
Dinda sangat cemas karena Dokter belum juga keluar,Dokter Budi juga di situ menemani Dinda.
"Yah,, kenapa Dokter belum juga keluar,, "saat Doni datang karena tadi di telfon Dinda, Dinda bilang Agung kejang.
"Kamu harus sabar dan selalu berdoa semoga Agung tidak apa apa,,"sambil Doni mengusap kepala Dinda.
Dokter Budi yang belum kenal dengan Ayah Doni lalu mendekat.
"Maaf,, kenapa anda tidak sopan berani berani memegang kepala Dokter Dinda begitu,? "sambil mendekat ke Dinda dan Doni. Doni menatap Dinda.
"Dokter Budi,, ini adalah Ayah saya, jadi ngga papa kan Ayah saya pegang kepala saya ini,, "Dokter Budi langsung kaget dan sedikit malu.
"Maaf Pak,, saya tidak tau, "kata Dokter Budi.
"Iya ngga papa, kan anda tidak tau,, "kata Doni.
Lalu Doni dan Dokter Budi duduk di bangku,dan mereka mengobrol. sedang Dinda masih mondar madir di depan pintu.
Lalu Dokter pun membuka pintu, Dinda langsung mendekat, dan begitu juga dengan Doni dan Dokter Budi.
"Gimana Dok suami saya,, ?"
"Untung aja Ibu langsung melihat dan memanggil Dokter, karena telat sebantar saja nyawa pasien pasti tidak akan tertolong,, dan sekarang sudah melewati masa kritisnya, karena racun belum masuk sampai jantung,, "
Dinda langsung mengucap sukur.
"Kenapa pasien bisa terkena racun seperti itu, itu adalah racun yang sangat berbahaya Bu, bukankah pasien sedang bersama Ibu saat itu,,? "tanya Dokter pada Dinda.
"Iya Dok,, tapi saat itu saya tinggal ke kamar mandi, dan ada Dokter Budi di situ menemani suami saya Dok,, "mata Dinda menuju ke Dokter Budi.
"I,, iya memang ada saya, tapi saya tidak tau itu Dokter menyuntikan obat apa ke infus pasien Dok, dan saat itu saya sedang mengobrol dengan pasien,, "kata Dokter Budi.
"Tapi anda tau ciri ciri Dokter itu tidak, ini sepertinya ada kesengajaan ada yang ingin mencelakai menantu saya, "kata Doni.
__ADS_1
"Saya tidak begitu jelas, karena saya melihatnya dari belakang Pak,, "jawab Dokter Budi.
"Dok bukan kah ada cctv di situ, pasti bisa kita lihat Dokter siapakah dia itu,, "Dinda sambil menujuk ke cctv.
"Iya betul Dok,, "kata Doni.
"Iya,, anda benar, saya akan ke ruang cctv sekarang juga, karena kejadian ini tidak main main, bisa mencemarkan nama baik rumah sakit ini soalnya,, "
"Iya silakan Dok,, "kata Doni.
Saat Dinda dan Doni mau masuk, Dokter Budi tidak mau ikut masuk, dan bilang ada urusan. Dinda sama Doni lalu masuk ke dalam ruang rawat Agung.
Dokter Budi langsung pergi dari rumah sakit, dan langsung menuju ke markas orang suruhanya.
"Kalian pergilah sejauh mungkin, ini uang buat kalian,, "Dokter Budi lelemparkan uang satu gepok ke depan anak buahnya.
"Dan ingat kalaian jangan sampai menyebut namaku kalau kalian tertangkap.mengerti kalian,,, "
"Ya sudah,, pergilah kalian sekarang, karena pihak rumah sakit pasti sudah mengirimkan hasil cctv kepada polisi,, "
Lalu Dokter Budi pun keluar dari markas itu, dan Dokter Budi langsung menuju hotel tempatnya menginap.tapi Dokter Budi tidak tau kalau ternyata markas itu ada yang mengawasinya, dan juga memfoto setiap orang yang keluar masuk markas itu.
Dinda dan Doni melihat Agung yang tidur dengan lemahnya, dan wajah yang terlihat pucat.
"Mass,,, kasian sekali kamu Mas,, ternyata ada orang yang ingin menyakitimu sampai segitunya,, "sambil mengusap wajah Agung.
"Suamimu orang baik, pasti Tuhan tidak akan membiarkan orang yang ingin mencelakakanya bisa hidup tenang, pasti Tuhan akan membalas semua rasa sakit yang Agung rasakan,, "
"Semoga Yah, semoga tuhan menghukum orang yang ingin mencelakai Mas Agung dengan setimpal, dan semoga polisi bisa cepat menangkap pelakunya,"
Agung belum juga sadar, Dinda tidak mau bergeser sedikitpun dari sebelah Agung. Doni yang sibuk keluar untuk membelikan makanan buat Dinda makan.
"Wah kita ketemu lagi nih Mas,, "saat Doni sedang berjalan mau duduk untuk makan di kantin rumah sakit, Doni bertemu dengan Frans.
__ADS_1
"Eh iya,,saya boleh duduk di sini ngga,,?"jawab Doni sambil membawa piring yang berisi makanan.
"Boleh silakan, "Doni lalu duduk di depan Frans.
"Lagi nunggu istri pulang, ?"
"Iya Mas,, biar pulang bareng,, "Doni hanya menganghuk, lalu Doni pun mulaih makan.
"Mas,, ayo kita pulang,, "kata Hani yang mendekati meja Doni, Doni yang paham suara Hani langsung mendongak. Dan Hani pun kaget melihat Doni duduk bersama suaminya.
"Iya sayang ayo,,, "Frans lalu berdiri, tapi ternyata Doni dan Hani saling melihat.
"Apa kalian saling kenal,, "Frans bertanya.
"Iya, Ngga,, "Doni menjawab Iya dan Hani menjawab Ngga secara bersama. Frans pun melihatnya dengan bingung.
"Em,, mungkin Mas ini sering melihat saya kalau sedang memeriksa pasien Mas,, "
"Iya saya sering melihat Dokter untuk memeriksa para pasen,, "kata Doni dengan cepat.
"Oh seperti itu,, kalau gitu kenalin Mas ini istri saya, namanya Dokter Hani,, "saat Doni menyodorkan tanganya untuk bersalaman Hani pun langsung tidak mau.
"Udah ayo Mas,, udah sore keburu macet nanti,, "sambil berjalan meninggalkan mereka berdua.
"Maafkan istri saya,, mungkun dia lelah,, "Frans merasa ngga enak karena Hani meninggalkanya dengan tangan Doni yang mengacung untuk bersalaman tidak di gubrisnya.
"Iya ngga papa,, santai aja, "
"Saya pulang dulu,, sampai jumpa,, "Doni hanya mengangguk. Frans pun pergi menyusul Hani.
"Hani kenapa jadi aneh gitu sih, dan bilang ngga kenal sama Aku, apa maksudnya coba,,? "Doni bicara dalam hati.
Jangan lupa like, komen dan vorenya, trimakasih...
__ADS_1