
Setelah kejadian kemaren ibu menyuruhku tidak kuliah lagi, dan hari ini ibu akan datang ke kampusku, katanya akan mengurus surat kepindahanku.
Karena hpku di sita oleh ibu, aku hanya bisa berdiam diri di kamar.aku harus gimana agar kedua orangtuaku bisa merestui hubunganku dengan papah, rasanya pikiranku saat ini buntu, terlalu banyak pikiran di otaku, sehingga otaku tak bisa berfikir jernih.
.
.
.
Di Lain Tempat POV Ibu Farida
Aku turun dari mobil dan langsung menuju kantor tempat Rektor, setelah selesai dengan urusan perpindahan aku langsung menuju ke parkiran untuk pulang, saat akan menuju mobil aku berpapasan dengan Mas Agung.
"Sedang apa kamu di sini Da,? "tanyanya padaku yang sedikit kaget karena melihatku.
"Aku sedang mengurus surat perpindahan Dinda,aku ngga mau Dinda kuliah di tempat kamu mengajar, aku ngga mau Dinda bertemu denganmu lagi, "jawabku
__ADS_1
"Kenapa kamu begitu tega dengan anakmu Da, kita saling mencintai jangan terlalu mengengkangnya.takut Dinda depresi,kamu terlalu sibuk dengan kerjamu sedang ayahnya jauh, Dinda juga butuh perhatian dan kasih sayang, sekarang justru kamu memisahkan Dinda dariku, apa kamu tak pernah memikirkan perasaanya, aku mencintainya tulus bukan sekedar nafsu semata. apa kamu malu kalau aku jadi menantumu, karena aku sudah terlalu tua untuk Dinda, "
"Terserah aku mau bagai mana dengan Dinda,Dinda adalah anaku sebagai ibunya aku berhak menentukan yang baik untuk Dinda, aku akan menjodohkan Dinda dengan anak temanku yang masih muda dan juga tampan, "lalu aku pergi meninggalkan mas Agung dan masuk mobil.
Aku sebenarnya tidak akan menjodohkan Dinda dengan siapa2 aku hanya ingin mas Agung untuk tidak berhubungan lagi dengan Dinda, memang aku akui mungkin karena aku sibuk kerja Dinda jadi kurang kasih sayang, semoga perasaan Dinda ke mas Agung cuman nyaman sebagai seorang papah, dan tidak ada rasa cinta,semoga dengan memindahkan kuliahnya Dinda melupakan mas Agung.
Hari pun berlalu dan Dua hari ini aku lihat Dinda mulai terbiasa melakukan aktifitas di rumah,hp nya pun sudah aku kasih tapi aku blokir no mas Agung agar mereka tidak berkomunikasi lagi. hari ini aku akan mengajaknya ke tempat kampus dia yang baru, aku pun yang sudah bersiap memanggil Dinda untuk cepat karena aku juga buru2 akan berangkat kerja.
Setelah siap kita pun berangkat menuju kampus, sesampai nya di sana aku dan Dinda langsung menuju tempat pendaftaran, sekitar satu jam ahirnya selesai juga, karena aku buru2 aku menyuruh Dinda pulang dengan taxsi karena pak Pujo akan mengantarku ke kantor, setelah melihat Dinda pergi aku juga menyuruh pak Pujo untuk segera jalan.
.
.
.
Setelah aku di antar ibu mendaftar ke kampus baru, aku di suruh pulang menggunakan taxsi, karena ibu buru2 mau ke kantor katanya ada miting.
__ADS_1
Setelah aku berada di taxsi aku menyuruh pak sopir untuk mengantar aku ke apartemen papah.tanpa sepengetahuan ibu aku menanyakan kabar papah ke Sisi,apa dia mengajar atau tidak, kata Sisi papah hari ini tidak mengajar karena sakit, untungnya ibu ada miting jadi harus kerja, jadi aku bisa menjenguk papah.
Aku berpura2 kuat dan baik2 saja di depan ibu, padahal yang aku rasakan sangat hancur, aku tidak bisa melupakan papah dari ingatanku, orang yang penyayang, tulus dan sangat baik, aku sungguh merindukanya.
Sesampainya aku di apartemen papah aku langsung masuk. aku melihat ruangan yang sepi aku langsung menuju kamar papah, saat masuk aku melihat papah yang sedang tertidur, aku mendekatinya dan ku pandangi wajahnya yang sedit pucat, lalu ku pegang keningnya rasa panas langsung terasa di tanganku, lalu aku langsung ke dapur mengambil air hangat untuk mengompres dan setelah air siap aku langsung mengompers kening papah, setela itu aku menuju dapur untuk membuatkan bubur.
Saat bubur sudah matang, aku membawanya ke kamar papah, saat masuk aku melihat papah yang sudah duduk dan bersandar di pinggiran kasur.
"Adek,,, sayang aku ngga mimpi kan, "kata papah saat aku masuk dan tersenyum ke arah papah.
"Iya Ayy,,, ini Dinda, "sambil ku taro mangkok bubur di meja samping kasur.
Ditariknya badanku dan langsung dipeluk dengan sangat erat.
"Ayy,, Dinda ngga bisa nafas, "kataku karena memang papah terlalu erat memeluku.
Papah langsung melepaskan pelukanya, lalu tangan papah mengusap pipiku di ciumnya seluruh wajahku hingga aku ke gelian," cup, cupp.... "
__ADS_1
"Ihhhh,,, geli Ayy,,, "
"Kangennn,,, "