
Sekitar jam satu siang ,Akbar menuju klinik Mamahnya ,Akbar mau menjemput mamahnya untuk pulang.
Sampai di klinik Akbar langsung menuju ke ruang mamahnya.saat Masuk Akbar tidak melihat mamahnya,tapi malah melihat kakanya Beni.
"Kok masih disini,,dari pagi belum pulang,,?"kata Akbar sambil mendekati Kaka Beni.
"Kenapa,Aku bayar kok di sini,kamu merasa ke ganggu kalau ada Aku di sini,,"
"Santai aja kali ngomongnya,sakit aja ngomongnya masih ngegas gitu,ngga takut nafasnya sesak lagi apa,,"
"Terserah Aku lah,mulut mulut ku ini,lagian ngapain sih kamu datang ke sini terus,kaya ngga ada kerjaan ,,
"Saya kesini karena ada kerjaan,kalau ngga juga saya malas kesini,apa lagi bertemu cewe jutek kaya kamu,,"
Akbar lalu duduk di bangku depan meja Dinda,lalu Beni masuk bersama Dinda.
"Sayang kamu sudah datang,,?"
"Sudah,"jawab Akbar.lalu Akbar dan Beni hanya saling senyum.
"Kak ini hasil ronsenya sudah keluar,"Beni memberikan hasilnya,dan Kakanya melihatnya langsung.
"Dek kakanya bantu turun yah,karena saya mau jelaskan hasil ronsenanya,"Beni.menjawab Iya, lalu Kaka Beni pun turun dan duduk di bangku,Akbar langsung bangun.
"Di sini saya lihat paru paru Adek Arsila benar terkena flek,dan untuk menyembuhkanya Adek Arsila harus menghilangkan kebiasaanya merokok dan begadang,dan tiap bulan harus cek kesehatan itu selama 6 bulan,juga harus minum obatnya jangan sampai telat,"
"Apa tidak bisa lebih cepat pengobatanya Dok,"Dinda menggeleng.
"Tapi kalau Adek Arsila langsung bisa menerapkan hidup sehat,kemungkinan bisa sembuh lebih cepat,,"
"Serius Dok,,"
"Iya,,harus jaga pola makan,dan istirahat yang cukup,juga fikiran tidak boleh setres,,"Kaka Beni hanya mengangguk.
Lalu Beni dan Kakanya pun pulang,sedang Akbar menunggu Mamahnya bersiap untuk pulang.
Sekarang Akbar dan Dinda sudah ada di mobil,mereka berdua sambil mengobrol.
__ADS_1
"Nak Beni itu temen Abang satu jurusan,?"
"Iya Mah,dan adeknya Beni juga temen sekolahnya Faiza dan Fatiya loh Mah,,"
"Masa sih,,kok Abang tau,,?"
"Waktu kemari Abang anterin adek ke Mal buat beli alat lukis,Abang ketemu Beni dan adeknya juga,di situ Abang taunya,,"Dinda mengangguk.
"Kalau kakanya Beni Abang kenal, Arsila,,?"
"Ngga,,kata Beni dia sudah lulus kuliah,"
"Tadi Arsila juga bilang ke Mamah,dia tuh sama Papahnya ngga akur dan Mamahnya sudah meninggal,sepertinya Asila itu kurang kasih sayang deh Bang,,"
"Dasar dianya aja kali Mah yang susah di atur,Beni dan Adiknya ngga kaya kakanya gitu,,"
"Masa sih,,sayang banget yah,Asila itu umurnya baru 22 th loh,masih muda tapi sepertinya salah pergaulan,,"
"Ya sepertinya gitu Mah,,"
"Tapi cantik loh Bang,,"
"Kamu tuh bisa aja sih,,"
"Emang bener,,"
"Abang emang belum punya pacar,apa incaran wanita gitu yang membuat Abang jatuh cinta,,"
"Abang belum mikirin itu,Abang ingin fokus kuliah,biar menjadi orang yang bisa di banggakan orang tua,,"
"Amin,,tapi kalau emang Abang suka sama seorang wanita,Mamah dan Papah ngga melarang kok,karena cinta itu kadang datang tidak tepat waktu dan sama siapa pun kita jatuh cinta kadang kita tidak tau,jadi kalau nanti Abang kok merasakan debaran di hati Abang saat bersama perempuan itu,itu sudah di bilang Abang sudah ada rasa suka padanya,,"Akbar hanya mengangguk.
Mereka sampai di rumah dan langsung turun dari mobil,Dinda menuju kamarnya langsung karena kuatir dengan keadaan Agung.
Sedang Akbar kedapur untuk mengambil minuman dingin.
Esok harinya Akbar berangkat kulaih sendiri dan tidak mengantar Dinda karena Agung sudah sembuh.
__ADS_1
"Hai Bar,,"sapa Beni ketemu di parkiran.
"Hai,"
Lalu keduanya berjalan masuk barengan,Beni seperti mau menayakan sesuatu tapi Beni.merasa tidak enak.
"Bar,,Aku mau tanya,,tapi aku takut kamu marah,,"
"Tanya Apa,,tanyakan saja,"
"Tapi janji kamu ngga marah yah,,"Akbar menjawab Iya.
"Emm,,,Dokter kemarin apa itu pacar kamu,,?"Akbar berhenti berjalan langsung mengerutkan kedua alisnya.
"Pacar,,kok pacar,gimana kamu bisa nyipulin kalau itu pacarku Ben,,?"
"Ya karena Dokter itu selalu memanggilmu sayang,dan kalian terlihat sangat akrab,,"Akbar langsung tertawa cukup keras sampai mulutnya di tutupi tangan.
"Kok malah ketawa sih,,apa ada yang lucu sama pertanyaanku,,?"
"Pertanyaanmu bukan lucu lagi tapi konyol,,"
"Kok bisa,,serius Bar Aku makin ngga ngerti,"
"Dokter yang kamu lihat kemarin dan yang kamu kira itu pacarku,dia itu Mamahku Beniii,"Beni langsung kaget.
"Serius Bar,,,"sambil masih tidak percaya.
"Serius lah,nih kalau ngga percaya lihat galeri hpku,,"Akbar langsung menujukan foto fotonya saat bersama keluarganya,
"Mamahmu dan Papahmu bedanya jauh yah,kelihatanya Papahmu sudah cukup tua tapi Mamahmu masih sangat muda dan cantik lagi,"
"Iya perbedaan mereka jauh,kayanya sekitar 15 tahunan,,udah yuk lanjut jalan,kita nanti telat loh,,"Beni pun mengangguk.
***Tuhan itu memberi pasangan pada kita untuk saling melengkapi,orang jelek kadang jodohnya orang yang ganteng atau cantik,begitu juga orang yang baik kadang jodohnya orang yang ngga bener,karena agar mereka bisa saling melengkapi dan penuh warna dalam menjalani.kehidupan,kalau orang cantik dan ganteng ketemu dan sama sama orang yang baik ,itu berarti bonus dariTuhan .
Aku pengin bikin cerita yang berbeda aja,semoga kaka kaka semua menyukainya,trimakasih...
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih***...