MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Kakek Menangis


__ADS_3

Zara dan Hendra sampai di rumah sakit,dan langsung menuju ruang rawat kakek. saat masuk ke dalam kakek sudah tidur karena memang sekarang sudah malam.


Ada Ayah Doni yang menjaga kakek di dalam, lalu Doni pun pamit pulang, karena ada Zara dan Hendra malam ini yang menjaga kakek, karena Doni juga sebenarnya ngga tega ninggalin Dian dan Aditiya, apa lagi Dian sedang hamil dan kehamilan sekarang sangat lemah.


"Za,,,tidurlah, biar Papah yang jagain kakek, pasti kamu cape,, "Zara menggeleng. Zara duduk di bangku dekat ranjang pasien.


"Ngga cape kok Pah, Zara pengin dekat kakek, biar nanti kakek bangun Zara tau,, Papah juga pasti cape,, Papah istirahat aja dulu,, "


"Ya sudah Papah duduk di sofa yah, "Zara pun mengangguk.


Lalu Hendra pun menuju sofa, dan Hendra lalu memejamkan matanya sambil bersandar di sofa.memang Hendra juga merasa cape.


Zara menemani kakek sambil berkirim pesan sama Rizki.


"Gimana keadaan kakek,,? "tanya Rizki.


"Kata Ayah Doni panasnya sudah turu, tapi jantung Kakek katanya lemah, "


"Semoga kakek cepat sembuh yah, dan kamu cepat ke singapur lagi,, "


"Iya Bang,, amin, "


"Ini udah malam, tidur gih.Besok sambung lagi,, "


"Iya Bang,, Abang juga tidur yah,, "


Kirim pesan pun berahir, Zara yang mengantuk ahinya tidur sambil duduk dan kepalanya di letakan di kasur dekat tangan kakek.


Pukul 2 malam, kakek mengigau memangil Zara dan Dini(nama Ibu kandung Zara) Zara yang mendengar langsung bangun.


"Kakekk,,, ini Zara kek, Zara sudah datang, kek buka mata kakek,, "sambil membangunkan kakek dengan menggoyangkan lenganya.


"Zara,, ini benar Zara,, kakek ngga mimpi,, "saat Kakek membuka matanya.


"Ngga kek, Kakek ngga mimpi, ini Zara. Zara sudah datang,, "kakek sampai menangis melihat Zara didepanya.


"Kakek kangen, Zara udah lama ngga pulang, "sambil tangan kakek mengusap rambut Zara.

__ADS_1


"Maafin Zara kek, Zara juga kangen kakek,, "Zara lalu mencium tangan kakek.


"Kakek sering bermimpi ketemu Mamah Dini, dia mengajak kakek untuk ikut denganya, dan kakek tidak mau karena kakek lama ngga ketemu Zara,,dan pengin ketemu Zara, "Zara membantu mengusap air mata kakek.


"Zara akan temani kakek di sini sampai kake sembuh,, Zara juga kangen kakek, "


Lalu Zara mengambilkan minum buat kakek, dan kakek lebih sedikit tenang.


"Ayah Doni mana Za,,? "tanya kakek karena hanya melihat Hendra di sofa.


"Ayah pulang, katanya di sini sudah ada Zara sama Papah, jadi Ayah mau nemenin Mamah di rumah,, "Kakek pun mengangguk.


"Gimana kuliahnya di singapur,, lancar, udah ada teman belum,,? "


"Lancar,, dan udah banyak teman juga, "


"Betah tinggal sendirian,,? "


"Betah,, kakek tidur lagi aja yah, ini masih malam, besok kita ngobrol lagi,, "Kakek pun mengangguk lalu memejamkan matanya. dan tangan kakek menggenggam tangan Zara.


"Sayangg,, kenapa sih harus masak, kan kita bisa beli,, "kata Doni saat masuk ke dapur, dan melihat Dian yang sedang sibuk.


"Dian pengin masakin makanan kesukaan Zara Mas,, ngga repot ngga kok,, "


"Kamu juga ngga boleh cape Yang,, "


"Iya Mass,, Dian ngerti kok sayang, ini ngga cape, Dian hanya bikin nasi goreng kesukaan Zara, nasi goreng isi baso dan sosis,, ini sudah selesai,, "


"Mas ngga melarang kamu melakuman pekerjaan apa pun, tapi Mas juga mohon pada kamu jangan terlalu cape,, Mas kuatir sayang,, kandungan kamu yang sekarang berbeda,, "sambil mengusap keringat yang ada di kening Dian.


"Iya Mas,, Dian ngerti Mas kuatir, karena Mas sayang sama Dian, Dian juga ngga melakukan pekerjaan yang berat kok,, karena ada orang yang selalu ngomel,, "sambil Dian senyum saat berkata di ahir kalimat.


"Mas banyak ngomel karena ngga mau ada apa apa sama kamu sayang,, "


"Iya,, Dian ngerti kok,, "Doni lalu mengusap perut Dian yang sudah masuk usia 7 bulan.


Lalu Dian menyiapkan makanan yang akan di bawa kerumah sakit, sedang Doni membuat teh manis hangat, Doni semenjak Dian hamil dan kehamilanya sangat lemah, dia selalu mandiri, selalu mengerjakan apa yang dia pengin dan mau dengan membuatnya sendiri, tidak ingin merepotkan Dian.

__ADS_1


Setelah siap semuanya, Doni pun berangkat ke rumah sakit, Dian dan Aditiya tidak boleh ke rumah sakit, karena tidak baik buat mereka berdua, itu menurut Doni.


Sampai di rumah sakit Doni memberikan titipan dari Dian.


"Za,, ini ada titipan makanan dari Mamah,di makan sanah sama papahmu,, "Zara lalu mengambil kotak makananya.


"Iya Yah,, makasih,, "


Lalu Zara menata makanan di meja, dan menyuruh Hendra untuk sarapan.


"Pah,, sarapan dulu yuk, nanti ngobrol lagi,, "Hendra sedang mengobrol dengan Kakek, dan Doni juga ikut gabung.


"iya,, "Hendra lalu bangun dan berjalan menuju sofa,dan makan bersama Zara.


Jam pun berlalu, karena Dian dan Aditia ngga boleh ke rumah sakit, Zara pun ikut pulang bersama Doni menjaga Hendra.


Hendra nanti malam akan pulang ke kota, dan Zara nanti sore balik lagi ke rumah sakit. Zara dan Doni sudah sampai di rumah.


Dian yang melihat Zara turun dari mobil langsung tersenyum senang.


"Mamah,,, "kata Zara dengan senang.


"Sayang,,, "Dian langsung memeluk Zara.


"Zara kangen Mah,, "


"Mamah juga kangen,,, masuk yuk, kita ngobrol di dalam,, "Dian lalu mengajak Zara masuk.


"Sayang,,, Aditiya mana,,? "tanya Doni.


"Lagi tidur Mas di kamar,, "


"Ya udah Mas ke kamar dulu yah, "Dian menjawab Oya, Doni pun pergi menuju kamarnya.


Zara dan Dian melepas rindu, Dian banyak bertanya pada Zara tentang kegiatanya.


Jangan lupa like komen dan votenya,, trimakasih...

__ADS_1


__ADS_2