MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Pecahan Kaca Di Pelipis


__ADS_3

Dinda sedang membuatkan teh manis untuk Agung di dapur,saat sudah jadi Dinda membawanya ke Agung yang sedang ada di ruang kerjanya,tapi tiba tiba tangan Dinda terasa.lemas,dan gelas pun jatuh .


Prangg,,,,


"Ya Tuhan,,Ibu,,,"teriak mba Iis yang kaget.


"Ibu ngga papa,"Mba iis langsung mengeser Dinda yang diam mematung.Dan mba Iis mengambil pecahan gelas takut kena kaki


"Mba,,tangan saya tiba tiba lemas,kenapa ya Mba,,dada saya juga merasa ngga enak gini,"


"Mungkin Ibu lelah,istirahat aja bu,"


"Iya kali ya Mba,semoga ini bukan tanda apaapa ya mba,"


Mba Iis lalu bilang ke Dinda yang akan membuatkan Teh,Dinda lalu mengiyakan ,Dinda lalu pergi ke ruang kerja Agung.


"Ada apa Sayang,kok kamu kaya lemas gitu,,?"tanya Agung saat Dinda masuk ke dalam ruanganya.


"Perasaan Mamah ngga enak Pah,ada apa yah ,"


"Mungkin Mamah lagi cape kali,udah duduk dulu,dan tenangin,"Dinda mengangguk dan duduk.


Hp Agung berbunyi tanda panggilan dari no yang ngga di kenalnya.Agung lalu mengangkatnya.


"Hallo,,"


"Iya Hallo,,ini siapa yah,"


"Saya polisi lalu lintas Pak,apa benar ini orang tua dari sodara Aiden Akbar Pamuji,?"


"Iya benar saya orang tua dari Aiden Akbar Pamuji,ada apa dengan anak saya ya Pak,"Dinda sudah merasa takut dan mendekati Agung.


"Anak bapa kecelakaan dan sudah di bawa ambulance ke rumah sakit Harapan Mulia,"


"Apa,,,!baik pak terimakasih atas infonya saya akan pergi kerumah sakit sekarang juga,"Telfon pun mati.


"Ada apa Pah,,,?"Dinda sudah bergetar suaranya.


"Abang,,Abang kecelakaan,,"Dinda langsung lemas dan hampir jatuh.

__ADS_1


"Sayang,,,"Agung langsung menangkap Dinda yang akan jatuh.


"Pah,,ayo kita kerumah Sakit,kasihan Abang,,"


"Iya Ayo,,"


Keduanya langsung keluar,Dinda masuk kamar untuk mengambil Tas,sedang Agung langsung keluar menuju mobil.


"Mba,,jaga Rumah dan kembar yah,saya mau ke rumah sakit,Abang kecelakaan,,"Kata Dinda ke mba Iis yang ada di dapur,dan di situ juga ada Vivi.


Mba Iis menjawab Iya,dan Vivi terlihat kaget dan diam mematung.


Dinda langsung ke luar dan masuk mobil,Pak supir yang mengantar,karena Agung takut tidak kosentrasi.


"Bi,,Vivi merasa takut,,"


"Kamu jangan takut,kamu harusnya berdoa,,biar Den Akbar baik baik saja,"Vivi hanya mengangguk.


Mobil Agung sudah sampai di rumah sakit,keduanya masuk dan bertanya pada suster atas nama Akbar.Suster bilang Akbar sedang di UGD.


Agung dan Dinda langsung ke UGD.dan keduanya langsung masuk.


Dinda langsung melihat Akbar dan menangis,sedang Agung menjelaskan kalau pasien itu Anaknya.


"Gimana keadaan anak saya Dok,?"tanua Agung.


"Dia banyak mengeluarkan darah dari paha sebelah kiri Dok,dan pelipis kirinya terkena kaca,untung saja matanya tidak terkena,dan sepertinya tulang tanganya retak,"Dinda sudah tidak bisa berkata apa apa,Sedang Sgung langsung bertindak.


"Kita harus melakukan oprasi sekarang,kita bawa ke ruang oprasi sekarang Dok,"kata Agung.


Dan Dokter itu pun langsung menyiapkan ruang oprasi bersama suster,sedang Dinda melihat Anaknya berlumuran darah di wajah dan badanya sangat lemas karena takut,Akbar sudah tidak sadar.


"Sayang,,kamu harus kuat,,ada Mamah dan Papah sayang di sini,,"kata Dinda sambil mengusap darah di wajahnya.


"Pah tolong anak kita Pah,,detak jantungnya melemah Pah,,"


"Tenang Mah,pasti Abang kuat ,"kata Agung sambil terus menangani Akbar.


Saat Dokter datang dan bilang Ruang Oprasi sudah siap,Bangkar langsung di dorong,sebenarnya Agung juga takut kalau anaknya kenapa kenapa,tapi dia berusaha tabah dan kuat.

__ADS_1


"Mah kamu di luar saja,takut kamu ngga bisa menahan sedih nanti justru mengganggu,"


"Ngga Pah Mamah ikut masuk,Mamah ngga akan mengganggu,tolong izinkan Mamah ikut masuk Pah,,"sambil menangis,Agung yang ngga tega lalu mengangguk.


Oprasi di mulai,Agung pertama mencabut pecahan kaca yang ada di pelipis,dan dokter lainya mengobati bagian paha,juga di tanganya.


Detak jantung makin melemah dan terlihat dari monitor.Dinda terus berdoa dan tidak berhenti dari tadi.


"Suster tolong ambilkan dua kantong darah lagi,ini masih kurang,"kata Dokter memerintah suster,susterpun pergi ke tempat penyimpanan Darah.


Agung selesai mencabut pecahan kaca di pelipis,setelah itu lalu di jahitnya luka itu.


"Dok,,setok darah habis,kita harus ambil dari PMI dulu gimana ini dok,,"Agung yang me dengarnya langsung bicara.


"Golongan Darah saya sama dengan anak saya,ayo ambil darah saya saja,,"Suster lalu mengangguk,dan Agung langsung di ambil darahnya,Dinda mendekati Agung sambil menggenggam tanganya.


"Tenang,,tidak akan terjadi apa apa,Abang pasti bisa melewati ini semua,"Dinda mengangguk pelan.


Selesai Agung mendonorkan darahnya,Agung merasa lemas,karena tenaga dan Fikiran tadi habis bekerja keras,sekarang darahnya di ambil,pasti tambah lemas.


Dokter langsung mengoprasi bagian paha dan tangan Akbar.Keadaan Akbar saat ini sangat kritis.karena detak jantungnya juga sangat lemah.


"Hai sayang,,,Aku sangat merindukamu,,"


"Kenapa kamu menyusulku,kamu pulanglah sanah,Papah dan Mamahmu pasti sangat kuatir,,"


"Tapi Aku ingin bersamamu,,"


"Jangan,,kamu jangan ikut bersamaku,jalan kamu masih panjang,kamu ingin buat orang tua kamu bangga kan padamu,aAku akan selalu ada di hatimu ,kita akan selalu bersama,jadi kamu pulanglah keluargamu sedang menunggumu,"


***Jangan lupa like,komen dan votenya,trimaksih...


***Hai kak,,Aku punya cerita baru,cerita ini akan menceritakan tentang pernikahan yang di jodohkan,si perempuan yang sudah punya pacar dan ternyata pacarnya ini adalah adik si pria yang di jodihkanya.


Inti cerita ini ke arah rumah tangganya nanti,karena perjodohan dan tidak saling cinta,tapi harus tetap memberikan hak haknya sebagai seorang istri.


Bisa kebayang kan gimana reaksi si perempuan saat di minta haknya oleh suaminya,Sang istri tetap melayaninya tapi karena tidak mencintainya jadi si perempuan hanya diam mematung,tidak merespon setiap suaminya melakukan hubungan.


Dan sang suami tetap sabar dengan perlakuan sang istri,karena rupanya sang suami sudah mencintainya dari mereka kecil.

__ADS_1


MENIKAH DENGAN KAKA KEKASIHKU**


__ADS_2