
Zara pulang dan langsung masuk, saat melewati ruang keluarga, Zara melihat Hendra dan Rizki yang duduk di sofa.
"Pah,, "sambil mencium tanganya.
"Kok udah pulang,, katanya sore pulangnya, "
"I,, iya Pah,, soalnya temen Zara ada urusan mendadak,, "sambil melirik ke arah Rizki.
"Duduk dulu,, Papah mau bicara,, "Zara lalu duduk dekat Hendra.
"Begini,, Rizki besok mau ke singapur, mau menengok temanya yang sedang sakit, Papah berniat untuk menitipkan Zara pada Rizki,dan Rizki akan menemani Zara mendaftar kuliah, gimana Zara ngga papa kan ikut Rizki,, "Rizki melihat ke arah Zara dengan was was.
"I,, iya Pah, Zara mau,, "kata Zara,Rizki tersenyum senang dalam hatinya.
Rizki di minta Hendra untuk menyiapkan sarat untuk mendaftar kuliah di singapur. Rizki pun mengiyakan, dan langsung pergi pamit untuk mengurus semuanya.
Zara sampai kamar langsung berteriak kegirngan, sambil loncat loncat.
Keesokan harinya Zara sudah bersiap,tinggal menunggu Rizki datang. Setelah Rizki datang Zara berpamitan pada Hendra dan Dea.
"Hati hati ya sayang, jangan lupa telfon Bunda kalau sudah sampai, "sambil memeluk Zara.
"Iya Bunda,, "
"Jangan pergi pergi tanpa Rizki, ngerti,, "
"Iya Pah,, Zara ngerti,, "Hendra lalu memeluk Zara.
"Ki,, saya titip Zara,, maaf merepotkanmu,, "
"Iya Bos,, ngga merepotkan kok,"
Setelah itu supir mengantar Rizki dan Zara ke Bandara. sekitar satu jam Zara dan Rizki sampai di Singapur. Rizki langsung mencari taxsi untuk menuju Hotel.
"Mau makan dulu atau langsung ke Hotal,,? "
"Ke Hotel aja langsung ya Bang,, kita makanya di sana aja,, "
"Ya udah ayo kita ke Hotel,,"
Rizki lalu menghetikan taxsi dan mereka berdua langsung menuju Hotel.
__ADS_1
"Apa Abang nanti akan langsung ke rumah sakit,,? "Rizki menggeleng.
"Abang mau istirahat dulu, Abang cape,,"Zara menganggukan kepala.
Sampai di Hotel Rizki dan Zara langsung mengambil kuci, karena Hendra sudah memesan kamarnya.
"Sayang,, kita pakai kamar satu aja yah, "sambil masuk ke dalam lif.
"Kok satu kamar sih,,ngga ah Zara takut, lagian yang satu kamarnya lagi sayang dong,,"
"Takut kenapa,,? Abang ngga akan melampoi batas kok, Abang juga takut,, takut di gorok lehernya sama Papahmu, "sambil tersenyum.
"Kalau takut di gorok lehernya, ya kita beda kamar lah kak, "
"Asalkan kamu ngga ngadu, pasti ngga bakalan Papahmu tau, Mau yah,, "Zara diam sambil berfikir.
"Udah ayo masuk, ngga usah banyak berfikir, "saat pintu kamar terbuka dan Rizki langsung menarik Zara untuk masuk ke dalam.
Rizki menjatuhkan badanya di kasur,sedang Zara masih berdiri dan diam saja.
"Sayang ayo sinih tiduran, pasti kamu cape juga kan,, jangan berdiri terus,, "sambil bangun lalu menarik Zara untuk tiduran di kasur.
"Nyaman kan,, hemmm,, "sambil memiringkan badanya, Rizki bertanya pada Zara.dan mereka saling hadap.
"Zara ngantuk tapi laper,, "
"Oh iya kita belum makan siang yah,, Abang akan pesan , kamu istirahat aja dulu yah,, "
"Iya,, "jawan Zara, lalu Rizki bangun dan menuju telfon Hotel.
Zara lalu memeluk guling dan memejamkan matanya. selesai pesan makanan Rizki naik ke kasur lagi, lalu memeluk Zara dari belakang.
Hp Rizki berbunyi tanda pesan, rupanya kaka Zia mengirim pesan, menanyakan pada Rizki sudah sampai singapur belum. Rizki menjawab sedang di perjalanan menuju Hotel, Rizki sengaja berbohong agar kaka Zia tidak menyuruhnya untuk buru buru datang ke rumah sakit.
Rizki menciumi rambut Zara yang wangi, setelah meletakan hpnya di meja. dan ciuman Rizki lalu pindah ke leher dan pundak Zara, setelah Rizki menyingkirkan rambut Zara.
"Banggg,,, gelii,, "sambil menggeser kepalanya.
Tapi bukan Rizki kalau di bilang langsung nurut, Rizki masih terus saja menciumi leher dan pundak Zara, walau Zara merasa kegelian. Zara lalu berbalik menghadap Rizki sambil matanya melotot.
"Abang,, geli tau,, kalau Abang masih tetap melakukanya, Zara mau pindah kamar nih, "
__ADS_1
"Iya iyaa,, Abang ngga lagi deh,"sambil mencium bibir Zara sekilas.
Tidak lama makanan datang, lalu Rizki membawa makananya masuk dan menata makananya di meja.
"Sayang ayo bangun, kita makan dulu,, "
"Iya,, tapi tunggu bentar ya Bang, Zara mau ke kamar mandi dulu,"sambil membawa baju ganti.
Rizki sambil menunggu Zara, mengambilkan makan di piring, saat Zara keluar dari kamar mandi Rizki langsung membulatkan matanya, Zara memakai kaos oblong tapi celananya di atas lutut. kaki mulus Zara pun terlihat sangat indah, Rizki sampai menelan ludahnya karena melihat kaki Zara.
"Ayo Bang kita makan,, Zara udah laper, "Rizki langsung kaget saat Zara berkata.
"I,, iiya,, "sedikit gugup.
Mereka berdua langsung makan, dan selesai makan Zara membereskan meja, sekarang giliran Ruzki yang masuk kamar mandi untuk bersih bersih dan ganti baju.
Zara selesai merapikan meja, dan Rizki juga keluar dari kamar mandi, Rizki hanya memakai celana pendek dengan baju tanpa lengan, Zara sangat suka melihatnya karena tangan Rizki terlihat beotot.
"Kenapa senyum gitu,,? "tanya Rizki saat melihat Zara senyum..
"Zara seneng lihat lengan Abang ini,, "Rizki lalu tersenyum, dan langsung memeluk Zara.
"Masa sih cuman seneng,,mau pegang ngga, "Zara menggeleng karena malu.
"Kenapa,, coba pegang,,"sambil mengambil tangan Zara untuk mengusapnya.
Zara merasa malu saat Rizki menyuruh tanganya untuk memegang lengan Rizki, Zara lalu menunduk.
Rizki yang merasa gemas langsung menggendong Zara menuju kasur.
"Awww,,,Abang,, "teriak Zara yang kaget. Rizki hanya tersenyum.
Zara lalu di tidurkan di kasur, dan mata Rizki tertuju pada kaki Zara, dari bawah ke atas Rizki terus menatapnya, Rizki lalu mengusap kaki itu dengan tanganya dari bawah ke atas.
"Banggg,,,, geliii,,, "Kata Zara, tapi Rizki terus mengusapnya, dengan dua tanganya mengusap dua kakinya.
"Kakimu membuat Abang gila,, "lalu Rizki tidak menggunakan tangan lagi, tapi juga menggunakan bibirnya, Rizki menciumi juga menjil*ati kaki Zara.
"Banggg,,,, aaahh,,, "
Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..
__ADS_1