MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Dokter Ganteng


__ADS_3

Setelah selesai dengan pasien pasienku, Aku langsung menuju ruanganku, karena di sana masih ada Suami tercinta. Orang yang sangat sabar dan pengertian,membuatku makin cinta.


Saat masuk ruanganku, Aku melihat Suami yang tertidur dengan pulasnya di Sofa. Aku mendekat padanya dan duduk di samping badanya.


Cup.. Cup...


Ku ciumi bibir tebalnya dengan sekilas, rupanya Suamiku tidak bangun juga. Mungkin Dia sangat lelah,fikirku.


Saat Aku mau bangun dari duduku. tanganku di tarik oleh Suamiku hingga Aku terjatuh di dadanya.


"Beraninya kalau sedang tidur nih,, "sambil menyatukan kening kita.


"Mas,,, ngga tidur yah, ih sebel ngerjainnn,,, "sambil Aku bangun dari atas badan Suamiku,tapi tangan Suamiku dengan eratnya memeluk pinggangku sehingga Aku tak bisa bangun.


"Cium lagi, kalau ngga Mas ngga bakalan lepaskan, "Sambil mendekatkan bibirnya pada ku.


"Ngga Ah,,,"kataku sambil Aku buang muka ke samping.


"Bener nih ngga mau, ya udah Kalau ngga mau kita akan tetap begini sampai sore,Mau,,"


Aku pun berfikir, sedang Suamiku melihatku sambil tersenyum. Lalu Aku tatap wajah Suamiku,yang makin tua kok makin tambah ganteng aja. Aku pun ahirnya mengalah,ku dekatkan bibirku pada bibir suamiku,dan ku kecup bibir tebalnya, saat Aku akan menjauhkan bibirku, Suamiku malah menekan tengkuk ku, sehingga bibirku dengan cepatnya di lahap oleh Suamiku.


Kita ahirnya berciuman dan saling ******* bibir,karena posisi kita yang masih berbaring dengan posisiku diatas tubuh suamiku. membuat adik kecil Suamiku berada pas di tempat sensitifku. benda keras yang makin lama makin membesar pun sangat terasa di bawah sana.


Sambil masih tak melepaskan ciuman kita, Suamiku bangun dan sambil memangku diriku. benda keras itu makin menggajal dan seperti sangat panjang.


Nafasku yang sudah hampir habis, membuatku melepaskan ciuman,setelah terlepas, Suamiku langsung mengarah ke leher sambil di jilatinya. Dan tanganya tak tinggal diam, tangan itu langsung membuka kancing bajuku satu persatu, hingga saat sudah terlepas semua, daging kenyalku langsung menjadi sasaran. Di mainkanya ujung daging kecil itu di mulut suamiku, Aku yang merasa keenakan hanya bisa meremas rambut suamiku. tangan Suamiku berada di pingulku sambil menggerakanya maju mundur. uuhh,, rasanya ini gila,dengan masih sama sama di balut kain di bagian bawah tapi sudah membuat nikmat.


"Dek,, bentar yah, kita gerak cepat gimana, "Aku hanya mengangguk, karena memang sudah seminggu ini Aku pulang larut malam, hingga tidak ada waktu buat suamiku. Aku juga sebenarnya merasa kasihan karena gairah sex Suamiku cukup tinggi, hingga dalam seminggu kita bisa melakukan sampai 4 kali. Aku hanya bisa mengimbangi saja kalau badanku sedang cape. untungnya Suamiku tidak protes kalau Aku hanya seperti mayat hidup, karena hanya diam saat berset*uh.


Suamiku menurunkan celananya ke bawah tapi sebatas dengkul, sedang Aku menaikan roku ke atas dan kain segi tiga itu Aku hanya geser ke samping tanpa kulepaskan.

__ADS_1


Suamiku langsung mengarahkanya adek kecilnya ke arah sensitifku, Aku merintih sedikit kesakitan karena adek kecil Suamiku masuk dengan dorongan yang cukup keras.Kepunyaan Suamiku itu kalau di lihat memang ukuranya itu lumayan besar ,panjangnya sih pada umumnya orang asia tapi gedenya itu Aku rasa sangat berbeda. Hingga setiap adek kecil itu masuk Aku masih saja merasa kesakitan.


Setelah masuk dengan sempurna, Suamiku pun menggunakan jurus gerak cepat, heheee


Dengan sangat nikmat Aku merasakan hentakan hentakan yang Suamiku berikan, hingga tubuhku naik turun dengan sangat cepat. Bibirku Aku tutup dengan tanganku karena Aku takut desahanku akan keluar dengan kencang.


Karena kita memang sudah sama sama merasa nikmat,hingga ahirnya kita melakukan pelepasan bersama..


"Eeeeemmmmmm,,, "sambil mulutku masih ku tutup dengan tangan.


Sedang Suamiku memendamkan wajahnya di dadaku,,, sehingga teriakan kita pun tak akan ada yang dengar.


Ahirnya kita pun mendapat kepuasan bersama, ya...walau dengan gerak cepat tapi sensasinya justru sangat nikmat.


Ku usap keringat di kening Suamiku, dan Aku masih berada di pangkuan suamiku. kita juga belum melepaskan penyatuan kita.


"Terimakasih,, cup, "ucap Suamiku.


Setelah nafas kita sudah sedikit normal, Aku bangun dari pangkuan Suamiku. tapi sebelum bangun Aku sudah menyiapkan tisu untuk mengelap lendir yang akan berceceran saat Aku bangun.


Selesai dengan lap mengelap, Aku langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dengan air.


Setelah Aku keluar dari kamar mandi, Suamiku juga langsung bangun dari duduknya untuk ke kamar mandi.


Aku merapikan baju serta rambutku yang sedikit acak acakan, dan juga Aku memberi warna pada bibirku, karena warna di bibirku sudah hilang akibat lum*atan Suamiku.


"Dek,,, jangan terlalu tebal memakainya, Mas ngga suka,"saat Suamiku keluar dari kamar mandi.


"Mana tebal sih Mas, orang ini warnanya aja warna ngga mencolok, "kataku. karena Aku memakai warna merah bata.


"Mas ngga kerumah sakit,? "tanyaku saat suamiku duduk di sofa.

__ADS_1


"Mas ngga ada jadwal hari ini. Mas mau langsung jemput Akbar di sekolah, "


"Apa Adek akan pulang malam lagi nanti,? "tanya Suamiku lagi.


"Belum tau Mas,, semoga aja tidak ya Mas, "kataku sambil medekat ke Suamiku.


"Ya udah Mas pulang dulu yah, "Sambil bangun dari duduknya.


"Iya,, Ayo Mas Dinda antar sampai depan, "Sambil Aku membuka pintu.


Aku dan Suamiku berjalan beriringan, sambil sesekali mengobrol. banyak Dokter juga suster yang menyapa ke kita, dan kita pun menyapa balik. Di rumah sakit ini belum ada yang tau tentang hubunganku dengan Suamiku. Beda dengan di rumah sakit tempat suamiku bekerja, di sana para Doktet juga suster semuanya sudah tau kalau Aku adalah Istri dari Dokter Agung.


"Hati hati nyetirnya, kalau udah sampai kabarin ya Mas, dan salam sayang untuk dede Akbar, "kataku saat Suamiku mau masuk mobil.


"Iya Sayang, "Dan Suamiku pun pergi dengan mobilnya.


Setelah mobil tak terlihat Aku langsung masuk ke dalam rumah sakit.


"Hayy,, Dokter Dinda. Kamu kenal dekat yah sama Dokter ganteng itu, ?"kata teman sesama Dokter ,dia adalah Dokter Ani lebih tua dariku satu tahun, dan dia belum menikah. Aku pun menghentikan jalanku.


"Dokter ganteng yang mana yah Dok,? "tanyaku karena Aku tidak mengerti.


"Iihhh,, yang tadi jalan bersama Dokter itu loh, yang katanya Dokter bedah dari rumah sakit sebelah, "Aku pun langsung paham setelah mengatakan Dokter bedah.


"Oh,, Dokter Agung, Dulu dia itu dosen saya Dok, waktu Saya kuliah, jadi kita sudah kenal lama, "jawabku sambi berjalan.


"Oh,, gitu. berarti Dokter Dinda kenal Istrinya Dokter ganteng itu dong, "Aku pun menganggukan kepalaku.


"Dok Maaf yah Saya harus memeriksa pasien dulu, lain kali kita ngobrol lagi, "kataku sambil berjalan ke arah ruangan pasien yang akan Aku priksa.


"Apa tadi katanya, Dokter ganteng enak aja main julukin Suami orang sembarangan, bikin kesel aja sih.. Batinku sambil jalan.

__ADS_1


**Trimakasih banyak untuk kaka kaka semua yang masih suka dengan ceritaku dan selalu menyemangatiku dengan komentar komentarnya.


Jangan lupa untuk like, komen serta votenya ya kak, Trimakasihhh**..


__ADS_2