
"Adekkk,,,,,"sambil memeluku papah bicara. sedang aku Masih tetep diam.
"Kangennn,,, "aku langsung menatapnya, aku juga Sebenarnya kangen dengan papah, tapi aku hanya sedang mengujinya.
Aku usap wajah papah dengan sayang.lalu aku pun tersenyum, aku harus percaya pada papah, kalau papah benar benar sayang dan cinta pada ku,
"Tapi Ayy harus janji, ngga boleh deket2 sama kak Hani lagi,"kataku,lalu papah tersenyum.
"Iya,, aku janji, "sambil menujukan jari kelingkingnya padaku dan aku pun mengaitkan jari kelingkingku juga.
"Sinih peluk lagi, aku kangen banget sama bau badan adek, "aku pun langsung memeluk papah.
Setelah melepaskan pelukannya papah mengajak ku untuk makan. karena sekarang sudah lewat dari jam makan siang ahirnya aku dan papah memesan makanan yang kita inginkan lewat aplikasi.
"Adek pesan gih, tuh pake hpku aja, "aku mengambil hp papah yang ada di meja dan langsung mencari dan memilih yang kita sukai.
"Ayy,,Dinda mau makan yang berkuah yah, kalau Ayy mau makan apa, "tanyaku. sedang papah menariku agar aku duduk di pangkuanya.
"Aku ngikut adek aja, "jawab papah, sedang aku masih memilih milih, papah bicara tapi sambil menciumi leherku.
"Ihh,,, Ayy geliii, Dinda lagi pilih nih jadi ngga konsen, "kataku. karena aku merasa geli atas kelakuan papah yang masih menciumi leherku. papah di bilangin bukanya berhenti malah tersenyum doang.
"Ayy,, soto daging aja yah, "tanyaku.
"Aku terserah adek aja, "jawab papah.
Ahirnya aku memilih soto daging dan juga nasinya.
"Ayy,, lepas ih Dinda mau ke kamar mandi ini, "kataku. karena aku memang pengin kencing.
Ahirnya pelukan papah lepas juga, aku langsung bangun dari pangkuan papah, dan langsung masuk kamar mandi.
Setelah keluar dari kamar mandi aku melihat papah yang sedang memangku leptopnya, sepertinya papah sedang ada kerjaan.
__ADS_1
Aku duduk di dekat papah sambil memainkan hpku. setelah menunggu setengah jam ahirnya pesanan kita datang juga, aku membuka pintu dan mengambil pesanannya.tidak lupa juga membayarnya.
Aku langsung menuju dapur dan menyiapkan makanan, setelah selesai menyiapkan makananya aku menyuruh papah untuk masuk ke dapur, saat papah datang rupanya itu leptop juga ikut di bawanya juga, aku hanya geleng2 kepala.
"Ayy,,,, berhenti dulu kerjanya, nanti di lanjut setelah makan, "kataku.karena papah malah tetap melanjutkan ketikan di leptopnya.
"Adek suapin aku yah, ini nanggung soalnya, "kata papah.
Ahirnya aku yang mengalah, aku duduk di sebelah papah lalu menyuapinya. setelah nasi juga sotonya papah habis, sekarang gantian aku yang makan.
Aku sudah selesai makan, lalu aku rapikan meja dan juga mencuci piring yang kotor, setelah semuanya selesai aku mengajak papah ke ruang depan lagi.
"Ayy,, Dinda pulang yah, udah mau sore takut ibu menelfon rumah nanti mba Iis bilang Dinda belum pulang, bisa kena marah lagi,! "kataku.
"Tunggu bentar, aku rapikan leptop dulu, "jawab papah.
"Ayy,, ngga usah atar Dinda, Dinda naik taxsi aja, "kataku sambil bangun dari sofa.
"Tunggu bentar dulu dek,, aku masih kangen pengin di manja, "sambil memeluku papah bicara, sedang aku hanya bisa tersenyum, karena kelakuanya seperti anak kecil.
Lalu papah menarik daguku, dan papah langsung mencium bibirku dengan lembutnya, saat bibir kita saling mel*at,papah menggendongku di depan sedang tanganku ku kalungkan di leher papah.
Papah melepas ciumanya ketika papah akan menurunkan aku di sofa. aku pun duduk di sofa dengan kepalaku ku senderka di
"Kenapa aku kalau bersama adek rasanya na*fsu ku selalu meningkat, sepertinya adek menjadi canduku, kalau sehari saja tidak bertemu dengan adek rasanya kepalaku pusing sekali dek, "kata papah sambil tangan papah mengusap pipi ku, aku hanya tersenyum.
"Gombal tau ngga sih kamu tuh Ayy,,, "kataku.
"Serius tau dek, aku aja ngga tau kenapa bisa sampai begini, "kata papah menjatuhkan keningnya di keningku.
Saat papah akan menciumku lagi, tiba2 bel pintu berbunyi, aku langsung menyuruh papah agar segera membuka pintunya.
"Buka dulu Ayy pintunya, siapa tau kak Hani datang lagi seperti kemaren, "kataku.lalu papah menyentil dahiku.
__ADS_1
"Awww,,,,"aku teriak karena rasa sakit di sentil keningnya. papah malah tersenyum dan pergi menuju pintu.
Saat papah membuka pintu, aku merapikan rambut juga bajuku, lalu aku membenarkan duduk ku.
Ternyata papah datang dengan tamunya, aku langsung berdiri dan tersenyum pada tamu papah, aku lihat seorang ibu ibu yang berumur sekitar 60 thunan.
"Dek,, kenalkan ini ibuku, "kata papah.
"Bu,, ini Dinda,"kata papah lagi, dan aku langsung menyalami ibu papah sambil tersenyum,ku cium punggung tangan ibu papah juga.
"Ibu ayo duduk dulu ibu pasti cape, "kataku. sambil aku bergeser agar ibu bisa duduk .ibupun langsung duduk.
Saat ibu duduk aku juga langsung ke dapur untuk ambilkan minum.
"Mas,,, ibu minumnya apa yah, biar Dinda ambilkan,"tanyaku pada papah, aku sengaja memanggil papah dengan sebutan mas, kalau aku panggil Ayy pasti malu lah karena itu panggilan kalau hanya untuk berdua, sedang kalau aku panggil papah, ibu papah kan sudah tau tentang perceraianya dengan ibuku. nanti malah bingung lagi ibunya papah kalau aku manggil papah di depanya.
"Air putih aja dek, soalnya ibu ngga minum minuman manis, "aku pun mengangguk dan langsung pergi ke dapur.
"Dinda siapanya kamu Gung, sepertinya kalian sangat dekat, "
"Dinda adalah teman dekat Agung bu, "
"Tapi sepertinya dia masih sangat muda, apa kamu ngga salah pilih,takutnya masih labil takutnya dia hanya manfaatin kamu aja Gung, "
"Dinda ngga kaya gitu kok bu, dia anaknya dewasa juga sangat rajin dan pandai memasak, "
"Ibu ngga akan memaksamu lagi untuk menikah, sekarang asal kamu bahagia ibu juga bahagia, "
"Makasih bu,tapi kita sedang ada masalah dengan orang tuanya Dinda bu, mereka tidak setuju dengan hubunganku dengan Dinda, "
"Apa karena perpedaan umur kalian yang cukup jauh, ?"
"Bu,, kan bu,! ta,, pi karena Dinda adalah anaknya Farida, "
__ADS_1
"Apaaaaa,,,, "