MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Ketemu Dila dan juga Kak Maya.


__ADS_3

"Kaka Dindaaa,,,, "


Aku mendengar ada suara yang memanggilku, dan saat Aku menengok ke belakang, ternyata dia Dila anak yang dulu bertemu di bandara .Ett,,, di sampingnya ada mamahnya Dila dan Aku baru sadar kalau mamahnya Dila mantan pacarnya Suamiku nih.


Aku lalu tersenyum canggung, saat mereka sudah mendekat.


"Kaka Dinda, ini Dila masih ingat ngga,? "tanya Dila.karena ini anak sudah mau menginjak dewasa jadi lebih berani berbicara pada orang.


"Ingat dong, kita yang dulu bertemu di bandara kan, "jawabku.sambil berjabat tangan.


"Hai,, Din ,hai Mas, Gimana kabar kalian, "sapa mama Dila.


"Kami baik, "jawab suamiku. sedang Aku hanya tersenyum pelit.


"Mamah kenal sama kak Dinda,? "tanya Dila. dan Mamah Dila hanyamengangguk dan tersenyum.


"Ayo Sayang kita pulang, katanya mau ke rumah Ayah, "sambil menggandeng tanganku suamiku berkata.


"Dila,, kaka duluan yah, sampai jumpa lain kali, dahhh..... "kataku sambil berjalan karena tanganku sudah di tarik oleh Suamiku.


"Mamah kok bisa kenal mereka sih Mah,? "kata Dila.


"Tuh yang Suaminya Dinda, mantan pacar Mamah, "jawab Seli.


"Masa sih Mah,!kenapa ngga jadi sama om ganteng itu sih Mah,?om ganteng tuh ganteng banget dan keliatan berwibawa lagi, "ucap Dila yang langsung di pelototin Seli.


"Kalau Mamah jadi nikah sama dia, kamu ngga akan lahir ke dunia, karena dia mantan pacar Mamah saat SMA,! "kata Seli.


"Oh,, gitu. coba kalau sekarang bisa jadi Papahnya Dila,,"


"Ngga usah ngaco deh Dil, ayo pergi, "sebelum Dila selesai berkata sudah di tarik Mamahnya untuk jalan.


.


.


.


Di Rumah Ayah Dan Ibu.


"Ayah,,,, "sapaku saat Aku turun dari mobil dan melihat Ayah yang sedang duduk di teras rumah.


"Eeehhh,, kalian datang, "jawab Ayah sambil memeluku.


"Dinda kangen,,,! Ibu mana Yah,? "tanyaku.setelah melepaskan pelukan kita.

__ADS_1


"Ibu di dalam, tadi mau bikinin Ayah kopi, "jawan Ayah.


Suamiku ikut duduk dengan Ayag, sedang Aku masuk ke dalam mencari Ibu.


"Bu,,,, Ibu di mana,,,? "teriaku sambil masuk ke dapur.


"Sayanggg,, kapan datang, sama siapa kesini, "sambil mencium pipiku.


"Gimana dengan cucu Ibu, sehat kan... "sambil mengusap perutku Ibu berkata.


"Sehat Bu. Dinda kesini bareng Mas Agung. Dan Dinda sekarang udah ngga muntah muntah lagi loh Bu, dan makanya udah mulai banyak, "jawabku.


"Sukur deh,,, Ayo kedepan Ibu mau nganterin kopi, ini Ibu juga bikin dua ,buat Suami Dinda satunya,"kita pun langsung berjalan ke depan lagi menuju Ayah dan Suamiku.


"Jadi besok Ayah mulai mengajarnya,, wah selamat ya,"kata Suamiku saat Aku mendengar Ayah yang mau mulai mengajar.


""Wahh,,, sukur deh Ayah udah mau mulai mengajar lagi, "kataku.


"Iya Sayang,, semua juga berkat doa kalian semuanya, makasih yah,,, "jawab Ayah.


Kita pun berempat mengobrol dengan sesekali tertawa dan bercerita tentang keseharianku yang melewati hari hari dengan kehamilan.


Sekitar pukul 5 sore Aku berpamitan pulang,karena setelah dari rumah Ibu dan Ayah kita mau pergi ke Mall.Mumpung Suamiku sedang libur.


"Mas nanti kita pergi nonton juga yah, "kataku saat kita di dalam mobil.


Sampai di mall kita langsung masuk ke tempat penjualan baju baju Ibu hamil.Suamiku ikut memilihkan baju untuku,Di sini justru suamiku yang sangat keliatan bersemangat berbelanja kebutuhanku, dari mulai daleman, celana dan daster, Suamiku yang lebih banyak memilihkan untuku.


Selesai belanja Suamiku mengajaku makan dulu sebelum pergi menonton, kita masuk ke restoran yang menyediakan makanan prasmanan. Aku dan suamiku memilih makanan yang berjejer di atas meja. Aku memilih ayam bakar, tempe goreng,lalap dan sambel. Kalau suamiku sama isinya tapi beda di lauknya, kalau Aku ayam kalau suamiku ikan nila goreng.


"Adekk,,, makanya pelan, sampai blepotan gini sih, "sambil mengelap bibirku yang sedikit kotor dengan tisu.


"Hehee,,, Enak soalnya Mas,, "sambil ku gigit ayam gorengku lagi.


Saat Aku sedang cuci tangan karena selesai makan, Aku melihat wanita yang sedang duduk sambil menggendong anaknya yang masih bayi, dari belakang sepertinya Aku paham dengan wanita itu.


"Kak Maya yah,, "sapaku saat Aku sudah di depan meja nya.


"Iii,,,ya.Dindaaa,,,"Aku pun tersenyum dan mengangguk.


"Beleh Aku duduk Kak,, "


"Silakan, "Dan Aku langsung duduk di bangku dekat Kak Maya.


"Bayinya lucu yah Kak, cewe pa cowo nih, "sambil ku usap pipi bayi yang ada di gendongan Kak Maya.

__ADS_1


"Cowo,, kamu sama siapa ke sini ,? "Aku langsung ingat kalau Suamiku pasti sedang


menungguku.


"Sama Suami,, maaf ya Kak Dinda mau ke situ dulu, "sambil menujuk meja yang ada Suamiku sedang duduk sambil makan.


"Apa Kalian sudah menikah,? "


"Sudah Kak, Dinda aja sekarang sedang isi, "sambil berdiri dari duduku dan mengusap perutku yang sudah kelihatan menonjol.


"Oh,,, selamat yah, semoga kalian bahagia dan memiliki banyak anak, "kata Kak Maya.


"Amin,, sampai ketemu lagi ya kak, "kataku sambil tersenyum dan pergi dari meja Kak Maya.


"Adek,, ngapain sih nyamperin DIA, ?"tanya Suamiku setelah Aku sudah duduk.


"Emang Mas lihat Kak Maya,? "tanyaku balik.


"Lihat lah,, orang Mas lihatin Adek jalan kearah mejanya, Setelah Adek duduk Mas langsung paham dengan DIA, "jawab Suamiku dengan juteknya.


"Bayinya lucu tau Mas,cowo lagi, "kataku.


"Adek jangan sembarangan dekat dengan orang, Adek sedang hamil harus hati hati mengobrol dengan orang,"Suamiku sepertinya sedang mode marah nih,keliatan dari kata katanya.


"Maaf Mas,,, Dinda hanya ingin menyapanya, Apa Mas masih belum bisa memaafkan Kak Maya,? "tanyaku.


"Sudah jangan bahas, ayo kita pulang saja, "sambil bangun Suamiku langsung membayar makanan yang kita makan.


Aku hanya bisa menurut saja, dari pada Suamimu tambah marah, tapi ngga usah sampai segitunya kali, niatku hanya menyapa saja.


Kita berjalan menuju parkiran dan masuk mobil, sampai di mobil Suamiku membawa mobilnya dengan lumayan cepat, Aku hanya diam saja dari pada salah bicara.


Sampai rumah Suamiku mengambil barang belanjaan di dalam mobil dan membawanya masuk ke kamar. sampai di kamar kita berdua masih mode diam, Aku mengganti bajuku dengan baju tidur dan langsung menuju kasur untuk merebahkan badanku yang serasa pegal di pinggang dan kaki.


Mataku pun terpejam karena merasa lelah juga, kalau Suamiku Aku biarkan aja dia mau ngapain, saat Aku sudah mulai pulas ,ada tangan yang memeluku dari belakang, dan mencium keningku.


"Maaf,, Mas hanya takut kehilangan kalian, Mas takut kalau Dia masih punya pikiran jahat, dan ingin menyakiti kalian, "sambil mengusap perutku.


Tanpa menjawab,Aku hanya menggenggam tangan Suamiku, dan tersemum mendengar pengakuan Suamiku yang ternyata karena menghawatirkan keselamatanku dan bayiku.


**Sedikit asal lancar UP ya kak, karena sekarang waktu dan imajinasiku terbagi.


Semoga kaka kaka semua memakluminya. makasihhh...


Setelah baca cerita Ini, paginya mampir di cerita yang satunya ya kak..

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan votenya**..


__ADS_2