangan di teruskan,, "kata Zara sebelum Rizki lanjut bicara, karena Zara sudah bisa menebak apa yang mau di katakan oleh Rozki.


Rizki lalu tersenyum tipis melihat tatapan mata Zara yang penuh ancaman.


Setelah semua siap Rizki lalu berpamitan pada semuanya, dan terahir berpamitan pada Zara.


Rizki masuk ke mobil, dan yang lainya masuk ke dalam, tapi tidak dengan Zara, dia menunggu sampai mobil Rizki sampai tak terlihat, Rizki juga melihat ke Zara yang masih berdiri dari kaca sepion.


Setelah mobil sudah tak terlihat, Zara lalu masuk ke dalam. Zara lalu masuk ke kamarnya, dan di kamar Zara seperti merasa ada yang kurang di dalam hatinya. tapi tidak tau apa itu.


Jam pun berlalu, Zara setiap setengah jam sekali melihat ke hpnya, dan ternyata selalu ngga ada pesan yang masuk, Zara menunggu pesan dari Rizki tapi Rizki ngga kunjung mengirim pesan.


Zara sebenarnya hanya ingin tau saja, sudah sampai apa belum, karena sekarang sudah jam 10 malam harusnya sudah sampai, tapi Rizki belum juga kasih kabar, dan sampai ahirnya Zara tertidur karena mengantuk.


Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..

__ADS_1


__ADS_2