
Ayah Doni
Aku melihat Dian yang ketakutan membuatku merasa semakin ingin menjadi pelindunginya, di sifatnya yang manja rupanya dia juga wanita yang lemah, rupanya di balik senyumnya masih menyimpan rasa takut yang sewaktu waktu datang mengancamnya.
Kalau Aku mengajak nikah Dian mau apa ngga yah, itu lah kata kata yang sekarang ada di fikiranku, karena di satu sisi kita baru bertemu dan kenalan belum lama juga, di satu sisi lagi Aku ingin melindunginya agar dia merasa aman dan ada yang melindunginya.
Aku mendekat pada kakek saat Dian pergi ke kamar mandi, Aku mengajak kakek mengobrol.
"Kek,, kalau Saya mau menikahi Dian apa Kakek mengizinkan,,? "Kakek pun tersenyum, lalu menepuk tanganku.
"Kakek justru senang dan juga setuju, bahkan sangat mengizinkan kalau Dian menikah dengan Nak Doni, "Aku pun tersenyum senang.
Sekarang Aku tinggal mencari cara dan waktu untuk mengatakan pada Dian kalau Aku ingin menikahinya.Aku dan kakek pun lanjut mengobrol .
Malam pun datang, dan Aku baru membeli makan untuk Aku dan Dian.
"Saya nanti habis makan mau ke rumah Dinda dulu,, Saya mau menanyakan pada Pamuji kapan kakek boleh pulang, "Kataku saat selesai makan.
"Tapi jangan nginep ya Mas,,, "sambil menyuapkan sendok ke mulutnya.
"Kenapa ngga boleh nginep,,hemmm ?"tanyaku.
"Soalnya Dian ada ngga ada teman,, "jawab Dian.
"Oh,, gitu. cuman butuh temen nih,, "sambil Aku menatapnya.
Dian langsung diam, dan melanjutkan makannya sambil menunduk malu.
Selesai makan Aku berpamitan pada kakek, dan Dian mengantarku sampai depan pintu.
"Hati hati ya Mas,, jangan lama lama juga yah,, "Aku pun mengangguk,sedan Nana pun tersenyum.
Aku pun berjalan keluar rumah sakit menuju parkiran, sampai di mobilku Aku masuk dan menjalankanya menuju rumah anaku.
Samapi di rumah Anaku ternyata mereka baru selesai makan malam.
"Malam semuanyaa,,, "kataku saat sampai di meja makan.
"Malam juga Ayahhh,,,Ayo Ayah makan malam bareng,,". Anaku mengajaku makan.
"Ayah sudah makan tadi,, "jawabku. sambil duduk.
__ADS_1
"Mah,Pah,kakek,,Akbar mau ke kamar dulu yah sama kak Zara, "kita bertiga pun mengangguk. sebelum pergi Akbar mencium pipi mamahnya dan Papahnya, juga pipiku. setelah itu Akbar dan Zara pergi ke kamar.
"Ji,, Ayah ada perlu sama kamu,, "Pamuji pun mengangguk.
"Iya,, ayo kita ke ruang kerjaku aja Yah,,, "
"Trus Dinda gimana dong, masa sendiri,, "
"Adek bisa ke kamar, atau ke kamar Akbar kan, "kata menantuku.
"Ayah mau bicara bentar sama suamimu, Dinda kekamar aja dulu,, "kataku sambil mengusap kepala anaku yang masih duduk.
Sambil cemberut Anaku pun bangun dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya.
sedang Aku dan menantuku masuk ke ruangkerjanya.
"Ada apa Yah,,, "saat kita sudah duduk.
"Kapan kakek Zara bisa keluar dari rumah sakit,? "tanyaku pada menantuku.
"Biar besok Aku cek dulu Yah.kenapa buru buru mau keluar sih Yah, "
"Oh,, masalah itu,,, ya udah besok Aku lihat kalau kakek sudah baik pasti cepat keluar, "
"Kayanya ada yang sedang jatuh cinta nih,, "Aku pun hanya tersenyum tipis. saat menantuku menyindirku.
"Biar janda asal masih bening dan lebih muda mah sikat,, "kata menantuku lagi.
"Dia bukan janda,,, dia belum pernah menikah,, "kataku.
"Lalu Zara anak siapa,,? "tanya menantuku yang kaget.
"Zara adalah Anak dari adeknya Dian yang meninggal saat melahirkan,, "
"Oh gitu,, jadi dapet prawan nih, "Aku dan Pamuji pun tersenyum bersama sambil kepalaku mengangguk.
"Tapi apa dia mau sama Aku yang sudah tua begini,, Aku tidak terlalu banyak berharap,karena Aku takut dia tidak mau denganku,"
"Jangan menyerah gitu dong,perempuan kalau di kasih perhatian terus pasti luluh,, "
"Doakan saja yah semoga dia mau denganku, "Pamuji pun mengangguk.
__ADS_1
Saat Aku sedang mengobrol dengan menantuku, hpku berbunyi tanda pesan masuk, dan Aku pun membacanya, ternyata dari Dian.
" Apa belum selesai urusanya,,? "
"Belum,, tunggu bentar lagi,, apa dah kangen,?"
"Kangen,, makanya buruan ke sini, "
"Bohong itu dosa loh,, "
"Siapa juga yang bohong,, jangan lama lama ya Mas,, Dian tunggu, "
"Iya,,, tunggu sebentar lagi,, "Lalu Aku pun menaro hpku di kantong, dan saat Aku lihat ke arah menantuku dia menatapku dengan penuh selidik.
"Pesan Dari siapa sih sampai senyum senyum gitu balasnya,, "
"Ada deh,,, "jawabku.
"Dasar ABG tua,, "
"Sial lu Ji,, "sambil ku lempar dengan buku yang ada di meja. sedang menatuku hanya tertawa.
Selesai mengobrol Aku pun pamit untuk ke rumah sakit. Aku menuju kamar anaku setelah keluar dari ruang kerja menantuku.
"Kok ngga nginep sih Yah,,? "kata Anaku.
"Iya Ayah ngga nginep, kasian Dian di rumah sakit sendiri di sana,, "
"Oh gitu,, ya udah Ayah hati hati ini udah malam,, "lalu Aku pun memeluk anaku dan mencium keningnya.
Aku di antar sampai depan rumah oleh menantuku, dan setelah Aku masuk mobil menantuku pun masuk ke dalam rumah.
Karena sudah malam jalan pun tidak macet, dan sampai rumah sakit hanya 20 menit. Aku berjalan menuju ruang rawat kakek setelah Aku parkirkan mobilku.
Saat ku buka pintu kamar rawat kakek,ternyata Dian dan kakek sudah pada tidur,Aku pun masuk dengan sangat pelan agar mereka tidak bangun.
Aku duduk di sebelah Dian yang sedang tertidur dengan posisi duduk.karena melihatnya seperti tak nyaman,lalu Aku membetulkan posisi tidurnya, secara berlahan Aku merebahkan kepalanya ke sofa. lalu kakinya Aku naikan, tapi rupanya Dian justru terbangun.
**Maaf kalau ada typo..
jangan lupa untuk like, komen dan votenya ya kak,, trimakasih**..
__ADS_1