MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Berdebat


__ADS_3

Hari sabtu pun datang,sekarang Aku sedang membantu mba Iis memasak, dan saat Aku sedang menggoreng, hp di kantongku berbunyi tanda panggilan, saat Aku lihat ternyata dari Pak Direktur.


Dan saat ku angkat telfonya, dia bilang kalau akan menjemputku jam 10 nanti, dan Aku pun menyetujuinya. Aku menyuruh Pak Direktur nanti tunggu di depang kerbang komplek saja, dan jangan menjemput ke rumah, karena Dinda dan suaminya ada di rumah, tadinya Pak Direktur menolak dan akan tetap menjemputku ke rumah, tapi Aku mengancamnya, kalau sampai menjemput sampai rumah Aku ngga bakalan jadi pergi, ahirnya Pak Direktur mengalah dan menyetujui kemauanku.


Selesai masak Aku memanggil Dinda dan suaminya untuk sarapan, sedang Akbar bersama mba siti sudah ada di meja makan.


"Din,, nanti Bibi jam 10 jadi keluar yah,, "kataku.


"Jadi Bibi cari kos kosanya,,? "


"Jadi,, "


"Kenapa cari kos kosan,,? "tanya Suami Dinda.


"Tempat Bibi kerja dari sini terlalu jauh Mas,, jadi Bibi mau cari kos kosan yang dekat sama tempat kerjanya,, "Dinda yang menjawab pertanyaan suaminya.


"Oh gitu,,, "Aku hanya mengangguk.


"Bibi sama siapa cari kos kosanya,, jangan sendirian loh, Bibi belum paham kan daerah di kota,,,"Kata Dinda.


"Ng,,, ga sendiri kok,, Bibi sudah ada teman dan kita juga udah janjian mau ketemuan nanti,, "jawabku sedikit gugup.


"Oh gitu,, sukur deh kalau Bibi sudah ada temen,tapi kenapa Bibi jawabnya kaya orang gugup gitu sih,, ?"


"Ngga kok,, siapa yang gugup,,Bibi udah selesai sarapanya,Bibi ke kamar dulu yah mau siap siap,, "kataku sambil bangun dari duduk dan berjalan menuju kamar.


Sampai di kamar Aku yang bingung mau ngapain, ahirnya memilih baju untuk nanti Aku mau pakai, karena masih jam setengah sembilan, berarti masih ada waktu satu jam setengah lagi.


Aku memilih baju dan pilihanku jatuh pada kaos warna putih dan celana jens.


Lalu Aku pun mandi, dan Aku ingin berendam dengan air hangat, agar badanku lebih enak nantinya.

__ADS_1


Sekitar satu jam Aku menyudahi berendamku dan langsung membilasnya, setelah selesai mandi, Aku bersiap untuk pergi.


Saat sedang menyisir rambut, hpku berbunyi tanda pangilan, dan panggilan itu dari Pak Direktur dia mengatakan sudah menunggu di gang komplek, ahirnya Aku pun jadi buru buru.


Aku tidak sempat pamitan sama Dinda, hanya melihat mba Siti lalu Aku bilang padanya, untuk bilang ke Dinda kalau Aku sudah pergi.


Sampai di mobil Aku mengetuk pintunya dan saat pintu tak terkunci Aku langsung masuk.


"Ya ampun,, kamu sampai berkringat gilu sih,, "sambil mengambil tisu lalu Pak Direktur mengelap keningku.


"Udah Mas,, ngga usah biar Dea aja,, "sambil ku ambil tisu di tanganya.


Lalu Aku ambil kaca untuk melihat kringat di wajahku.


"Makanya tadi lebih baik Saya jemput ke dalam,, jadi ngga jalan dan ngga keringetan kaya gitu,, "


"Udah ngga papa sih, cuman keringetan ini, lagian ini kan matahari pagi jadi justru bikin sehat,,udah ayo kita jalann,, "kataku.


"Ya,,, terserah kamu aja lah, Saya mah selalu salah,, "sambil menginjak gas lalu mobil pun berjalan.


"Hemmmm,,, ngga tau,,"sambil Aku menggelengkan kepalaku.


"Kok kamu ngga tau,emang nya kamu ngga nanya sama siapa kek gitu dimana ada kosan,, "lagi lagi Aku menggeleng.


"memang Dea ngga tau karena di kantor Dea belum dapet temen sih jadi bingung mau tanya siapa,?"jawabku lagi.


"Ya Tuhannn,,, coba sekarang ambil hp kamu dan ketik di mbah Google kos kosan yang dekat dengan kantor,, "Aku pun menurut dan mengetik, setelah itu di hp muncul nama nama kos kosan yang dekat dengan kantor. l


"Mas udah nih,, sekarang gimana,,? "sambil kuperlihatkan hpku padanya dan Pak Direktur lalu mengambil hpku sambil melihatnya.


"Kamu cari kos kosan yang kusus buat perempuan, dan yang fasilitasnya bagus,, Saya ngga suka lihat tempat yang jorok atau kumuh,,"Aku langsung kaget dengan perkataanya, dan hpku langsung ku ambil.

__ADS_1


"Loh,, yang mau kos kan Dea, kenapa Mas yang jadi ngatur gitu,,, kalau fasilitasnya bagus, pasti bulananya malah, kalau yang jorok Atau kumuh itu tergantung harga,, barti itu tempatnya juga murah,, "sambil Aku melihat ke arahnya.


"Iya memang kamu yang mau kos,, tapi kalau kos kosanya jorok atau kumuh Saya jadi malas main nantinya,, "Aku langsung kaget dengar alasanya Pak Direktur.


"Itu sih urusan Mas,, Dea ngga nyuruh untuk main ini,, "jawabku.


Lalu mobil berhenti di sebuah bangunan yang cukup besar, ternyata ada tulisan kos kosan, lalu Pak Direktur pun memarkirkan mobilnya. setelah itu kita turun. Saat Aku akan turun dari mobil Pak Direktur menahan tanganku.


"Pakai ini,,, baru keluar,, "sambil melepaskan jaket dari badanya.


"Maksudnya apa nih,,? "tanyaku yang bingung.


"Saya ngga mau orang melihat kemolekan badan kamu, cukup Saya aja yang melihatnya"


"Apan sih Mas,, molek apanya coba, orang Dea cuman pake kaos sama celana kok, ngga ada tuh yang keliatan apa lagi ke buka,, "sedikit sewot Aku.


"Iya baju kamu tertutup, tapi kamu tuh ngga sadar apa itunya kamu tuh jadi keliahatan besar gitu,karena baju yang kamu pakai terlalu ketat dan kecil, orang baju ukuran Zara kamu pakai. Saya ngga mau orang memperhatikan kamu dan melototini itu kamu, udah pake jaketnya jangan banyak ngomong, "sambil menunjuk ke buah dadaku, ya Tuhan ini orang kok jadi posesif gini sih,, lalu Aku pun memakai jaketnya dari pada nantinya makin panjang urusanya.


"Ayo masuk,, "katanya dan Aku menurut, saat tanganku mau di gandengnya Aku langsung jalanya cepat ke depanya. rasanya ribet aja jalan sambil gandengan.


Aku pun bertemu dengan penjaga kos kosanya, lalu Aku di antar untuk melihat lihat kamarnya dari tipe murah, sedang dan termahal.


"De,, kamu pilih yang ini aja, kamarnya luas sudah ada AC sama tv lagi, "Kata Pak Direktur. Aku masih diam sambil melihat lihat lagi, kalau tipe sedang memang tidak ada Ac dan tv, hanya ada kipas .kalau yang paling murah kamar mandi di luar rame rame dan di kamarnya juga kecil, kasur kecil dan adanya lemari plstik sama kipas aja.


"Kalau yang ini emang berapa harganya Pak,,? "tanyaku pada penjaga kos.


"Yang ini 2.3 juta sebulan mba,,? "Aku langsung kaget dong. Ya memang di kota itu ngga ada yang murah sih.


"Ya udah kita ambil yang ini aja,,"


"Mas,, Dea belum ambil keputusan loh,, mau yang ini apa ngga,, "kataku sedikit sewot.

__ADS_1


**Besok lagi yah,,, maaf kalau ada typo..


jangan lupa like ,komen dan votenya mksh**,,,


__ADS_2