
Setelah Anak anak nya sudah berangkat ke sekolah,Dinda dan Agung masih bersantai di rumah,karena mereka berdua berangkat ke kliniknya sedikit siang,sekitar jam 10 Dinda dan Agung baru berangkat.
"Pah,,Mamah mau mandi dulu yah,,"kata Dinda pada Agung,Agung sedang memberi makan burung peliharaanya di belakang rumah.
"Iya sayang,nanti papah nyusul,,"jawab Agung.
Hubungan Dinda dan Agung sangat harmonis,keduanya bisa saling pengertian dan selalu menyayangi.Walau umur mereka sudah tidak muda lagi.
Sifat Agung benar benar menurun kepada Akbar,,di luar Akbar adalah laki laki yang cuek tapi baik,sedang di rumah Akbar sangat manja pada orang tuanya.
Seperti di kampusnya,Akbar sangat aktif setiap ada organisasi di kampusnya.dan juga Akbar mempunyai banyak teman.
Tapi kepada setiap wanita Akbar sangatlah cuek,karena pemikiran Akbar hanya ada belajar agar kelak menjadi orang pintar dan sukses.(tapi aku ngga akan bikin Akbar jadi bujang lapuk kaya Agung,karena Aku akan buat Akbar bucin pada wanita,pria cuek kl bucin gimana yah,,,)
Seperti Agung dulu,banyak wanita yang suka padanya,tapi Agung tidak tertarik untuk pacaran atau menikah muda.
"Hai Bar,,nanti sepulang kuliah kamu mau ikut ke rumah Beni ngga,?"tanya teman Akbar.
Saat ini Akbar dan kedua temanya sedang ada di kantin.
"Ada acara apa emangnya disana,,?"
"Kita mau nyusun acara buat cari sumbangan ke daerah xx yang terkena bencana alam kemain,,"
"Oh yang banjir itu,,"
"Iya,,mau ikut ngga,,?"
"Boleh deh,,"
Mereka lanjut lanjut makan,setelah selesai makan,Akbar dan kedua temanya langsung pergi setelah membayar,karena masih ada kelas terahir.
Saat jam pulang kuliah Akbar dan teman temanya berangkat kerumah Beni,dan Beni pun sekalian ikut pulang membonceng Akbar.
"Motor kamu kemana sih Ben,,?"tanya Akbar saat motor mau jalan.
"Masuk bengkel,Kakaku kemaren pinjem,pulang pulang motor pada lecet,katanya habis jatuh,Aku bawa aja ke bengkel,,"Akbar hanya menjawab oh.
Lalu 5 motor berangkat menuju ke rumah Beni,dan satu mobil berisi 4 orang,semuanya cowo.
Sampai di rumah Beni semuanya masuk ke dalam rumah,dan duduk di ruang tengah yang cukup luas,Rumah Beni cukup bagus karena orang tuanya punya perusahaan.
__ADS_1
"Eh,,kamar mandi di mana yah,Aku pengin buang air kecil nih,,?"kata Akbar pada temanya.
"Tanya Beni lah,,"
"Beninya lagi ke dapur,lagi buat minuman,"jawab teman satunya.
Akbar yang sudah kebelet ahirnya pergi mencari kamar mandi,tapi Akbar yang tidak tau di mana letaknya nyasar sampai ke teras Belakang rumah.
"Aduhhh,,kok jadi muter muter ngga jelas gini sih,,"saat Akbar mau berbalik ,Mata Akbar melihat seorang wanita yang sedang duduk di saung yang ada di taman belakang rumah Beni.
Wanita itu seperti sedang mengobati lukanya,yang di lutut,dan seperti menahan sakit,Akbar yang sudah kebelet pipis ahirnya masuk lagi ke dalam rumah.
"Ben,,kamar mandi mana sih,Aku nyari susah amat,sampai nyasar ke teras belakang,,?"kata Akbar pada Beni.
"Itu kamar mandi di situ,lurus belok kiri,"Akbar langsung jalan menuju kamar mandi.
Saat Akbar keluar dari kamar mandi,Akbar tidak sengaja berpapasan dengan wanita yang tadi di lihatnya di taman belakang,karena Akbar hafal baju yang di pake wanita itu.
Karena jalannya seperti lorong,Akbar dan si wanita itu berpapasan,si wanita jalan sambil sedikit pincang,karena luka di lututnya ternyata cukup parah.
Akbar ke arah kiri siwanitanya ke kiri,lalu ke kanan keduanya juga ke kanan.
"Kamu diam di situ,Aku mau lewat,kamu ngga lihat apa kakiku ini lagi kesakitan,,"wanita itu bicara pada Akbar dengan juteknya,Akbar lalu diam berdiri dan membiarkan si wanita itu lewat duluan.
"Ya Tuhan,,,Mba ngga papa,,?"tanya Akbar,tapi Akbar hanya berdiri ,sedang si wanita terduduk di lantai sambil memegangi boko*ngnya.
"Kamu,,!bukanya bantuin Aku berdiri malah bengong aja sih,,"Akbar tadinya mau bantuin tapi takut salah,eh malah udah kena semprot duluan.
Akbar lalu membantu untuk menarik tangan si wanita,tapi ternyata susah.
"Kamu bisa ngga sih,niat bantu ngga,,"
"I,,iya niat,tapi gimana yah caranya,"karena kaki yang satu luka jadi tidak bisa mengimbangi bangun.
"Dari belakang coba,,"Lalu Akbar mengangkat kedua tangan si wanita itu di ketiaknya,tapi tidak sengaja memegang dadanya,saking Akbar gugup,grogi dan takut,jadi salah pegang.
"Aww,,tangan kamu,kamu itu kurang ajar banget yah,"Akbar lalu melepaskan tanganya lagi.
"Maaf saya tidak sengaja,,sungguh saya minta maaf,,"
"Aduhhh,,boko*ngku,,sakit,,"kata si wanita.
__ADS_1
"Udah buruan jangan minta maaf terus,bantu Aku bangun,,"Akbar membantunya lagi dan sekarang sangat hati hati,ahirnya si wanita itu bisa bangun tapi kesakitan.
"Papah Aku ke kamar sekalian,,"
"I,,iya baiklah,,"Akbar menurut,karena si wanita itu benar benar galak.
Lalu Akbar membantu si wanita itu menuju kamarnya,saat sedang berjalan ada mba yang lewat.
"Mba,,tolong ambilkan obat ku di saung belakang yah,tadi Aku lupa bawa,,"
"Iya non,,"kata Mba dan langsung pergi,sedang Akbar merasa sangat apes ketemu wanita ini.
Akbar masuk ke kamar si perempuan,dan kamarnya terlihat berantakan karena ada baju berserakan Mata Akbar juga melihat baju dalaman.
"Mimpi Apa Aku semalam,apes amat sih,,"kata Akbar dalam hati.
Saat si perempuan itu sudah duduk di kasur,Beni dari luar masuk ke dalam.
"Bar,,kamu ngapain di sini,,"Akbar yang kaget ada Beni datang.
"I,,ini Aku habis bantuin mba ini ,tadi dia jatuh,"
"Ini temenmu Dek,,?"
"Iya kak,kita lagi bahas masalah dana sosial,"si wanita hanya mengangguk.
"Ayo Bar kita keluar,,"ajak Beni,Akbar pun keluar dari kamar Wanita itu.tapi sebelum pergi Akbar menganggukan kepala pada si wanita,tanda permisi keluar.si wanita diam hanya melihatnya saja.
"Itu kakamu Ben,,?"tanya Akbar sambil berjalan.
"Iya itu kakaku,"
"Kakinya kenapa,,?"
"Yang Aku ceritain tadi,dia semalam habis jatuh pake motorku,,"
"Dia bisa bawa,,?"
"Bisa,,"Akbar mengangguk.
"Ben,,maaf sebelumnya yah,,Kakakmu kok galak banget yah,,"Beni justru tertawa saat mendengar perkataan Akbar.
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan votenya,trimakasih....